Mesin DXA Scan adalah alat untuk mengukur kepadatan massa tulang dengan menggunakan sinar-X dengan dua tingkat energi rendah. Pasien yang diperiksa akan menerima dosis radiasi yang sangat sedikit, lebih rendah daripada pemeriksaan sinar-X dada biasa. Ini adalah metode yang memberikan hasil yang jelas dan akurat, serta ditetapkan sebagai standar oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk diagnosis osteoporosis.
Jenisalat ukur kepadatan massa tulang
Alat ukur kepadatan massa tulang jenis DXA Scan dibagi menjadi 2 jenis yaitu
- Alat pemeriksaan area tulang pusat (Central Device) digunakan untuk memeriksa area tulang belakang dan pinggul, yang merupakan metode standar untuk diagnosis
- Alat pemeriksaan area tulang lengan – kaki (Peripheral Device) digunakan untuk memeriksa area pergelangan tangan dan pergelangan kaki untuk skrining
Interpretasi Hasil Pemeriksaan
Nilai kepadatan massa tulang yang diukur memiliki satuan massa per luas permukaan tulang (g/sq. cm, gram/per cm persegi). Untuk diagnosis yang akurat, hasil ini harus dibandingkan dengan nilai rata-rata normal pada kelompok orang dewasa muda (young – adult mean) usia 30 – 40 tahun dengan ras yang sama atau serupa. Dinyatakan dalam deviasi standar yang disebut T-score (T) dan digunakan sebagai nilai untuk diagnosis penyakit oleh
- Nilai T score lebih tinggi dari -1 dianggap kepadatan tulang normal
- Nilai T score antara -1 dan -2.5 dianggap osteopenia (tulang menipis)
- Nilai T score di bawah -2.5 dianggap osteoporosis
Jika diperlukan pemeriksaan ulang untuk melihat perubahan kepadatan massa tulang, sebaiknya menggunakan alat yang sama, karena setiap alat dapat menggunakan teknologi pengukuran yang berbeda, memiliki referensi nilai yang berbeda, dan variasi pengukuran yang berbeda, sehingga hasil pemeriksaan tidak dapat dibandingkan. Umumnya tidak dilakukan pemeriksaan ulang kurang dari 1 tahun, karena perbedaan hasil yang terjadi terlalu kecil untuk diinterpretasikan.

Individu yang Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Kepadatan Tulang Secara Teratur
- Wanita berusia 65 tahun dan pria berusia 70 tahun ke atas
- Wanita yang menopause sebelum usia 45 tahun
- Wanita menopause dengan indeks massa tubuh kurang dari 19
- Memiliki riwayat keluarga osteoporosis atau patah tulang akibat osteoporosis
- Pernah mengalami patah tulang pinggul, tulang belakang, atau patah tulang di lokasi lain akibat trauma ringan
- Wanita menopause dan pria berusia lebih dari 50 tahun dengan penurunan tinggi badan lebih dari 3 sentimeter
- Pengguna rokok berat atau alkoholis berat
- Menderita diabetes, penyakit hati kronis, penyakit ginjal kronis, arthritis kronis, gangguan penyerapan gastrointestinal, kolitis kronis
- Menderita penyakit tiroid dan paratiroid
- Pria berusia lebih dari 50 tahun dengan gejala defisiensi hormon androgen
- Wanita menopause yang menderita kanker payudara dan pria berusia lebih dari 50 tahun dengan kanker prostat
- Menggunakan obat tertentu seperti steroid, obat tiroid, obat antiepilepsi, obat kanker, dll.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan
- Harap memberi tahu dokter atau teknisi radiologi jika diduga hamil, pemeriksaan tidak akan dilakukan pada wanita hamil
- Konsultasikan dengan dokter jika pernah menerima bahan radioaktif atau zat kontras untuk CT Scan, mungkin perlu ditunda sekitar 2 minggu
- Pada hari pemeriksaan, dapat makan dan minum seperti biasa
Pemeriksaan DXA Scan
Ganti pakaian dan lepaskan benda-benda logam dari tubuh, lalu berbaring di atas alat pemeriksaan. Pemeriksaan memakan waktu sekitar 10 – 15 menit



