Penyakit paru-paru adalah kondisi yang umum ditemukan. Diagnosis dapat dilakukan melalui gejala, pemeriksaan darah, pemeriksaan dahak, dan pemeriksaan radiologi di dada. Sebagian besar bisa diidentifikasi melalui sinar-X biasa untuk mengetahui penyebab penyakit dan memberi pengobatan. Namun, pada beberapa kasus, dokter memerlukan informasi lebih lanjut dengan melakukan pemindaian komputer (Computer Scan atau CT Scan) atau tes fungsi paru-paru. Untuk kasus di mana pasien memerlukan biopsi untuk diagnosis yang jelas, biopsi dilakukan dengan bronkoskopi. Pada kasus di mana penyakit berada di jaringan paru-paru, diperlukan operasi thorakotomi untuk mengambil jaringan tersebut.
Belakangan ini, dengan kemajuan dalam kedokteran, penggunaan jarum aspirasi untuk mengambil biopsi (Needle Aspiration atau Biopsy) semakin umum. Biasanya dilakukan pada kasus tumor. Jika ukuran tumor kecil, ultrasound atau CT-Scan digunakan untuk memastikan jarum mengarah ke tumor dan hasilnya lebih efektif. Jika tidak bisa dilakukan, jaringan diambil dengan membuka lubang di dinding dada dan menggunakan thorakoskopi yang serupa dengan perawatan penyakit paru-paru. Sebagian besar perawatan adalah dengan obat-obatan; hanya sedikit yang memerlukan operasi. Umumnya, kasus ini merupakan tumor, terutama kanker paru-paru, yang pada masa lalu memerlukan pembukaan dada untuk mengangkat tumor. Selain itu, ada operasi untuk mengangkat bleb atau bullae, menambal bleb yang pecah, atau menangani pneumotoraks.
Mengenal THORACOTOMY
Thoracotomy adalah pembedahan untuk membuka rongga dada yang melibatkan organ seperti paru-paru, jantung, dan lainnya. Pembukaan dada dalam pembedahan Thoracotomy biasanya dilakukan dengan dua cara: melalui sternotomi median di bagian tengah atau pendekatan lateral di sisi tubuh.
Reseksi Paru-paru (Lung Resection) Sebelum memahami prosedur ini, kita perlu mengetahui anatomi paru-paru. Ketika bronchus utama masuk ke paru-paru kiri dan kanan, mereka akan menyuplai lobus paru-paru atau bronkus lobaris. Selain dibagi antara kiri dan kanan, paru-paru kanan terbagi menjadi 3 lobus dan paru-paru kiri menjadi 2 lobus. Setiap lobus disuplai oleh segmen bronkus yang secara medis disebut segmen dengan masing-masing sisi memiliki 10 segmen. Paru-paru kiri, di bagian lobus atas dan bawah, masing-masing memiliki 5 segmen. Paru-paru kanan, dengan 3 lobus, memiliki 3 segmen di lobus atas, 2 segmen di lobus tengah, dan 5 segmen di lobus bawah.
Berapa banyak paru-paru yang akan diangkat ditentukan oleh dokter. Jika satu sisi paru-paru (kiri atau kanan) diangkat sepenuhnya, ini disebut Pneumonektomi. Faktor yang menentukan seberapa banyak paru-paru yang harus diangkat bukan hanya ukuran tumor dan sifat selnya, tetapi juga posisi tumor terhadap bronkus. Jika tidak terkait dengan bronkus dan tumor berukuran kecil, maka bisa dilakukan Wedge Resection atau biopsi jaringan. Jika tumor berada di bronkus segmen, maka dilakukan Reseksi Segmen (Segmental Resection). Jika berada di lobus bronkus, maka dilakukan Lobektomi. Namun, jika tumor mencapai bronkus utama kiri atau kanan, maka perlu dilakukan Pneumonektomi.
Pembedahan Paru-paru dengan Teknik Minim Invasif
Pembedahan paru-paru dengan teknik minim invasif disebut Video Assisted Thoracic Surgery (VATS) dan telah menjadi semakin umum. Saat ini, pembedahan ini menggantikan Thoracotomy konvensional terutama pada resektional segmental, tetapi dokter yang berpengalaman mungkin dapat melakukan Lobektomi. Jika dibandingkan dengan Thoracotomy, teknik ini memiliki bekas luka yang lebih kecil, risiko lebih rendah, rasa sakit lebih sedikit, waktu pemulihan di rumah sakit lebih singkat, dan waktu pulang ke rumah serta kembalinya ke aktivitas lebih cepat. Risiko komplikasi besar pasca bedah jauh lebih rendah, yaitu tidak lebih dari 5%, dibandingkan dengan hingga 30% pada Thoracotomy. Saat ini, teknik ini telah berkembang lebih jauh dalam pembedahan saluran pencernaan, tulang belakang, dan jantung.



