Surf Skate, olahraga dan aktivitas yang sangat populer saat ini yang menarik bagi setiap usia. Baik menyenangkan maupun stylish
Namun, jika terlalu bersemangat atau tidak mempersiapkan tubuh dengan cukup, bisa menyebabkan cedera, kecelakaan, dan bahkan harus pergi ke rumah sakit. Oleh karena itu, memahami dan mempersiapkan diri sebelum bermain Surf Skate adalah hal yang tidak boleh diabaikan.
Mengenal Surf Skate
Surf Skate (Surf Skate) adalah olahraga di atas papan yang merupakan kombinasi antara skateboard dan olahraga surfing. Gerakannya menggunakan putaran tubuh, menggunakan lengan dan pinggul untuk bergerak maju dan mengubah arah. Roda depan dapat berputar lebih banyak dibandingkan dengan Skateboard yang menggunakan dorongan kaki untuk bergerak dan dirancang untuk melakukan trik seperti melompat, dll.
Cedera dari Surf Skate
Olahraga Surf Skate dapat menyebabkan dua jenis cedera utama yaitu, yang disebabkan oleh permainan dan kecelakaan. Jika terjadi kecelakaan, bisa begitu parah hingga memerlukan operasi.
- Cedera dari bermain Surf Skate. Karena harus menggunakan keseimbangan, memutar tubuh, dan mengayunkan pinggul sepanjang waktu, pemain baru bisa mengalami kelelahan otot dan persendian, termasuk sakit punggung, sakit pinggang, sakit bokong, pegal paha, serta lutut dan pergelangan kaki.
- Cedera akibat kecelakaan Surf Skate sering terjadi akibat jatuh, benturan, seperti olahraga skateboard yang dapat menyebabkan cedera seperti keseleo, memar, lecet, atau bahkan ligamen robek, patah tulang, atau gegar otak. Cedera ini dapat ditemukan di seluruh bagian tubuh.
Bagian tubuh yang rentan cedera dari Surf Skate
Bagian tubuh yang sering kali mengalami cedera adalah:
- Pergelangan tangan
- Lengan
- Siku
- Pundak
- Pinggul
- Lutut
- Kaki
- Pergelangan kaki
- Kepala
Penyebab cedera dari Surf Skate
- Kekurangan teknik dan keterampilan bermain
Pemain baru mungkin belum terbiasa atau memahami cara bermain, sehingga keseimbangan atau kontrol papan tidak mulus, bisa menyebabkan kecelakaan, kehilangan keseimbangan, jatuh, atau terbentur. Selain itu, beberapa orang yang tidak siap secara fisik, kurang fleksibilitas, kekuatan, dan kelincahan, dapat meningkatkan tingkat keparahan cedera. - Lokasi atau arena tidak cocok
Jika memilih lokasi yang tidak cocok seperti, permukaan kasar, berpasir, genangan air, kemiringan curam, atau ramai, dapat meningkatkan risiko cedera, terutama jika bermain di dekat jalan atau tempat lalu lintas kendaraan. Ini bisa sangat berbahaya bagi pemain dan pengguna jalan lainnya. - Peralatan tidak siap atau tidak sesuai
Jenis papan, truk, dan roda memiliki berbagai macam bentuk. Jika kualitasnya tidak standar, bisa menyebabkan permainan terhambat dan lebih rentan jatuh, cedera. Selain itu, peralatan pelindung juga membantu mengurangi tingkat keparahan cedera, seperti helm pelindung, bantalan siku, bantalan pergelangan tangan, dan bantalan lutut, yang sering dilupakan oleh kebanyakan pemain. - Terpercaya pada diri sendiri berlebihan
Pemain yang berpengalaman mungkin ingin melakukan trik yang menantang atau bermain di area berkemiringan tinggi, yang meningkatkan risiko cedera dan menambah tingkat keparahan cedera.
Cedera serius dari Surf Skate
Setelah Surf Skate menjadi tren di Thailand, jumlah pasien yang cedera dari olahraga ini hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit meningkat, dengan cedera serius yang ditemukan termasuk kecelakaan akibat kehilangan keseimbangan, jatuh, atau benturan. Jika bermain di jalan dengan lalu lintas, bisa jadi parah bahkan menyebabkan kematian.
Contoh cedera serius dari olahraga Surf Skate meliputi:
- Cedera kepala seperti kepala luka, tengkorak retak, otak terguncang, atau pendarahan dalam otak
- Patah tulang seperti pergelangan tangan patah, siku patah, tulang bahu patah, tulang selangka patah, pinggul patah, patela retak, pergelangan kaki patah
- Sendi terkehel seperti bahu terkehel, siku terkehel, patela terkelupas pada lutut
- Ligamen robek seperti ligamen bahu robek, ligamen siku robek, ligamen lutut atau ligamen krusiat anterior lutut robek

Pertolongan pertama jika terjadi cedera
Jika terjadi cedera dari olahraga Surf Skate, bisa memberikan pertolongan pertama segera dengan prinsip P.R.I.C.E.
