
Dalam permainan sepak bola, benturan selalu terjadi. Cedera dari bermain sepak bola dapat terjadi kapan saja, terutama di akhir pertandingan ketika para atlet mulai kelelahan. Jenis cedera yang paling sering terjadi adalah cedera otot, namun cedera lainnya yang lebih parah juga dapat terjadi, seperti robeknya ligamen lutut depan, patah tulang pergelangan kaki, atau cedera otak (Concussion) yang memerlukan waktu penyembuhan yang lama. Hal yang penting adalah mempersiapkan diri sebelum bermain, mencegah cedera, dan segera mendapatkan perawatan ketika cedera terjadi.

Stres banget! Apakah Anda termasuk dalam kategori "terlalu stres"? Lalu seperti apa yang disebut terlalu stres!

5 Latihan Sederhana yang Membantu Memulihkan Paru-Paru dan Memperkuat Sistem Pernapasan. Cobalah Latihan Ini Bersama Khun Mujirarasmifah Phatarachariyakul, Instruktur Yoga dari Pusat Jittraks, Rumah Sakit Bangkok

Saat ini, dengan pemeriksaan komputer sinar-X dosis rendah di daerah dada (Low Dose CT Chest - LDCT), dapat memberikan gambar 3D dengan detail yang baik di area paru-paru. Hal ini memungkinkan untuk menemukan nodul di paru-paru yang ukurannya lebih kecil dari 1 sentimeter, sehingga memungkinkan untuk mendeteksi pasien dengan massa yang mungkin merupakan kanker paru-paru sejak ukurannya masih kecil.

Masalah skoliosis pada tulang belakang adalah sesuatu yang umum ditemukan. Hal ini bisa terjadi pada semua jenis kelamin dan usia dengan penyebab yang berbeda-beda setiap usia. Khususnya, wanita yang berprofesi sebagai pramugari sering menghadapi masalah skoliosis pada tulang belakang, mulai dari yang terlihat jelas hingga yang ringan dan tanpa gejala. Memahami masalah skoliosis pada pramugari adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan.

Untuk pasien penyakit jantung dan orang-orang terdekatnya sering merasa khawatir jika harus menjalani operasi selama pandemi COVID-19. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti saran dari dokter spesialis jantung. Selain itu, menjaga diri agar tetap jauh dari COVID-19 adalah hal yang harus selalu diperhatikan oleh pasien penyakit jantung untuk mengurangi angka kematian yang terjadi.

Pemeriksaan saraf dan otot dengan listrik adalah pengukuran fungsi saraf tepi dan otot. Secara umum, agar saraf dan otot dapat berfungsi untuk merasakan sensasi atau bergerak, diperlukan konduksi listrik melalui saraf atau otot.