Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Jangan biarkan hidup bergetar karena penyakit Parkinson

    2 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Package Image
    Dr. Apichart Pisarnpong

    Bangkok International Hospital (Brain x Bone)

    Diperbarui pada: 20 ธ.ค. 2025
    Dr. Apichart Pisarnpong
    Dr. Apichart Pisarnpong
    Bangkok International Hospital (Brain x Bone)
    Jangan biarkan hidup bergetar karena penyakit Parkinson
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok International Hospital (Brain x Bone)
    Diperbarui pada: 20 Dec 2025

    Penyakit Parkinson bukan hanya sekadar tremor, tetapi bisa lebih parah dari yang Anda kira. Mari mengenal penyakit Parkinson dari sudut pandang yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya, sekaligus mengamati gejala, diagnosis, dan teknologi operasi stimulasi otak dalam… karena penyakit Parkinson bisa cepat dideteksi, dapat diobati, dan meningkatkan kualitas hidup.

    Penyakit Parkinson lebih sering ditemukan pada lansia. Memiliki pemahaman yang benar sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan, termasuk penanganan yang segera penting untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit dan membantu perawatan diri yang tepat.

    1) Benar atau tidak semua pasien Parkinson harus bergetar

    Kebanyakan orang biasanya mengira semua pasien Parkinson harus bergetar, tetapi sebenarnya 75% dari pasien Parkinson memiliki gejala tremor, sementara 1 dari 4 atau 25% tidak wajib memiliki gejala tremor secara terus-menerus, sehingga meskipun pasien tidak menunjukkan gejala tremor, mereka pun bisa menderita penyakit Parkinson.

    2) Bagaimana gejala Parkinson

    Penyakit Parkinson terdiri dari 4 gejala utama, yaitu:

    • Tremor
    • Rigiditas
    • Gerakan melambat
    • Kehilangan keseimbangan

    3) Bagaimana karakteristik tremor pada penyakit Parkinson

    Karakteristik tremor pada penyakit Parkinson adalah tremor ketika tidak sengaja atau saat istirahat (Rest Tremor), contohnya, pasien menonton TV mungkin mengalami tremor tangan, begitu menggerakkan tangan, tremor akan berhenti.

    4) Apa perbedaan antara Parkinson sejati dan Parkinson palsu

    Penyakit Parkinson disebabkan oleh kerusakan pada sel otak, di mana sel otak yang memproduksi dopamin (Dopamine) yang berfungsi mengontrol gerakan tubuh kehilangan fungsinya. Baik Parkinson sejati maupun Parkinson palsu memiliki kehilangan sel dopamin yang sama, tetapi lokasi kehilangan sel dopaminnya berbeda. Oleh karena itu, pemeriksaan umum seperti tes darah, MRI atau CT Scan tidak dapat membedakan Parkinson sejati dan palsu. Diperlukan pemeriksaan yang disebut PET Scan (F-DOPA PET Scan) untuk memeriksa fungsi atau kerja otak dengan menyuntikkan dopamin (Dopamine) ke dalam pembuluh darah untuk menangkap reseptor sel di otak, kemudian melakukan pemindaian untuk diagnosis. Setelah itu, dilakukan PET Scan bersama dengan FDG – PET Scan atau Glucose PET Scan (F-DOPA PET Scan) untuk memeriksa fungsi bagian otak lainnya. Kedua jenis PET Scan ini membantu membedakan Parkinson sejati dan palsu.

    5) Bagaimana cara penanganan penyakit Parkinson

    Penanganan penyakit Parkinson saat ini, yang terpenting adalah pengobatan. Karena dapat menggantikan dopamin dalam otak pasien. Namun, ketika pasien Parkinson telah menjalani pengobatan untuk waktu yang lama, respon terhadap obat tidak sebaik saat pengobatan baru dimulai. Oleh karena itu, metode penanganan dengan operasi stimulasi otak dalam (Deep Brain Stimulation – DBS) adalah metode penanganan dengan memasang elektroda kecil di bagian dada pasien untuk merangsang bagian dalam otak, mengurangi tremor dan rigiditas, memperbaiki gerakan pasien, serta mengurangi konsumsi obat. Cocok untuk pasien Parkinson yang telah dirawat dengan obat selama bertahun-tahun tetapi respons terhadap obat tidak maksimal. Penanganan dengan operasi stimulasi otak dalam DBS membantu mengontrol penyakit Parkinson lebih baik daripada sebelumnya dan mengurangi kebutuhan obat.

    Data oleh

    Dr. Apichart Pisarnpong, Direktur Departemen Neurologi, Pusat Otak dan Sistem Saraf, Bangkok International Hospital

    Informasi oleh

    Doctor Image

    Dr. Apichart Pisarnpong

    Neurology

    Dr. Apichart Pisarnpong

    Neurology

    Doctor profileDoctor profile

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Penyakit Parkinson - Penyebab, Gejala, Pencegahan, Pengobatan Image
    AI
    Penyakit Parkinson - Penyebab, Gejala, Pencegahan, Pengobatan
    Penanaman Mikrocip di Otak untuk Mengobati Parkinson Image
    AI
    Penanaman Mikrocip di Otak untuk Mengobati Parkinson
    Mengintip 10 Penyakit yang Mempengaruhi Gerakan Jangka Panjang Image
    AI
    Mengintip 10 Penyakit yang Mempengaruhi Gerakan Jangka Panjang
    Lihat informasi kesehatan lainnya