- P – Protect yaitu melindungi agar tidak terjadi cedera yang lebih berat seperti menggunakan pengait lengan, membalut area yang cedera, atau menggunakan tongkat untuk mengurangi beban
- R – Rest yaitu istirahat dari bermain dan penggunaan untuk memberi waktu tubuh pulih dan memperbaiki area yang cedera, disarankan beristirahat 2 – 3 hari
- I – Ice yaitu kompres dingin, dapat mengompres area yang sakit bengkak atau memar selama 15 – 20 menit, dapat dilakukan sering sesuai kebutuhan
- C – Compression yaitu menggunakan perban elastis di sekitar area yang cedera untuk mengurangi pembengkakan dan membatasi gerakan
- E – Elevation yaitu meninggikan, dengan cara mengangkat area yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan
Cedera dari Surf Skate yang perlu konsultasi dokter
- Kepala terbentur mengalami gejala bingung, ingatannya hilang, mual, muntah, atau pingsan sesaat, bisa jadi tanda dari gegar otak atau kemungkinan ada perdarahan di otak
- Sakit, bengkak, bentuk tidak normal pada tulang dan sendi kemungkinan terlepasnya sendi atau patah tulang
- Sakit berlanjut selama bermain, setelah berlatih, dan tidak membaik setelah istirahat, bisa bukan kelelahan atau memar biasa, melainkan cedera yang lebih parah dari yang diperkirakan
- Sendi tidak stabil, longgar, atau berubah arah saat berjalan dan lutut terlipat bisa jadi tanda ligamen robek, seperti ligamen krusiat anterior lutut robek akibat jatuh atau kecelakaan lutut berputar
Mempersiapkan bermain Surf Skate
- Pilih peralatan berkualitas, dalam kondisi baik, dan dapat digunakan sebagaimana mestinya
- Pakai perlengkapan pelindung seperti helm, pelindung pergelangan tangan, pelindung siku, dan pelindung lutut untuk mengurangi keparahan cedera
- Anak di bawah 5 tahun tidak disarankan bermain, sedangkan anak di bawah 10 tahun sebaiknya diawasi oleh orang dewasa berpengalaman
- Lansia harus lebih berhati-hati karena mungkin memiliki kondisi tulang rapuh atau osteoporosis. Jika mengalami kecelakaan jatuh, cedera menjadi lebih parah terutama pada pergelangan tangan, pinggul, dan tulang punggung
- Pilih lokasi yang sesuai dan aman untuk bermain seperti Skate Park dan hindari bermain dekat jalan dan area yang berkerikil, berpasir, atau genangan air
- Siapkan tubuh sebelum bermain dengan melakukan pemanasan, peregangan, jogging, atau lompat tali untuk meningkatkan fleksibilitas dan kesiapan persendian serta otot
- Latih otot agar tetap kuat, terutama otot yang digunakan saat bermain Surf Skate, seperti otot inti, otot pinggul, otot paha, dan betis, misalnya dengan latihan Plank atau Squat
- Pelajari dan latih teknik dasar permainan, pelajari keseimbangan, bergerak, dan belajar jatuh dengan benar, evaluasi diri dan tidak mengambil risiko berlebihan
- Minum cukup air karena bermain Surf Skate dalam waktu lama di cuaca panas dapat menyebabkan dehidrasi dan berbahaya akibat panas
Olahraga Surf Skate ini mungkin tampak berbahaya, tetapi jika pemain mempersiapkan diri dengan baik dan tidak berisiko melampaui kemampuan fisik, Surf Skate merupakan olahraga yang menyenangkan dan dapat meningkatkan kesehatan tubuh bagi semua usia.
Jika ada yang ingin memeriksa kondisi fisik, menguji keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan otot, serta melakukan latihan pencegahan cedera, Institut Kedokteran Olahraga dan Latihan Rumah Sakit Bangkok (BASEM) memiliki program Sport Performance yang dirancang khusus untuk olahraga masing-masing. Atau jika terdapat cedera akibat bermain Surf Skate, bisa mendapatkan perawatan, rehabilitasi, atau operasi dari tim dokter spesialis kedokteran olahraga seperti ortopedi dan rehabilitasi fisik, yang siap memberikan rekomendasi sesuai standar pusat keunggulan medis dari Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA, untuk memulihkan kepercayaan diri pemain di atas papan.






