Kembung, Nyeri Perut, Perut Terasa Penuh
Sering Bersendawa, Sakit Perut
Panas di Dada, Sulit Menelan
Gas di Perut, Lapar Sakit, Kenyang Juga Sakit
Lesu
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, itu berarti Anda mungkin sedang menghadapi gastropati atau penyakit refluks asam yang menjadi penyakit populer di kalangan pekerja kantoran saat ini! Jika dibiarkan kronis, ini bisa membawa lebih banyak bahaya tanpa disadari!
Pekerja kantoran tentunya tahu bahwa mengatur kebiasaan makan dapat mengurangi gejala penyakit lambung, seperti makan tepat waktu, berhenti merokok atau minum minuman beralkohol, berhati-hati dalam mengonsumsi obat tertentu secara rutin, seperti obat golongan NSAID seperti aspirin, obat untuk penyakit tulang dan sendi, serta obat pereda nyeri. Mengurangi stres juga bisa membantu meringankan gejala tersebut.
Tetapi yang mungkin kebanyakan orang tidak tahu adalah faktor penyebab utama lainnya dari gastropati dan refluks asam disebabkan oleh infeksi bakteri bernama “Helicobacter Pylori” atau disingkat H. Pylori.
Helicobacter Pylori adalah bakteri yang hidup di lapisan lendir lambung manusia. Bakteri ini telah dilaporkan sejak tahun 1893. Bakteri ini akan meningkatkan produksi asam di lambung melalui sekresi hormon gastrin yang merangsang produksi enzim pencernaan di lambung, menyebabkan gastritis, ulkus peptikum, bahkan dapat menyebabkan “kanker lambung”.
Penularan
Dari studi saat ini, penyebab infeksi H. Pylori belum jelas, tetapi diduga ditularkan melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri, seperti makanan dan air yang tidak bersih, makanan beku yang kurang matang, makanan mentah.
Orang yang terinfeksi bakteri ini biasanya tidak menunjukkan gejala. Hanya 20% yang menunjukkan gejala (sakit perut kronis, nyeri ulu hati, panas di perut, banyak gas)
10% dari orang yang terinfeksi bakteri ini mengalami ulkus lambung
1-3 % dari orang yang terinfeksi bakteri ini mengalami kanker lambung jenis Adenokarsinoma
Dokter biasanya merekomendasikan untuk segera memeriksa infeksi bakteri ini untuk pengobatan dini. Semakin cepat bakteri terdeteksi, semakin mudah perawatannya, yaitu dengan mengonsumsi antibiotik bersamaan dengan obat lambung sesuai petunjuk dokter, menghemat waktu, biaya, dan mengurangi risiko penyakit berat lainnya.
Bagaimana kita tahu jika berisiko terinfeksi H. Pylori dan kapan sebaiknya memeriksa infeksi ini?
- Suka mengonsumsi makanan mentah atau yang tidak dipanaskan dengan baik
- Ditemukan lesi gastritis, terutama gejala gastritis yang tidak merespons pengobatan dengan obat, serta penyakit refluks asam
- Ditemukan lesi ulkus di lambung atau duodenum
- Memerlukan pengobatan dengan aspirin atau obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) dalam jangka panjang
- Memiliki riwayat keluarga dengan kanker lambung
Jika tidak diobati sejak dini, infeksi H. Pylori dapat menyebabkan penyakit apa saja?
- Gastritis
- Ulkus lambung dan ulkus duodenum
- Kanker lambung, orang yang terinfeksi H. Pylori di lambung akan memiliki risiko dua kali mengalami kanker lambung jenis Adenokarsinoma
- Kanker kelenjar getah bening jenis Extranodal marginal zone B-cell di lambung
- Penyakit lain di luar lambung, seperti anemia defisiensi besi / defisiensi vitamin B12 / trombositopenik purpura idiopatik (ITP) yang disebabkan oleh penyakit autoimun
Metode pemeriksaan infeksi H. Pylori dapat dilakukan dengan cara apa saja?
- Menguji napas dan mengukur kadar urea* (Urea Breath Test) dengan sensitivitas 88-95%
- Endoskopi saluran pencernaan atas dengan biopsi (Gastroscope with biopsy urease test)
- Pemeriksaan tinja* (Stool Antigen Assay) dengan sensitivitas 85-95%
- Pemeriksaan darah (Serology Test) dengan sensitivitas 70-90 %
Salam hangat dari
Spesialis Penyakit Saluran Pencernaan
Departemen Saluran Pencernaan dan Hati
Artikel terkait




