Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    LONG COVID dan Gangguan Paru-paru

    2 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Package Image
    Prof. Em. Dr. Sawang Saenghirunvattana

    Bangkok Hospital Headquarter

    Diperbarui pada: 05 1月 2026
    Prof. Em. Dr. Sawang Saenghirunvattana
    Prof. Em. Dr. Sawang Saenghirunvattana
    Bangkok Hospital Headquarter
    LONG COVID dan Gangguan Paru-paru
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 05 1月 2026

    Setelah sembuh dari COVID-19 pasien sering menghadapi kondisi long COVID yang memiliki berbagai gejala dan gangguan yang berbeda. Gangguan paru-paru akibat kondisi long COVID dapat terjadi. Memperhatikan gejala yang muncul dan mengunjungi dokter untuk pemeriksaan dapat membantu menghadapinya dengan tepat.


    Memperhatikan Gejala Gangguan Paru-Paru

    • Lelah
    • Letih
    • Lesu

    *** Meski tidak melakukan banyak aktivitas tetap mengalami gejala seperti di atas


    Paru-Paru dan LONG COVID

    Pasien COVID-19 yang mengalami radang paru-paru parah, jaringan paru-paru akan menjadi fibrosis, menyebabkan paru-paru yang bertugas menukar oksigen dan karbon dioksida berkurang. Ketika ruang paru-paru berkurang hingga setengah atau lebih, hal itu dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari setelah sembuh dari COVID, misalnya hanya berjalan menaiki tangga sudah merasa lelah dan harus berhenti sejenak, bernapas dengan cepat yang tidak pernah dialami sebelumnya

    Keparahan yang terjadi pada paru-paru akibat kondisi long COVID berkaitan dengan periode saat pasien terkena COVID-19 yaitu, jika virus COVID-19 tidak terlalu menyerang paru-paru, jaringan paru-paru tidak terlalu rusak, maka dapat pulih normal dalam waktu singkat. Namun, jika virus
    COVID-19 menyerang paru-paru dengan serius, paru-paru banyak rusak, selain kondisi long COVID dapat berlangsung lama, juga jelas memengaruhi aktivitas sehari-hari. Sedikit melakukan aktivitas saja sudah merasa lelah, lesu, mudah sakit, dan lebih mudah terkena infeksi paru-paru. Mengunjungi dokter untuk pemeriksaan kesehatan paru-paru secara rinci sangat penting, karena dapat memberikan kepastian apakah kepenatan yang dirasakan disebabkan oleh gangguan paru-paru akibat kondisi long COVID atau tidak


    LONG COVID dengan kelainan paru-paru

    Kerusakan Paru-Paru dengan LONG COVID

    Bentuk kerusakan paru-paru yang ditemukan pada penderita kondisi long COVIDantara lain

    • Infeksi komplikasi seperti infeksi jamur dan bakteri selama menderita COVID-19 dan mengalami gejala parah 3 – 4 minggu pertama. Setelah sembuh, virus bisa tetap berada di paru-paru sehingga perlu pengobatan lebih lanjut selama kurang lebih 3 – 6 bulan
    • Jaringan paru-paru mengalami kerusakan parah terjadi fibrosis, kemampuan paru-paru menurun, mengalami masalah pernapasan, harus mengonsumsi obat dan melakukan fisioterapi, yang jangka waktunya bergantung pada tingkat keparahan
    • Penggumpalan darah di paru-paru
    • Gangguan sistem kardiovaskular


    Namun demikian, setelah sembuh dari COVID-19 paru-paru memerlukan waktu untuk pulih hingga kembali berfungsi mendekati normal. Waktu pemulihan bervariasi tergantung gejala dan tingkat keparahan masing-masing pasien. Hal penting adalah memperhatikan gejala yang muncul setelah sembuh dari COVID-19 dan melakukan pemeriksaan dengan dokter secara rutin, karena meskipun hanya memiliki gejala ringan dari COVID-19 kondisi long COVID dapat memiliki efek kronis dan berkepanjangan pada paru-paru

    Informasi oleh

    Doctor Image

    Prof. Em. Dr. Sawang Saenghirunvattana

    Internal Medicine

    Pulmonary Medicine and Pulmonary Critical Care

    Prof. Em. Dr. Sawang Saenghirunvattana

    Internal Medicine

    Pulmonary Medicine and Pulmonary Critical Care
    Doctor profileDoctor profile

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Kanker paru-paru pada wanita, penelitian menunjukkan rokok sebagai faktor utama. Image
    AI
    Kanker paru-paru pada wanita, penelitian menunjukkan rokok sebagai faktor utama.
    Tes Fungsi Paru Memeriksa Kapasitas Paru, Menyaring Semua Risiko Image
    AI
    Tes Fungsi Paru Memeriksa Kapasitas Paru, Menyaring Semua Risiko
    5 Cara Menghadapi Polusi Debu yang Harus Diberitahukan Image
    AI
    5 Cara Menghadapi Polusi Debu yang Harus Diberitahukan
    Lihat informasi kesehatan lainnya