
Mengapa orang muda juga bisa terkena? Risiko apa saja yang perlu dikendalikan? Apa saja gejala peringatan penyakit stroke? Jika ada gejala, harus mendapatkan perawatan dalam berapa jam?

Stroke merupakan penyebab kematian nomor dua di Indonesia setelah kanker, yang disebabkan oleh penyempitan, penyumbatan, atau pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga otak kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan. Gejalanya bisa sangat parah hingga menyebabkan kelumpuhan. Ada berbagai metode pengobatan, seperti pemberian obat trombolisis, angioplasti dengan balon, penggunaan stent, dan fisioterapi untuk memulihkan kemampuan fungsi. Kesadaran akan kondisi ini dan mendapatkan perawatan yang cepat dapat mengurangi risiko serta meningkatkan peluang pemulihan yang baik.

Debu PM 2.5 serta polusi udara jenis lainnya berdampak pada berbagai sistem tubuh. Menghindari tempat dengan konsentrasi debu halus yang tinggi, menggunakan pelindung yang sesuai, mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya antioksidan dalam jumlah yang cukup, serta menyadari pentingnya mengurangi polusi udara sangat penting bagi kesehatan kita dan orang yang kita cintai.

Penyumbatan pembuluh darah otak tidak hanya berbahaya dan dapat menyebabkan kelumpuhan parsial atau total, tetapi juga bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Jika berbicara tentang penyakit yang mematikan bagi orang Thailand, salah satunya adalah 'penyakit stroke' yang merupakan salah satu penyebab utama. Menurut statistik, ditemukan bahwa orang Thailand menderita penyakit stroke sebanyak 150,000 orang per tahun, atau dapat dikatakan bahwa orang Thailand menderita penyakit ini 1 orang setiap 4 menit, dan setiap 10 menit ada satu orang yang meninggal akibat penyakit tersebut.

Otak harus bekerja sepanjang waktu. Merawat kesehatan fisik dan mental agar tetap kuat serta mengurangi stres merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga otak agar bekerja dengan baik. Jangan abaikan gejala mulut miring yang merupakan tanda dari 9 juara penyakit otak yang paling umum ditemukan.

Seberapa berisiko gaya hidup Anda terhadap penyakit stroke?