“Sendi lutut” berfungsi menahan berat badan hampir sepanjang waktu, baik itu dalam berjalan, berdiri, duduk, atau melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Semua ini dapat memengaruhi lutut, misalnya duduk bersila, duduk bersila dengan kaki disilangkan, duduk jongkok secara teratur, berolahraga, bermain olahraga, atau tergelincir jatuh. Semua ini dapat menyebabkan masalah sendi lutut pada siapa saja, tidak peduli usia atau jenis kelamin, dan jika dibiarkan dan tidak segera diobati, dapat menyebabkan kondisi osteoartritis lutut.
Mengenal sendi lutut
Sendi lutut terdiri dari tulang paha, tulang kering, dan tempurung lutut. Selain itu, ada organ penting seperti tulang rawan dan cairan sinovial sendi lutut yang berfungsi menahan gerakan sendi lutut. Ada juga ligamen di sekitar sendi lutut, ligamen cruciat posterior, yang berada di dalam untuk membantu menstabilkan lutut dan meniskus, yang berfungsi menahan benturan pada area lutut, menyerap dan menyebarkan tekanan dari berat tubuh.
Penyebab nyeri lutut
Nyeri lutut dapat disebabkan oleh berbagai alasan, baik itu
- Ligamen Jika ada penggunaan yang berulang-ulang, misalnya atlet yang sering menggunakan lutut secara berulang-ulang, bisa menyebabkan ligamen tempurung lutut bekerja keras sehingga mengalami inflamasi atau terjadi kecelakaan selama berolahraga atau latihan. Benturan kuat saat berkompetisi, jatuh dengan lutut miring dapat menyebabkan ligamen di sekitar sendi lutut atau ligamen cruciat internaslah di dalam robek, menyebabkan nyeri bengkak lutut dan sendi lutut menjadi tidak stabil.
- Tulang rawan juga bisa menjadi penyebab nyeri lutut, yang umum terjadi, misalnya tulang rawan tempurung lutut. Bisa juga disebabkan oleh inflamasi atau penggunaan yang berulang-ulang atau benturan yang berulang-ulang, menyebabkan inflamasi atau keausan di area tulang rawan atau akibat menekuk lutut, sering duduk jongkok, menggunakan lutut saat naik turun tangga dengan otot di sekitar pinggul dan kaki yang tidak cukup kuat, sehingga menyebabkan pasien merasakan nyeri pada lutut. Jika terjadi cedera yang parah, tulang rawan bisa terpecah-pecah menjadi serpihan yang menyangkut dalam sendi lutut (Loose Body).
- Meniskus Masalah pada meniskus dapat disebabkan oleh degenerasi meniskus seiring penggunaan dan usia. Jika dibiarkan dan tidak diobati, tulang rawan akan mengalami gesekan terus-menerus, menjadi semakin aus, mengakibatkan osteoartritis. Faktor lain bisa termasuk jatuh atau tergelincir bisa membuat meniskus yang sudah melemah lebih rentan terhadap robekan parah. Dalam orang yang lebih muda tanpa masalah degenerasi meniskus, kecelakaan atau cedera saat berolahraga dapat menyebabkan robekan meniskus dan gejala nyeri lutut pada semua usia dan jenis kelamin.
- Kondisi osteoartritis lutut juga memunculkan nyeri, yang biasanya dimulai dengan nyeri di dalam sendi lutut. Jika kerusakan menjadi lebih serius, nyeri akan dirasakan di seluruh lutut, yang bisa disebabkan oleh cedera di berbagai bagian dalam sendi lutut seperti ligamen atau meniskus dan dibiarkan tanpa pengobatan tepat waktu.

Gejala nyeri lutut
Gejala nyeri lutut biasanya tumpang tindih dan tidak bisa ditentukan langsung dari luar. Dokter akan mengevaluasi gejala pasien dan mendiagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik lebih lanjut. Namun, jika dicurigai ada cedera yang serius pada sendi lutut, MRI bisa membantu menentukan tingkat keparahan dan memberikan diagnosis yang akurat sesuai lokasi. Jika pasien mengalami gejala abnormal seperti
- Ada rasa sakit atau nyeri abnormal di lutut Mengalami masalah saat meluruskan atau menekuk lutut, mengalami kesulitan berdiri atau menahan berat secara penuh.
- Rasa sakit, bengkak, panas di area lutut merupakan tanda peradangan pada lutut.
- Nyeri kronis yang tidak hilang Minum obat umum tidak membantu atau mengurangi aktivitas untuk mengurangi dampak pada lutut tidak membuatnya lebih baik. Sebaiknya segera temui dokter.
Pengobatan nyeri lutut akibat robekan meniskus
Saat ini, pengobatan nyeri lutut akibat robekan meniskus menggunakan tindakan bedah minimal invasif melalui sayatan kecil. Robekan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti robekan berbentuk saku, robekan longitudinal, atau menonjol dan bergesekan dengan tulang sendi lutut, menyebabkan rasa sakit atau gesekan saat menggerakkan lutut. Robekan tergantung pada berbagai faktor. Pasien dapat mengalami robekan meniskus dalam berbagai bentuk atau salah satunya. Pengobatan dilakukan dengan menjahit dengan alat melalui kamera, di mana dokter membuat lubang kecil pada lutut sekitar 2 – 3 lubang (tergantung pada bentuk robekan meniskus) untuk membantu membuat luka lebih kecil, nyeri lebih sedikit, kehilangan darah minimal, dan cedera jaringan di sekitar lutut sedikit sehingga pasien dapat pulih lebih cepat. Setelah pembedahan, dokter akan memberikan fisioterapi untuk mengurangi nyeri dan bengkak serta memperkuat otot-otot kaki secara keseluruhan, melatih meluruskan dan menekuk lutut, serta latihan jalan. Perlengkapan Alter – G juga dapat digunakan untuk membantu memulihkan otot dan menyeimbangkan jalan. Program fisioterapi dan latihan setiap pasien akan berbeda, tergantung pada gejala spesifiknya.

Pencegahan nyeri lutut
Pencegahan nyeri lutut dapat dilakukan dengan memperkuat otot. Orang yang memiliki berat badan berlebih sebaiknya menurunkan berat badan, dan menghindari posisi yang berisiko seperti menekuk lutut, duduk membungkuk, berlutut, bersila, dalam waktu yang lama.
Selain itu, dapat melakukan latihan khusus terutama untuk otot paha dan pinggul, antara lain:
- Latihan angkat kaki lurus (Straight Leg Raising) Duduk di kursi dengan punggung tegak, angkat kaki, lutut lurus, tahan, hitung 1 – 10 per set untuk melatih otot paha.
- Squat Lebarkan kaki sejajar bahu, bisa mengangkat lengan untuk menyeimbangkan tubuh, punggung lurus dan otot perut kencang, turunkan pantat dan tekuk lutut, usahakan lutut tidak melewati jari kaki, tekuk lutut hingga 90 derajat. Bagi yang mengalami nyeri lutut, disarankan menekuk lutut hingga 45 – 60 derajat yang disebut Half Squat, lakukan 10 kali per set.
- Lunges Latihan dengan menekuk kaki untuk melatih otot paha dan pinggul mirip dengan squat, tetapi melakukannya dengan melangkah ke depan dan menekuk lutut secara berurutan.
Nyeri lutut mungkin bukan hanya masalah osteoartritis. Jika mengalami gejala seperti disebutkan di atas, sebaiknya temui dokter untuk mendapatkan pengobatan dan mengatasi masalah dari awal.






