Penyakit sistem pernapasan dan penyakit paru adalah penyakit yang paling umum ditemukan, menyebabkan pasien sering mengunjungi dokter dan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Selain itu, penyakit ini memerlukan pengobatan penyakit kronis karena disfungsi paru, yang mengakibatkan gejala sesak nafas dan kesulitan bernapas.
Fungsi Paru-Paru
Tubuh memerlukan oksigen untuk kelangsungan hidup. Oksigen yang ada di udara masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan. Oksigen mengalir melalui hidung, tenggorokan, dan bronkus hingga mencapai paru-paru dan menyerap ke dalam aliran darah yang mengalir ke paru-paru untuk menyediakan oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu, darah juga membawa limbah tubuh berupa karbon dioksida ke paru-paru untuk dikeluarkan melalui pernapasan. Pertukaran kedua gas ini memerlukan paru-paru yang berfungsi normal. Jika paru-paru tidak berfungsi normal, akan menyebabkan gejala mudah lelah dan kesulitan bernapas, karena tubuh memerlukan lebih banyak usaha untuk bernapas guna mendapatkan oksigen yang cukup. Pada akhirnya, bisa berakibat kematian akibat kekurangan oksigen atau penumpukan karbon dioksida dalam darah, yang menyebabkan kondisi asidosis karena pernapasan tidak mencukupi. Sistem pernapasan dan paru-paru adalah organ yang rentan terhadap penyakit dan penurunan fungsi.
Degenerasi Paru-Paru
Sistem pernapasan dan paru-paru seperti organ lainnya, mengalami degenerasi seiring usia. Biasanya kita bernapas sekitar 300 – 500 cc per kali bernapas, dengan frekuensi sekitar 10 – 20 kali per menit, atau sekitar 5 – 10 liter per menit. Diperkirakan kita bernapas masuk dan keluar sebanyak 8.000 – 12.000 liter per hari. Jika udara yang kita hirup tidak murni, yang disebut udara tercemar, terdapat zat dan gas berbahaya bagi saluran pernapasan. Selain itu, merokok dan bekerja di berbagai jenis pabrik industri menyebabkan polusi berbahaya meningkat, menyebabkan peradangan, saluran pernapasan dan paru-paru menjadi cepat menurun fungsinya atau menyebabkan kanker, terutama di paru-paru. Selain itu, udara juga mengandung patogen, virus, dan organisme lain yang jika terhirup menyebabkan penyakit paru yang umum dijumpai, yaitu tuberkulosis.
Gejala Penyakit Paru
- Mudah lelah
- Batuk kering
- Batuk berdahak
- Batuk berdarah
- Sakit dada
Penyakit Paru yang Umum
-
Tuberkulosis (Tuberculosis)
-
Bronkitis kronis dan emfisema (Chronic Bronchitis and Emphysema atau COPD)
-
Kanker paru (Lung Cancer)
-
Asma bronkial (Bronchial Asthma)
Siapa yang Harus Memeriksa Penyakit Paru
-
Individu dengan gejala pernapasan, termasuk
-
Individu dengan batuk kronis, terutama batuk berdahak atau batuk berdarah
-
Mudah lelah, terutama setelah tes jantung menunjukkan hasil normal atau mengalami mengi
-
Sakit dada, terutama saat bernapas semakin sakit
-
-
Individu dengan faktor risiko tinggi, termasuk
-
Perokok, pengguna narkoba
-
Bekerja di pabrik dengan polusi, mengandung asap, dan gas kimia berbahaya bagi saluran napas
-
Bekerja di tambang, pabrik pemecah batu, pabrik semen
-
Bekerja di lingkungan dengan risiko terpapar radiasi nuklir
-
Pabrik industri yang menggunakan serat asbes, seperti industri mobil, kulkas, dll.
-
Individu yang mendapatkan terapi radiasi di area dada
-
Pasien dengan sistem imun rendah terhadap infeksi
-
Individu yang berdekatan dengan pasien tuberkulosis yang pada tahap menular
-
Pada usia lanjut, pemeriksaan juga bisa dilakukan, karena kanker paru ditemukan pada individu yang tidak merokok atau tidak memiliki faktor risiko, dan peluang sembuh lebih besar jika ditemukan penyakit sebelum muncul gejala



