Lemak adalah nutrisi yang memberikan energi bagi tubuh, membantu membangun asam lemak esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh, membantu penyerapan vitamin A, D, E, K. Selain itu, lemak juga membuat makanan terasa lembut, memberikan aroma, rasa, dan tekstur yang baik. Dalam lemak, terdapat kolesterol dan berbagai jenis asam lemak yang bermanfaat bagi tubuh dengan cara yang berbeda-beda. Namun, jika mengonsumsi makanan yang tinggi lemak secara berlebihan dapat menyebabkan kadar lemak darah tinggi dan menjadi penyebab penyakit jantung koroner dan penyumbatan pembuluh darah di otak.
Perilaku Berisiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Perilaku berisiko utama yang terkait dengan terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah akibat pengerasan pembuluh darah arteri antara lain:
- Merokok
- Kadar gula darah tinggi
- Kelebihan berat badan dan obesitas atau obesitas sentral, yaitu lingkar pinggang yang dianggap obesitas sentral adalah laki-laki mulai dari 90 cm dan perempuan mulai dari 80 cm
- Kurangnya aktivitas fisik, yaitu aktivitas fisik dengan intensitas sedang kurang dari 150 menit per minggu
- Tekanan darah tinggi
- Kadar lemak darah yang abnormal
- Perilaku konsumsi yang tidak tepat, yaitu mengonsumsi makanan yang menyebabkan berat badan di atas atau di bawah standar
Konsumsi lemak memberikan energi lebih dari 35 persen atau konsumsi lemak jenuh melebihi 7 persen dari energi harian yang seharusnya diterima

Teknik Makan untuk Mengurangi Lemak
- Hindari makanan yang digoreng dengan minyak melimpah seperti cakwe, ayam goreng, pisang goreng, dll.
- Hindari makanan yang mengandung santan seperti kari santan, makanan penutup dengan santan, dll.
- Gunakan minyak sedikit saat menumis makanan
- Batasi diri untuk mengonsumsi makanan jenis gorengan dan santan, dengan memilih hanya satu jenis makanan per hari
- Konsumsi daging tanpa lemak, hilangkan lemak dan kulit
- Makan makanan jenis rebus, sup, salad, kukus, panggang, bakar
Jika terdapat terlalu banyak lemak, dapat menempel pada dinding dalam pembuluh darah, menyempitkannya, sehingga aliran darah terganggu, dan menyebabkan penyakit jantung koroner. Penting untuk melakukan cek kesehatan setiap tahun, khususnya pemeriksaan kesehatan jantung yang tidak boleh diabaikan.



