Paru-paru adalah organ yang sangat penting. Jika paru-paru berhenti bekerja, kita akan mati dalam beberapa menit. Atau jika paru-paru bekerja kurang dari seharusnya, kita akan mudah merasa lelah dan mengalami kesulitan bernapas. Banyak penyakit paru-paru kronis berkembang perlahan dan secara bertahap merusak jaringan paru-paru hingga gejala seperti sesak napas muncul dan mungkin sudah terlambat. Pemeriksaan fungsi paru-paru pada tahap awal untuk mereka yang memiliki faktor risiko tinggi atau gejala paru-paru sangat penting untuk diagnosis penyakit, penilaian kondisi pasien, dan pemantauan hasil pengobatan.
Siapa yang berisiko penyakit paru-paru
Orang yang memiliki faktor risiko tinggi meliputi:
-
Mereka yang tinggal di area dengan polusi tinggi, seperti di sekitar pabrik yang memancarkan asap beracun, asap kendaraan, atau asap rokok.
-
Bekerja di tempat dengan polusi tinggi seperti di pabrik yang berdebu, pertambangan, atau penggilingan batu dengan uap bahan kimia.
-
Mereka yang merokok, memiliki penyakit paru-paru kronis, dan mungkin mengalami kerusakan jaringan paru-paru dan saluran pernapasan seperti asma, emfisema, dll.
Siapa yang mengalami gejala paru-paru
Orang yang mengalami gejala paru meliputi:
-
Mereka yang batuk kronis.
-
Orang yang mudah lelah karena paru-paru ketika kehilangan fungsinya akibat kerusakan jaringan paru-paru oleh patologi penyakit biasanya tidak akan pulih. Pasien dengan penyakit paru-paru kronis seringkali menunjukkan gejala sesak napas setelah paru-paru sudah rusak parah (lebih dari 50%) dan harus menderita sesak napas hingga meninggal.
Pemeriksaan fungsi paru-paru
- Pemeriksaan fungsi paru-paru mudah dilakukan, tidak menyebabkan rasa sakit, dan tidak memakan waktu banyak. Tidak diperlukan persiapan khusus kecuali mengenakan pakaian longgar agar dapat bernapas dengan penuh dan sebaiknya tidak makan berat sebelum pemeriksaan. Mereka yang menggunakan obat bronkodilator sebaiknya menghentikan obat, termasuk berhenti merokok 24 jam sebelumnya. Pemeriksaan standar biasanya memakan waktu 15 – 30 menit.
-
Pemeriksaan standar yang digunakan di rumah sakit umum disebut Spirometry. Ini memeriksa volume napas dan kecepatan setiap kali kita bernapas. Hasilnya berupa grafik yang mencatat hubungan antara volume udara dan waktu atau kecepatan aliran udara dengan volume. Interpretasi hasil bisa normal (Normal), ada obstruksi saluran pernapasan saat bernapas (Obstructive Pattern), volume udara napas masuk-keluar kurang dari normal (Restrictive Pattern), atau gabungan keduanya (Mixed Pattern).
-
Pemeriksaan lengkap dilakukan di beberapa tempat di Indonesia. Ada banyak pemeriksaan untuk penelitian, tetapi yang berguna untuk diagnosis dan pengobatan penyakit adalah sebagai berikut:
o Pengukuran total kapasitas paru-paru (Total Lung Capacity)
o Pengukuran kemampuan pertukaran gas dalam paru-paru (Diffusing Capacity)
o Saturasi oksigen dalam darah (Oxygen Saturation) menggunakan oksimeter tanpa harus mengambil darah
o Penentuan nilai gas dalam darah arteri (Arterial Blood Gases Determination)
-
Pemeriksaan fungsi paru-paru lain yang dapat dilakukan di laboratorium lebih sering digunakan dalam penelitian, termasuk pengukuran resistensi saluran napas (Airway Resistance), kepatuhan paru-paru (Lung Compliance), pertukaran oksigen maksimum antara udara dan darah (Maximum Oxygen Uptake), dan tekanan inspirator maksimum (Maximum Inspiratory Pressure), dan lain-lain.
-
Uji tantangan bronkial (Bronchial Challenge Test) adalah pemeriksaan untuk melihat apakah saluran napas pasien bereaksi berlebihan saat menghirup sesuatu yang mengiritasi atau alergi (Hyperresponsiveness) dibandingkan orang normal. Tes ini sangat berguna untuk diagnosis asma ketika riwayat dan investigasi lain belum menunjukkan hasil yang jelas.



