
Banyak orang khawatir dengan vaksin COVID-19 mengenai efek samping yang mungkin muncul dalam jangka pendek dan jangka panjang, terutama pasien dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner akan merasa lebih khawatir. Oleh karena itu, memahami dengan benar dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum menerima vaksin COVID-19 merupakan hal yang penting.

Situasi Covid-19 yang mewabah gelombang baru sejak awal April 2021 masih terus menyebar dan makin parah. Orang yang memiliki penyakit kronis harus lebih berhati-hati, terutama pasien penyakit jantung yang berisiko tinggi terhadap peningkatan kematian jika tertular virus.

Akan sangat baik jika kita dapat mengevaluasi risiko penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh faktor genetik sejak dini. Pemeriksaan gen untuk mengevaluasi risiko penyakit kardiovaskular (Polygenic Risk Score) merupakan pilihan pemeriksaan lain yang lebih efektif. Ini membantu menjaga kesehatan dengan tepat, merencanakan perawatan dengan tepat, dan mencegah penyakit dalam jangka panjang.

Pasien diabetes dan penyakit jantung, jika tertular COVID-19, umumnya memiliki risiko mengalami gejala yang lebih parah. Meskipun saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa pasien diabetes dan penyakit jantung memiliki kemungkinan lebih besar untuk tertular virus COVID-19 dibandingkan orang lain, namun bagi pasien diabetes yang tidak dapat mengontrol kadar gula darah agar tetap dalam batas normal, serta memiliki penyakit komorbiditas, termasuk pasien penyakit jantung, jika tertular COVID-19 maka ada kemungkinan bisa mengancam nyawa. Oleh karena itu, kelompok pasien tersebut sebaiknya berhati-hati dan menghindari berbagai risiko untuk mencegah penularan.

Meskipun merawat kesehatan tubuh dengan baik, tidak menjamin bahwa Anda akan terbebas dari penyakit sepanjang waktu, seperti halnya penyakit jantung darurat yang bisa muncul tiba-tiba. Di tengah pesta tahun baru, gejala penyakit jantung bisa muncul, meskipun sebelumnya tidak pernah terdeteksi adanya kelainan. Namun, jika memiliki risiko, penyakit tersebut bisa saja terjadi.
Jadilah pahlawan hati Berjanji bersama-sama untuk merawat jantung Anda sendiri dan orang yang Anda cintai

Saat ini, penyakit jantung koroner dianggap sebagai penyakit yang semakin sering ditemukan. Perawatan terdiri dari perawatan melalui kateterisasi (PCI) atau operasi bypass arteri koroner. Keuntungan dari perawatan melalui kateterisasi adalah waktu pemulihan setelah prosedur lebih cepat daripada operasi.

Di tengah situasi COVID-19 yang menyebar ke seluruh dunia telah ditemukan hubungan antara penyakit yang memiliki gejala mirip dengan Kawasaki dengan COVID-19 yang menyebabkan anak-anak meninggal akibat komplikasi.

Pasien COVID-19 setelah terinfeksi akan memiliki masa inkubasi dan tingkat keparahan yang berbeda. Pada pasien dengan gejala berat yang membutuhkan bantuan alat pernapasan, jika alat pernapasan sudah pada tingkat tertinggi tetapi masih tidak dapat memberikan oksigen yang cukup ke tubuh, dokter akan mempertimbangkan alternatif pengobatan yaitu ECMO, yaitu alat bantu untuk menopang fungsi jantung dan paru-paru.

Virus COVID-19 terus menyebar di seluruh dunia dan merusak berbagai sistem dalam tubuh. Meskipun sebagian besar pasien, sekitar 80 persen, tidak menunjukkan gejala yang parah, tingkat keparahannya bergantung pada kemampuan masing-masing negara dalam merawat pasien.

Salah satu gejala yang dapat diamati jika terinfeksi COVID-19 adalah sesak napas dan dada terasa sesak, yang mirip dengan gejala pada beberapa jenis penyakit jantung. Mengetahui dan mengamati gejala dengan cara yang tepat akan membantu membedakan penyakit dan menangani dengan benar.

Nyeri perut mungkin tidak selalu sekadar nyeri perut biasa, namun bisa berakibat fatal jika merupakan penyakit aneurisma aorta abdomen. Penyakit ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah atau robek. Jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat dan tepat waktu, bisa menyebabkan kematian.