Bangkok Hospital
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Bangkok Hospital
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo
    CHAT

    Tetaplah saling dekat, jangan kurangi cinta di masa COVID-19

    6 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 17 Dec 2025
    Paket yang direkomendasikan
    Package Image
    Paket Pemeriksaan Kesehatan Pria Lengkap
    Package Image
    Paket Pemeriksaan Kesehatan Pria Lengkap
    Package Image
    Paket Pemeriksaan Kesehatan Longevity untuk Wanita
    Tetaplah saling dekat, jangan kurangi cinta di masa COVID-19
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 17 Dec 2025

    Pada situasi pandemi COVID-19, banyak pasangan dan keluarga memiliki kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Beberapa pasangan terpaksa mengurangi waktu kerja atau bekerja dari rumah. Beberapa pasangan harus kembali ke kampung halaman. Banyak yang melihat ini sebagai waktu yang baik, waktu berkualitas yang semakin sulit ditemukan di masyarakat saat ini. Namun, banyak pasangan mengalami konflik yang menimbulkan stres dan mulai berpikir untuk mengakhiri hubungan, yang bisa terjadi di seluruh dunia.


    Konflik Selama COVID-19

    Sebanyak 12 persen orang Amerika mengakui bahwa mereka lebih sering bertengkar dengan pasangan mereka selama COVID-19. Survei oleh American Psychiatry Association menemukan bahwa pasangan di Amerika Serikat lebih bahagia selama minggu pertama lockdown, tetapi setelah lebih dari sebulan, mereka mulai merasa stres dan berpikir hubungan mereka tidak akan bertahan.

    Di Inggris dan Turki, statistik kekerasan dalam rumah tangga dan permintaan bantuan meningkat secara signifikan selama pandemi COVID-19. Di Tiongkok, negara pertama yang melakukan lockdown ketat, statistik perceraian meningkat dengan cepat. Pada bulan Maret, jumlah pasangan yang mengajukan perceraian di kota Xi’an dan Dazhou mencapai rekor tertinggi. Pada waktu yang sama, kasus perceraian di Shanghai meningkat hingga 25 persen.

    Sementara aturan pemerintah untuk menyelamatkan nyawa individu selama COVID-19 sangat jelas, panduan untuk mempertahankan hubungan agar tidak berakhir tampak samar. Oleh karena itu, penting untuk menemukan alasan mengapa pasangan lebih sering bertengkar selama COVID-19 dan mempelajari cara untuk menangani agar hubungan tidak hancur.


    Hilangnya Nafsu Cinta

    COVID-19 bukanlah masa bulan madu bagi pasangan, tetapi masa sulit bagi umat manusia. Semua orang di dunia terkena dampak COVID-19, merasa stres, tertekan, dan tidak tahu kapan semua keadaan ini akan kembali normal. Stres dan kecemasan kronis mempengaruhi tubuh dan emosi, kesehatan bisa memburuk, tidur tidak teratur, mudah marah, bahkan aktivitas yang biasanya menenangkan seperti bertemu teman atau berolahraga di luar ruangan tidak bisa dilakukan. Ini semua membuat orang merasa tertekan ketika berada di rumah dengan pasangan. Bahkan dengan rencana untuk menggunakan waktu ini bagi keintiman dengan pasangan, kenyataannya COVID-19 malah menurunkan nafsu sebelum hal itu dimulai.


    Tinggal Lebih Dekat Tapi Jangan Kurangi Cinta Saat COVID-19

    Teknik Mengelola Kehidupan Pasangan Agar Bahagia Selama COVID-19

    Mengelola perilaku pasangan yang tinggal bersama selama COVID-19 agar bahagia dapat dilakukan sebagai berikut:

    1) Manage Anxiety Belajar Hidup dalam Kenyataan Sekarang

    Langkah pertama dalam mengatasi masalah adalah menerima bahwa kita berada dalam situasi yang tidak normal. Wajar merasa cemas dan kesulitan dalam menangani masalah yang muncul. Kecemasan hanyalah naluri bertahan hidup dalam menghadapi krisis ini. Hindari terjebak dalam kecemasan yang berkepanjangan tanpa perlu. Konsumsi berita yang sama berulang-ulang sepanjang hari tidak akan menghasilkan hal yang baik.

