Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi pada lansia adalah kepercayaan bahwa insomnia atau tidur yang tidak nyenyak adalah hal yang normal terjadi pada lansia. Padahal, meskipun usia semakin bertambah, kebanyakan orang masih bisa tidur dengan efisien dan memiliki kualitas hidup yang baik jika memahami adaptasi dan higiene tidur yang baik.
Tidur Ketika Usia Bertambah
Secara alami, terdapat perubahan pada tidur ketika usia bertambah, yakni jam tidur yang sedikit berkurang, bangun lebih sering di malam hari tetapi masih bisa tidur kembali. Perubahan ini lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita. Selain itu, ada faktor lain yang mempengaruhi tidur pada lansia, seperti beberapa penyakit bawaan yang mempengaruhi tidur, harus bangun untuk buang air kecil atau minum obat di tengah malam, konsumsi beberapa jenis obat yang mempengaruhi tidur, suasana di rumah, kurang menerima cahaya matahari yang cukup di siang hari, kurangnya aktivitas di siang hari, dan lain-lain.
Perubahan Tidur Seiring Usia
Beberapa lansia mungkin tidak pernah mengalami masalah tidur sebelumnya, tetapi ketika tubuh berubah seiring usia, ditambah faktor lain yang telah disebutkan di atas, atau terjadi peristiwa penting atau perubahan dalam hidup, insomnia bisa terjadi untuk pertama kalinya. Setelah itu, kekhawatiran mengenai tidur muncul, menimbulkan ketakutan, ketidaknyamanan, ketegangan otot, stres karena ingin tidur malam itu. Ini menyebabkan otak mempelajari dan mengingat pola tidur baru yang tidak rileks, menyebabkan insomnia berlanjut meskipun peristiwa yang tidak nyaman telah teratasi.
Penyakit yang Memengaruhi Tidur
Banyak penyakit yang sering terjadi pada lansia dapat mempengaruhi tidur atau insomnia sebagai gejala awalnya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter ahli untuk menemukan penyebab dan melakukan pengobatan lebih lanjut, seperti
- Gangguan tidur obstruktif
- Penyakit demensia
- Penyakit jantung
- Penyakit emfisema
- Penyakit pembuluh darah otak
- Penyakit refluks asam
- Gangguan tidur berjalan
- Sindrom kaki gelisah
- Gangguan depresi
- Gangguan kecemasan
- Dan sebagainya
Selain itu, insomnia berkepanjangan dapat menyebabkan stres, kelelahan di siang hari, mudah marah, dan tidak segar, juga mempengaruhi ingatan yang perlahan-lahan menurun dan meningkatkan risiko jatuh yang bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Tips Tidur untuk Lansia
Higiene tidur yang baik dapat dilakukan sebagai berikut
- Tetapkan waktu tidur dan bangun yang sama setiap hari.
- Jika tidak bisa tidur setelah sekitar 20 menit berbaring di tempat tidur, sebaiknya bangun dan melakukan aktivitas ringan dan santai, seperti membaca atau melipat kain, ketika merasa mengantuk kembali, lalu kembali ke tempat tidur.
- Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur atau kegiatan seksual.
- Lansia sebaiknya tidak tidur siang, tetapi jika tidak dapat menahan, disarankan tidur siang hanya 10 – 15 menit dalam 8 jam pertama setelah bangun.
- Lakukan olahraga rutin secara teratur, namun hindari berolahraga dalam 4 jam sebelum tidur.
- Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, soda, dan lain-lain.
- Hindari merokok, terutama di sore dan malam hari.
- Hindari makanan berat dalam 4 jam sebelum tidur.
- Hindari minuman beralkohol dalam 4 jam sebelum tidur.
- Lakukan aktivitas santai sekitar 1 – 2 jam sebelum tidur, seperti membaca, mandi air hangat, persiapan pakaian, persiapan kebutuhan pribadi, berdoa, meditasi, dan lain-lain.
- Jangan minum obat tidur tanpa berkonsultasi dengan psikiater ahli karena efek sampingnya dapat merugikan otak, menurunkan ingatan, menyebabkan ketergantungan obat, toleransi obat, risiko jatuh, kecelakaan, dan menyembunyikan gejala penyakit yang menyebabkan insomnia.
Jika memiliki masalah tidur, sebaiknya segera menemui dokter, jangan menunggu hingga masalah tidur berlangsung lama karena waktu yang bertambah akan menimbulkan efek buruk pada tubuh. Selain itu, penyakit atau kondisi yang menjadi penyebab tidak akan diperbaiki. Pusat Kesehatan Jiwa di Rumah Sakit Bangkok memiliki dokter spesialis ahli dengan pengalaman dalam merawat lansia secara langsung dan mampu merawat kondisi ini secara menyeluruh dengan menekankan perawatan dengan kejujuran dan pemahaman terhadap lansia dalam suasana yang bersahabat dan lingkungan yang sesuai untuk lansia.





