Bagaimana Cara Tidur yang Baik – Tidur yang Baik Memerlukan Kuantitas dan Kualitas
- Kuantitas yang dibutuhkan pada usia kerja adalah 7-8 jam
- Kualitas yang baik adalah tidur yang berkelanjutan, merupakan siklus alami normal, dan tidak sering terbangun di tengah malam
Apakah Anda Pernah Mengalami Gejala Berikut Ini
- Mendengkur saat tidur
- Berkeringat di malam hari
- Tidur tidak nyenyak dan sangat gelisah
- Terbangun di tengah malam karena tersedak seperti mengalami kekurangan napas
- Merasa tenggorokan kering atau sakit saat bangun tidur
- Sakit kepala setelah bangun tidur di pagi hari
- Perubahan kepribadian atau kurang fokus, sering lupa, dan mudah marah lebih dari biasanya
- Mengantuk atau merasa sangat lelah di siang hari
Kebanyakan orang tidak menyadari adanya gangguan tidur mereka. Seringkali yang mendeteksi adalah pasangan atau orang terdekat, yang mana gejala ini bisa menjadi indikasi dari sleep apnea obstruktif atau OSA.
Apa Itu OSA
- Sleep Apnea Obstruktif atau OSA: Obstructive Sleep Apnea
- Yaitu kondisi dimana pernapasan terhenti sesaat ketika tidur, dengan waktu berhenti bisa dari 10 detik hingga 2 menit
- Orang dewasa bisa mengalami gangguan pernapasan ketika tidur, tetapi tidak lebih dari 5 kali per jam, yang tidak akan menyebabkan masalah lainnya
Siapa yang Berisiko OSA
- Sering ditemukan pada orang yang memiliki berat badan lebih dari normal atau memiliki ciri anatomi yang membuat jalan napas mudah terhalang, seperti otot langit-langit lunak yang kendur, amandel besar, atau rahang bawah yang lebih kecil dari biasanya
- Laki-laki – Berisiko 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan perempuan
- Perempuan menopaus – Risiko lebih dari 3 kali dibandingkan perempuan pramenopause karena hormon wanita (yang membantu mencegah otot-otot saluran napas dan kerongkongan menjadi kendur) berkurang
- Merokok / Alkohol
Bagaimana OSA Berdampak pada Tubuh Kita
- Mengganggu kesehatan fisik dan mental
- Menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari, menurunkan prestasi belajar, mengurangi efisiensi kerja, dan meningkatkan risiko kecelakaan dibandingkan dengan orang normal
- Selain itu, penderita sleep apnea juga berisiko lebih tinggi terkena hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung iskemik akut, gangguan irama jantung, dan obesitas
Metode Diagnosis
Disarankan untuk melakukan Pemeriksaan Tidur (Sleep Lab) untuk menentukan jenis dengkuran dan mengetahui keparahan kondisi apnea yang dialami guna membantu dokter merencanakan perawatan yang lebih baik
Siapa Saja yang Harus Memeriksa Sleep Lab
-
- Pada dewasa, Sleep Lab sebaiknya dilakukan saat mengalami gejala
- Bangun tidur pagi dengan kelelahan dan tidak segar
- Sakit kepala dan ingin tidur lagi secara rutin
- Merasa tidur tidak cukup dan merasa seolah-olah tidak tidur sama sekali, meskipun sudah beristirahat penuh, mudah marah dan emosional
- Mengantuk saat bekerja di siang hari hingga tidak bisa melanjutkan pekerjaan atau tertidur saat bekerja, mengemudi, di kelas, di rapat, membaca buku, menonton film, atau menonton TV
- Tidur tidak tenang dan sangat gelisah
- Kesulitan bernapas atau tidak nyaman bernapas saat tidur, mungkin disertai gejala mirip tersedak air liur
- Terkejut terbangun atau bernapas dengan keras seperti setelah berhenti bernapas
- Tekanan darah tinggi yang penyebabnya tidak jelas