    2) Communication is King, Komunikasi adalah Segalanya

    Karena kita semua mengalami stres dan tekanan selama COVID-19, pasangan kita juga merasakannya. Metode penyelesaian masalah mungkin berbeda antara kita dengan pasangan. Penting untuk mengamati apakah pasangan kita perlu lebih banyak ruang pribadi atau lebih banyak perhatian. Apapun itu, komunikasi untuk menyampaikan keinginan, perasaan, atau pikiran kepada pasangan menjadi lebih penting daripada waktu-waktu biasanya.

    Prinsip komunikasi yang baik antara pasangan meliputi:

    • i-Message Gunakan kalimat yang mengekspresikan perasaan dan kebutuhan dari sudut pandang diri sendiri. Hindari menggunakan you-message yang fokus pada tindakan pasangan langsung. Komunikasi seperti ini cenderung mengandung nada menuduh dan emosi negatif. Misalnya, “Kamu selalu menempel pada saya, seolah ingin tidak memberi saya waktu luang sama sekali.” Ini dapat membuat orang yang mendengarnya merasa disalahkan dan memicu konflik. Sebaliknya, mengatakan “Aku mencintaimu, tetapi akhir-akhir ini aku perlu waktu sendiri untuk beristirahat dan menyegarkan diri setiap hari.” Menggunakan i-Message menghindari kritik dan konfrontasi, serta mempromosikan emosi positif, cinta, dan perhatian.
    • Hindari Merendahkan Satu Sama Lain Terkadang terlihat tidak seperti masalah, namun sebenarnya komunikasi merendahkan pasangan merupakan indikator utama dari perceraian pasangan. Seseorang mungkin menunjukkan sikap merendahkan pasangan lewat ucapan yang tidak menghormati, sarkasme, ejekan, atau bahkan bahasa tubuh. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa penghinaan lebih berat daripada kritik. Orang yang dihina oleh pasangannya akan merasa tidak berharga dan rendah diri. Terkadang ucapan atau sikap tersebut dilakukan tanpa disadari, seperti, “Oh… benarkah? Kamu pasti capek bekerja. Tapi aku harus mengurus anak seharian, membantu pekerjaan rumahnya saat sekolah tutup, memasak untuk keluarga, dan saat kamu pulang, kamu hanya bermain dengan ponsel. Seperti punya dua anak, ya.”
    • Pujilah Lebih Banyak Daripada Mengkritik Tidak mungkin hubungan hanya dipenuhi dengan kebahagiaan sepanjang waktu. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang menikah lama memiliki momen bahagia minimal 5 berbanding 1 terhadap konflik. Selama COVID-19, tekanan sudah cukup berat. Mengambil keputusan besar yang bisa mengarah ke konflik sebaiknya ditunda jika memungkinkan. Fokuslah pada momen bahagia setiap hari. Jika ada sesuatu yang membuat kamu terkesan dengan pasanganmu, jangan lupa untuk memuji dan memberi semangat.

    3) Adjust to the ‘new’ normal, Mengatur Kehidupan Baru

    Saat ini tidak dalam keadaan normal. Jika masih menjalani hidup tanpa persiapan, risiko masalah dalam hubungan sangat tinggi. Pasangan perlu mengambil peran lebih banyak. Cari waktu yang nyaman untuk masing-masing, duduk dan urai tanggung jawab yang diperlukan, juga harapan dari kedua belah pihak. Jika ada anak atau orang tua lanjut usia yang perlu dirawat, waktu perlu dibagi secara proporsional. Jangan memaksakan diri berlebihan, Anda bukan guru Home School atau perawat profesional. Kebanyakan hal tidak perlu sempurna. Ingatlah bahwa ini bukan waktu yang normal. Abaikan detail kecil yang tidak perlu agar Anda dan pasangan bisa bertahan selama COVID-19 secara berkelanjutan.

