dr. chirawat chiewchalermsri
Academic Chair, Thai Asthma Council. Specialist in allergic rhinitis, asthma, chronic cough, urticaria and drug allergy with international publications.

Academic Chair, Thai Asthma Council. Specialist in allergic rhinitis, asthma, chronic cough, urticaria and drug allergy with international publications.


Batuk kronis bukan hal sepele. Jika batuk berlanjut lebih dari 8 minggu, bisa menjadi tanda rinitis alergi, asma, atau bronkitis eosinofilik. Artikel ini menjelaskan penyebab, gejala, tanda bahaya, metode pemeriksaan diagnosis, dan pendekatan pengobatan yang membantu menghentikan batuk sesuai penyebabnya.

Alergi obat adalah reaksi di mana sistem kekebalan merespons obat secara tidak normal. Ini dapat terjadi baik secara akut maupun tidak akut. Jika tidak didiagnosis dengan jelas, dapat menyebabkan kehilangan penggunaan obat yang diperlukan di masa depan dan berisiko tinggi. Artikel ini merangkum gejala, penyebab, metode pemeriksaan, dan cara mengatasi dengan aman.

Alergi penisilin disebabkan oleh respons imun yang tidak normal. Gejala bisa bervariasi dari ruam, gatal, bengkak, hingga syok yang mengancam jiwa. Sebaiknya evaluasi dilakukan oleh dokter untuk diagnosis yang tepat.

Baik musim apa pun, ketika cuaca berubah seperti matahari, hujan, atau dingin yang tidak terduga dapat menyebabkan alergi cuaca. Kasus ini menunjukkan tren peningkatan jumlah pasien secara terus menerus. Oleh karena itu, mengetahui dan merawat diri sendiri dengan tepat dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dari penyesuaian yang lambat, menghindari penderitaan dari gejala gangguan alergi, kesulitan bernapas di malam hari, saat hujan, kurang tidur, pembengkakan mata, dan merasa mengantuk sepanjang hari.

Bagi penderita alergi, tidak ada yang ingin alergi sepanjang waktu. Pengobatan alergi dengan vaksin alergi (Immunotherapy) adalah pilihan penyelamatan bagi pasien dengan alergi yang meskipun memerlukan waktu dan konsistensi dalam pengobatan, tetapi membantu merangsang imunitas yang baik, mengurangi tingkat keparahan, mengurangi penggunaan obat, dan meningkatkan kualitas hidup.

Debu PM 2.5 adalah zat beracun di atmosfer yang sangat kecil ukurannya. Ketika tubuh menghirup jenis debu ini, debu dapat mencapai jauh hingga ke bronkus, menyebabkan peradangan di area bronkus dan alveolus, yang berbahaya bagi sistem pernapasan. Hal ini terutama berisiko bagi penderita alergi yang bisa mengalami gejala yang lebih parah.