Banyak orang mungkin berpikir bahwa demensia hanya terjadi pada orang tua. Namun, demensia sebenarnya dapat terjadi pada semua jenis kelamin dan usia. Gejala seperti sering lupa, kebingungan, perubahan kepribadian, atau perilaku bisa menjadi tanda peringatan bahwa Anda mengalami demensia tanpa menyadarinya!
Periksa sekarang juga! Gejala tidak normal dari demensia
- Kehilangan memori yang sering terjadi dan semakin parah
- Kebingungan
- Perubahan kepribadian dari yang normal
- Perilaku masa bodoh, menarik diri
- Kehilangan kemampuan bekerja atau dalam kehidupan sehari-hari
Ada penyakit lain yang dapat menyebabkan gejala mirip demensia, di mana gejala-gejala ini bisa membaik dengan perawatan. Kondisi tersebut termasuk kekurangan vitamin dan hormon depresi, efek obat tertentu terutama obat tidur, infeksi, dan tumor otak. Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala yang tidak normal, sebaiknya temui dokter untuk skrining dan diagnosis penyebab sebenarnya.
Mengenal “demensia” dengan dokter spesialis
Dr. Kanokwan Watcharasaksilp adalah spesialis dalam bidang otak dan sistem saraf di Pusat Otak dan Sistem Saraf, Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai yang menjelaskan bahwa demensia (Dementia) adalah sekelompok gejala akibat gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh beberapa sel saraf di otak berhenti bekerja, menyebabkan hilangnya koneksi dengan sel lain hingga akhirnya sel otak mengalami degenerasi atau mati. Demensia dapat menyebabkan pasien mengalami masalah dalam berpikir, perilaku, dan kemampuan bekerja dalam kehidupan sehari-hari yang berdampak pada kehidupan, sosial, dan pekerjaan.
Dokter Kanokwan juga menjelaskan bahwa demensia dapat terjadi pada semua jenis kelamin dan usia, dengan lebih sering pada orang tua, dan jarang pada mereka yang berusia kurang dari 65 tahun.
Jenis demensia yang sering ditemukan
- Penyakit Alzheimer
- Demensia vaskular
- Penyakit Lewy body (Lewy body disease)
- Demensia frontotemporal
Saat ini belum ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan demensia yang disebabkan oleh degenerasi atau kematian sel otak. Oleh karena itu, pasien dengan demensia sebaiknya rutin berkonsultasi dengan dokter untuk penilaian kesehatan dan gejala penyakit.
Saran dari dokter spesialis
Demensia dapat dicegah dengan menghindari atau mengelola risiko, meskipun ada faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan yaitu usia, genetika, dan riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Namun, ada faktor risiko yang bisa kita kendalikan dan ubah dengan “Menjaga kesehatan jantung, fisik, dan mental” sebagai berikut:
- Menjaga kesehatan jantung: Mengontrol tekanan, mengurangi lemak, mengurangi manis, berolahraga, dan tidak merokok
- Menjaga kesehatan fisik: Berolahraga membantu meningkatkan aliran darah ke otak, makan makanan sehat, tidur yang cukup
- Menjaga kesehatan mental: Meningkatkan kesehatan mental, menjaga jiwa dengan mempelajari aktivitas baru, menemukan hobi, bersosialisasi, atau bermain permainan yang melatih otak
Namun, jika Anda atau orang terdekat memiliki gejala yang tidak normal, sebaiknya periksa ke dokter untuk penilaian dan perawatan yang tepat. Dengan deteksi dan perawatan dini dapat membantu mengurangi beban pengasuh dan memungkinkan pasien memiliki kualitas hidup yang baik dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan bermartabat.
Salam sejahtera dari
Spesialis dalam bidang otak dan sistem saraf
Pusat Keunggulan untuk Penyakit Otak dan Sistem Saraf | Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Pusat Keunggulan untuk Penyakit Otak dan Sistem Saraf
Tel 052 089 888 Call Center: 1719
” Buka setiap hari pukul 08.00 – 16.00 “





