Ketika berat badan naik tanpa sebab yang jelas, tubuh bengkak, merasa gemuk dan tidak nyaman, banyak orang sering curiga apakah ini disebabkan karena kelenjar tiroid yang tidak berfungsi atau obesitas. Oleh karena itu, memeriksakan kesehatan ke dokter untuk memastikan dan memahaminya dengan benar sebelum memulai pengobatan sangat penting agar mengetahui penyebab sebenarnya dan dapat merawat diri dengan cara yang tepat.
Tiroid dan Obesitas
Tiroid berfungsi memproduksi hormon penting yang mengatur metabolisme dan menjaga suhu tubuh. Jika tiroid tidak berfungsi dengan baik, sistem dalam tubuh pun tidak akan bekerja dengan sempurna. Ada berbagai jenis penyakit tiroid, namun yang disebabkan ketidakseimbangan hormon yang mempengaruhi metabolisme terutama ada 2 jenis yaitu:
- Hipotiroidisme (Hypothyroid) yaitu ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon lebih sedikit dari biasanya. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan hormon sehingga metabolisme lebih lambat dari yang seharusnya. Akibatnya terjadi penambahan berat badan tanpa sebab yang jelas, bengkak, mudah gemuk, mudah lelah, sering mengantuk, kulit kering, dan mudah merasa dingin.
- Hipertiroidisme (Hyperthyroidism) atau tiroid yang terlalu aktif adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon lebih banyak dari yang seharusnya. Hal ini menyebabkan tubuh mendapatkan hormon berlebih sehingga metabolisme berjalan lebih cepat dari biasanya. Dampaknya adalah penurunan berat badan, mudah merasa lapar, makan banyak tetapi tidak gemuk, mudah lelah, sering buang air besar, tangan gemetar, berdebar-debar, dan mudah merasa panas.
Oleh karena itu, kondisi tiroid yang berhubungan dengan obesitas adalah hipotiroidisme (Hypothyroid) karena penurunan metabolisme dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Namun, ini tidak berarti bahwa semua orang yang gemuk pasti mengalami masalah tiroid, dan mereka yang kehilangan banyak berat badan tidak memiliki hubungan dengan tiroid.
Selain itu, ada juga kelainan kelenjar tiroid lain yang dapat ditemukan seperti nodul tiroid, tumor tiroid, tiroiditis akibat infeksi virus atau bakteri, pembesaran tiroid. Anda sebaiknya memeriksa gejala tiroid awal sendiri.
Penyebab Tiroid
Ada berbagai penyebab terjadinya gangguan tiroid, yaitu:
- Gangguan sistem imun tubuh dapat merangsang aktivitas tiroid yang berlebihan atau kurang, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan pada tubuh.
- Ibu setelah melahirkan mungkin mengalami tiroiditis postpartum.
- Genetika dari anggota keluarga.
- Beberapa obat dapat mempengaruhi fungsi tiroid, seperti obat untuk mengatasi aritmia atau beberapa obat kanker.
- Defisiensi iodin.

Pemeriksaan Diagnosis Tiroid
- Mewawancarai riwayat medis
- Pemeriksaan fisik
- Palpasi kelenjar tiroid
- Tes darah untuk memeriksa kadar hormon dan antibodi tiroid
- Pemeriksaan ultrasound
- Biopsi jarum halus tiroid (Fine Needle Biopsy)
Pengobatan Gangguan Tiroid
Pengobatan tergantung pada gejala dan tingkat keparahan pasien , yaitu:
- Jika fungsi tiroid tidak normal, dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat untuk menormalkan fungsi tiroid.
- Jika ada kista di tiroid, bisa diatasi dengan Aspirasi atau Percutaneous Ethanol Injection
- Jika ada kanker tiroid, operasi untuk mengangkat tiroid diperlukan
Pencegahan Tiroid
- Konsumsi makanan bergizi terutama makanan laut yang kaya iodin
- Berolahraga secara teratur
- Hindari merokok dan minum alkohol
- Istirahat yang cukup
- Hindari stres
Jika menderita tiroid dan dibiarkan tanpa diobati, bisa menjadi lebih parah, menyebabkan aritmia atau bahkan gagal jantung. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mengobati tiroid secepat mungkin