- Kinerja kerja atau hasil belajar menurun karena kantuk, kurang fokus, penurunan perkembangan otak, intelijensi, dan daya ingat
- Bangun tengah malam tanpa alasan atau buang air kecil pada tengah malam tanpa sebab yang jelas
- Pada dewasa, Sleep Lab sebaiknya dilakukan saat mengalami gejala
-
- Pada anak-anak, Sleep Lab sebaiknya dilakukan saat mengalami gejala
- Anak yang memiliki posisi tidur tidak normal seperti suka tidur miring atau tengkurap
- Anak yang kurang konsentrasi pada suatu aktivitas dalam waktu lama (attention deficit disorder), mudah marah, atau melakukan berbagai aktivitas sepanjang waktu
- Anak yang mengompol di malam hari
- Anak yang prestasinya menurun karena kantuk, kurang fokus, penurunan perkembangan otak, intelijensi, dan memori
- Anak usia satu tahun yang diduga mengalami jeda pernapasan saat tidur, memiliki kelainan rongga mulut, hidung, dan tenggorokan
- Anak yang mendengkur atau mengalami kesulitan bernapas saat tidur karena berbagai penyebab seperti amandel besar, adenoid, atau penyempitan saluran napas karena berbagai penyebab
Metode Pengobatan – Pendekatan perawatan harus disesuaikan dengan gejala individu yang meliputi
Mengubah Perilaku Berisiko
- Menurunkan berat badan. Studi menunjukkan bahwa menurunkan berat badan sebesar 10% saja dapat mengurangi frekuensi apnea saat tidur
- Hindari konsumsi alkohol dan obat tidur sebelum tidur karena dapat meningkatkan risiko obstruksi jalan napas selama tidur dan memperpanjang waktu henti napas
- Cobalah tidur menyamping untuk mengurangi keparahan pada beberapa orang
- Pasien yang mengalami obstruksi saluran napas karena masalah sinus atau hidung tersumbat dapat menggunakan semprotan hidung atau obat dekongestan untuk memperbaiki pernapasan saat tidur
- Hindari kurang tidur
Penggunaan Alat Bantu Tekanan Udara Positif (Continuous Positive Airway Pressure, CPAP)
Merupakan perangkat yang membantu menjaga saluran napas tetap terbuka dengan memberikan tekanan udara terus-menerus. CPAP adalah metode pengobatan terbaik untuk sleep apnea, dan pasien harus memakai masker yang menutupi hidung atau mulut yang akan memberikan tekanan cukup untuk mencegah penyempitan jalan napas saat tidur
Penggunaan Perangkat Oral/Dental (Mandibular Advancement Devices, MAD)
Pada pasien sleep apnea ringan, penggunaan MAD membantu menarik rahang bawah ke depan agar jalan napas lebih lebar ketika pasien tidur
Pengobatan melalui Operasi
- Somnoplasty adalah metode perawatan dengan menggunakan frekuensi radio untuk memanasi jaringan lunak pada langit-langit mulut atau uvula untuk memperlebar jalan napas
- Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP) adalah operasi yang mengangkat jaringan, amandel, uvula, dan langit-langit lunak untuk memperlebar jalan napas bagian atas
- Manuver rahang / maksila adalah operasi untuk mengatur ulang tulang rahang pada pasien dengan sleep apnea dan deformitas struktur tulang wajah yang signifikan
- Operasi hidung adalah prosedur bedah pada rongga hidung untuk pasien dengan kelainan struktural seperti deviasi septum yang dapat mempengaruhi pernapasan
Setelah pemeriksaan, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat berdasarkan hasil sleep study dan kondisi individu pasien
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Pusat Kualitas Tidur
Lantai 2 Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai, Tel: 052-089-862 - Pada anak-anak, Sleep Lab sebaiknya dilakukan saat mengalami gejala



