Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Daftar pemeriksaan mata pada anak yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua

    3 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Package Image
    Dr. Warassabhorn Ployprasith

    Bangkok Hospital Headquarter

    Diperbarui pada: 02 يناير 2026
    Dr. Warassabhorn Ployprasith
    Dr. Warassabhorn Ployprasith
    Bangkok Hospital Headquarter
    Daftar pemeriksaan mata pada anak yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 02 1月 2026

    Pemeriksaan mata pada anak adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua, karena anak sering kali tidak tahu bahwa mereka memiliki kelainan. Kadang-kadang ketika mengetahuinya bisa jadi sudah terlambat. Oleh karena itu, pemeriksaan mata anak pada waktu yang tepat sangat penting untuk menjaga penglihatan dan kesehatan mata anak dengan cara yang benar.


    Pemeriksaan Mata Anak Sesuai Usia

    Pemeriksaan mata pada anak dibagi menjadi 3 periode utama untuk mengevaluasi dan mendiagnosis penyakit mata pada anak-anak yaitu:

    1) Usia Bayi – Balita Usia 0 – 2 Tahun (Infant and Toddler)

    Bayi yang lahir prematur sebaiknya menjalani pemeriksaan mata untuk menilai retina sejak 4 – 6 minggu setelah lahir. Dokter spesialis anak akan bekerja sama dengan dokter spesialis mata untuk memeriksa retina, dan sebaiknya dilakukan lagi ketika usia 3 bulan untuk menilai perilaku penglihatan dan retina. Ketika berusia 1 tahun, penglihatan anak dievaluasi bersamaan dengan pemeriksaan refraksi mata dan strabismus.

    Pada bayi yang lahir cukup bulan sering kali terdapat beberapa gejala yang dapat diamati dan sebaiknya segera dibawa untuk pemeriksaan mata, antara lain:

    • Usia sudah 3 bulan tetapi tidak menatap wajah orang tua
    • Orang tua melihat strabismus (tahapan strabismus sebelum usia 6 bulan)
    • Menangis dan keluar air mata serta kotoran mata terus-menerus, mungkin mencurigai obstruksi saluran air mata atau glaukoma kongenital
    • Terdapat ptosis (kelopak mata turun) pada satu atau kedua mata, dapat menyebabkan ambliopia (mata malas)
    • Anak dengan nistagmus (Nystagmus)
    • Anak dengan kornea yang lebih besar dari biasanya dan mata berair, fotoensitifitas merupakan gejala penting glaukoma kongenital

    Selain itu, dokter anak sering merujuk pemeriksaan mata pada anak dengan perkembangan lambat atau Sindrom Down’s  . Anak-anak ini berpotensi memiliki katarak dan kelainan refraksi. Selain itu, anak dengan kelainan pada kelenjar Pituitari sering memiliki hubungan dengan kelainan cakram optik.


    2) Usia Pra-Sekolah Usia 2 – 5 Tahun (Preschool Age)

    Pada usia ini, anak mulai lebih banyak menggunakan penglihatannya sehingga bisa memeriksa penglihatan lebih cermat, dan strabismus jenis tertentu sering kali terdeteksi pada usia ini 

    Gejala yang dapat diamati menunjukkan kemungkinan adanya kelainan pada anak meliputi:

    • Anak memiringkan kepala saat melihat
    • Anak sering berkedip
    • Ada riwayat keluarga dengan kelainan refraksi atau strabismus
    • Anak memiliki masalah belajar (Learning Disability)

    Daftar Pemeriksaan Mata Anak yang Tidak Boleh Diabaikan oleh Orang Tua

    3) Usia Sekolah Usia 5 Tahun ke Atas (School Age)

    Usia sekolah adalah usia di mana anak paling banyak menggunakan penglihatan, dan saat ini ditemukan bahwa anak menghabiskan banyak waktu menggunakan layar yang berpengaruh pada mata. Pemeriksaan mata dapat mendiagnosis kelainan refraksi dan ambliopia (mata malas) 

    Setiap pemeriksaan mata, dokter spesialis mata anak akan mengevaluasi dalam 10 poin, yaitu:

    1. Penglihatan atau perilaku penglihatan (Visual Behavior)
    2. Penilaian ketajaman penglihatan (Visual Acuity), ada berbagai teknik untuk mengevaluasi anak, untuk menilai ambliopia (Lazy Eye)
    3. Menilai penglihatan stereoskopis (Stereopsis) untuk melihat perkembangan penglihatan anak
    4. Menilai buta warna (Color Blindness), buta warna adalah genetik, umum ditemukan pada anak laki-laki dan membantu keluarga mempersiapkan perencanaan pendidikan anak
    5. Menilai gerakan mata (Eye Movement) untuk mendeteksi strabismus (Squint)
    6. Memeriksa segmen anterior bola mata (Anterior Segment) meliputi konjungtiva, kornea, iris, dan lensa mata dengan alat khusus
    7. Menilai kesalahan refraksi (Refractive Error) untuk menentukan apakah anak memerlukan kacamata, pemeriksaan rinci dilakukan bila ada kecurigaan kelainan refraksi, termasuk penggunaan tetes mata untuk melebarkan pupil (memakan waktu sekitar 1 jam dan anak akan mengalami penglihatan kabur selama sekitar 24 jam, penglihatan akan normal kembali keesokan harinya)
    8. Mengukur tekanan bola mata untuk menilai glaukoma pada anak
    9. Menilai lapangan pandang (Visual Field) pada anak dengan glaukoma dan kelainan otak yang menunjukkan lapangan pandang abnormal
    10. Mengambil foto retina (Fundus Photo) untuk memeriksa retina dan cakram optik setiap tahun untuk pengecekan kelainan


    Kelainan mata pada anak adalah masalah yang esensial, makin cepat terdeteksi makin cepat tertangani, yang tentunya dapat mengurangi keparahan dan masalah penglihatan jangka panjang. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk rutin membawa anak-anak mereka untuk pemeriksaan mata setiap tahun dan mengikuti anjuran dari dokter spesialis mata anak. 

    Informasi oleh

    Doctor Image

    Dr. Warassabhorn Ployprasith

    Ophthalmology

    Dr. Warassabhorn Ployprasith

    Ophthalmology

    Doctor profileDoctor profile

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Refractive Lens Exchange (RLE) Operasi Ganti Lensa untuk Memperbaiki Penglihatan pada Semua Jarak Image
    AI
    Refractive Lens Exchange (RLE) Operasi Ganti Lensa untuk Memperbaiki Penglihatan pada Semua Jarak
    Diabetes retinopati: Jaga dengan baik sebelum kehilangan penglihatan. Image
    AI
    Diabetes retinopati: Jaga dengan baik sebelum kehilangan penglihatan.
    Jangan abaikan katarak, segera obati sebelum matang. Image
    AI
    Jangan abaikan katarak, segera obati sebelum matang.
    Lihat informasi kesehatan lainnya