    Setelah mengatur jadwal pekerjaan rumah dan tanggung jawab, jangan lupa untuk mengatur waktu pribadi. Semua orang memerlukan waktu sendiri, bukan waktu kerja. Mungkin hanya cukuplah saat istirahat dari pekerjaan di satu sudut ruangan. Menggunakan waktu pribadi tak hanya menyegarkan jiwa, tetapi juga memungkinkan untuk mendapatkan informasi yang bisa dibicarakan kemudian. Selain seks, ada banyak aktivitas lain yang dapat Anda lakukan bersama. Hindari pembicaraan tentang COVID-19 pada pagi hari atau sebelum tidur agar Anda bisa lebih peduli pada hal lain di sekitar dan orang penting di sebelah Anda.

    Meskipun berada dalam ruang yang kecil, membagi ruang dalam rumah atau apartemen dengan baik dapat menguntungkan jiwa. Jika memungkinkan, gunakan satu ruangan sebagai ruang kerja. Jika tidak bisa, membuat zona imajiner untuk memisahkan antara ruang kerja dan ruang istirahat dalam satu ruangan juga bisa efektif. Penggunaan headphone dapat membantu memperjelas batas tersebut. Pergi ke kamar mandi atau duduk di mobil untuk berpikir atau menelepon adalah pilihan lain. Jika Anda memiliki taman, bekerja di luar rumah saat cuaca baik pun dapat mengubah suasana.

    4) It’s okay to ask for help, Meminta Bantuan Itu Tidak Salah

    Saat ini adalah masa sulit bagi semua pasangan. Tetapi, dengan mengelola kecemasan, mempelajari cara komunikasi yang efektif, dan beradaptasi dengan kehidupan baru, pasangan bisa melewati masa ini lebih mudah. Jika masalah terasa sangat berat dan tidak menemukan solusi, atau merasa bahwa beban melebihi batas, berkonsultasi dengan profesional, seperti psikiater atau psikolog, bisa menjadi pilihan untuk meredakan dan mengatasi masalah kesehatan mental atau masalah hubungan.

    Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi

    Bangkok Mental Health Rehabilitation and Recovery Center

    3 – 6th Floor, Building Chiva Transitional Care Hospital, Bangkok Hospital

    Daily 08.00 a.m. – 06.00 p.m.

    (+66) 2310 3751

    (+66) 2310 3752

    (+66) 2310 3521

    (+66) 2310 3522

    (+66) 2310 3013

    [email protected]

    Dokter terkait

    Lihat semua dokter

    Paket dan promosi

    Paket Pemeriksaan Kesehatan Pria LengkapPaket Pemeriksaan Kesehatan Pria Lengkap
    Paket Pemeriksaan Kesehatan Pria Lengkap

    40,000 baht

    90,965 baht

    rincian
    Paket Pemeriksaan Kesehatan Pria LengkapPaket Pemeriksaan Kesehatan Pria Lengkap
    Paket Pemeriksaan Kesehatan Pria Lengkap

    43,000 baht

    105,175 baht

    rincian
    Paket Pemeriksaan Kesehatan Longevity untuk WanitaPaket Pemeriksaan Kesehatan Longevity untuk Wanita
    Paket Pemeriksaan Kesehatan Longevity untuk Wanita

    35,000 baht

    64,425 baht

    rincian
    Lihat paket lainnya

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Krisis Identitas Remaja: Temukan Diri Anda Sebelum Bingung Image
    AI
    Krisis Identitas Remaja: Temukan Diri Anda Sebelum Bingung
    Tanya Jawab tentang Hal yang Membingungkan dari Depresi Image
    AI
    Tanya Jawab tentang Hal yang Membingungkan dari Depresi
    Perundungan dan perundungan siber Image
    AI
    Perundungan dan perundungan siber
    Lihat informasi kesehatan lainnya