
Lemak adalah nutrisi yang memberikan energi bagi tubuh, membantu membentuk asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh, dan membantu penyerapan vitamin A, D, E, K. Selain itu, lemak juga berperan dalam membuat makanan lebih lembut, beraroma, berasa, dan bertekstur baik. Lemak mengandung kolesterol dan berbagai jenis asam lemak yang memiliki manfaat berbeda bagi tubuh. Namun, konsumsi makanan yang tinggi lemak dapat menyebabkan tingkat lemak darah tinggi dan menjadi penyebab penyakit jantung koroner dan stroke.

Memperhatikan konsumsi makanan yang menyehatkan darah sangat penting karena membantu mencegah anemia, memperlancar sirkulasi darah, dan menjaga darah tetap sehat. Jika anemia parah, dapat memengaruhi fungsi jantung dan menyebabkan gagal jantung, sehingga tidak boleh diabaikan.

Tekanan darah tinggi dapat menimbulkan masalah pada pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke. Mengendalikan tekanan darah dapat mengurangi risiko penyakit-penyakit ini. Makanan merupakan faktor penting dalam membantu mengendalikan tekanan darah. Anda dapat mengikuti panduan diet untuk membantu mengendalikan tekanan darah atau Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) bersama dengan pembatasan natrium dalam makanan.

Miokarditis meskipun jarang terjadi, dapat muncul secara akut pada pria dan wanita termasuk anak kecil, tanpa menunjukkan gejala sebelumnya, dan dapat menjadi serius hingga menyebabkan gagal jantung. Mengetahui untuk mewaspadai dan menangani dengan tepat adalah hal penting yang harus diperhatikan.

Dalam rangka Hari Jantung Sedunia 2021 (World Heart Day 2021) tahun ini, Rumah Sakit Jantung Bangkok ingin melihat semua orang USE HEART TO CONNECT menggunakan kekuatan digital untuk menghubungkan setiap hati agar memiliki kesehatan jantung yang baik demi kesehatan yang kuat bagi semua orang.

Karena penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di kalangan orang Thailand, oleh karena itu menjaga kesehatan jantung dengan makan makanan yang bergizi dan seimbang, berolahraga secara teratur, dan memeriksakan kesehatan jantung sesuai anjuran dokter dapat membantu menjaga kesehatan jantung yang baik, yang membawa pada kesehatan yang baik dan umur panjang.

Saat ini, dengan pemeriksaan komputer sinar-X dosis rendah di daerah dada (Low Dose CT Chest - LDCT), dapat memberikan gambar 3D dengan detail yang baik di area paru-paru. Hal ini memungkinkan untuk menemukan nodul di paru-paru yang ukurannya lebih kecil dari 1 sentimeter, sehingga memungkinkan untuk mendeteksi pasien dengan massa yang mungkin merupakan kanker paru-paru sejak ukurannya masih kecil.

Untuk pasien penyakit jantung dan orang-orang terdekatnya sering merasa khawatir jika harus menjalani operasi selama pandemi COVID-19. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti saran dari dokter spesialis jantung. Selain itu, menjaga diri agar tetap jauh dari COVID-19 adalah hal yang harus selalu diperhatikan oleh pasien penyakit jantung untuk mengurangi angka kematian yang terjadi.

Ketika jantung berdetak cepat hingga tidak normal, sebaiknya jangan diabaikan, karena mungkin menandakan bahwa tubuh Anda mengalami gangguan atau penyakit tertentu. Oleh karena itu, penting untuk waspada dan segera menemui dokter spesialis jantung agar dapat ditangani dengan cara yang tepat sebelum terlambat.

Gejala pingsan di lapangan pada atlet profesional atau bahkan orang biasa yang pingsan saat berolahraga adalah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Beberapa orang mungkin bisa pulih dan menjalani hidup seperti biasa, tetapi ada yang mungkin tidak bisa pulih lagi. Karena itu, pemeriksaan jantung secara teratur dan menyeluruh sesuai anjuran dokter spesialis jantung adalah hal penting untuk mencegah gagal jantung.

Banyak orang khawatir dengan vaksin COVID-19 mengenai efek samping yang mungkin muncul dalam jangka pendek dan jangka panjang, terutama pasien dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner akan merasa lebih khawatir. Oleh karena itu, memahami dengan benar dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum menerima vaksin COVID-19 merupakan hal yang penting.

Asap rokok merupakan faktor risiko penyebab kanker paru-paru, namun bukan hanya asap rokok saja yang berbahaya. Polusi udara seperti debu PM2.5 dan asap dupa juga dapat merusak paru-paru. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan dan memiliki pemahaman yang tepat tentang hal ini.