Kami menyadari bahwa ketika kita menarik napas, kita pasti akan menghembuskan napas
Namun bagaimana kita bisa yakin bahwa di setiap malam ketika kita terlelap dalam tidur nyenyak, kita masih akan bernapas—secara teratur?
Dan jika tidak… apa yang akan terjadi pada kita?
Kebanyakan orang biasanya tidak menyadari kelainan saat tidur mereka sendiri. Seringkali orang yang menemukan kelainan tersebut adalah pasangan atau orang terdekat, sehingga gejala “sleep apnea” menjadi ancaman diam-diam yang berbahaya, atau dapat menyebabkan kelainan lain yang berujung pada kematian.
Insiden sleep apnea adalah sekitar 25% pada pria dan 10% pada wanita, terutama pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun. Namun demikian, pasien dapat ditemukan di semua kelompok umur, dan insiden akan meningkat seiring bertambahnya usia. Satu kelompok lain yang sering ditemukan mengalami sleep apnea adalah mereka yang memiliki berat badan berlebih, atau memiliki karakteristik anatomi yang memudahkan obstruksi saluran napas, seperti otot langit-langit yang kendur, amandel yang besar, atau rahang yang lebih kecil dari normal, dan sebagainya.
Kita dapat mengamati gejala “sleep apnea” sendiri (atau meminta orang terdekat untuk membantu mengamati gejala), seperti
1.Mendengkur
2.Berkeringat di malam hari
3.Tidur tidak nyenyak, sering gelisah
4.Terbangun di tengah malam karena tersedak seperti kehabisan napas
5.Merasa tenggorokan kering atau sakit tenggorokan saat bangun tidur
6.Sakit kepala setelah bangun pagi
7.Perubahan kepribadian atau konsentrasi, sering pelupa, lebih mudah marah dari biasanya
8.Mengantuk atau merasa sangat lelah di siang hari
9.Disfungsi seksual
Hanya berhenti bernapas?
Apakah berbahaya, apa lagi yang bisa terjadi pada kita?
Tentu saja, sleep apnea memengaruhi baik kesehatan fisik maupun mental, membuat pasien sangat mengantuk di siang hari, mengurangi efektivitas belajar dan bekerja, serta meningkatkan peluang mengalami kecelakaan dibandingkan dengan orang normal.
Selain itu, ada risiko terkena hipertensi, diabetes, stroke, infark miokard akut, aritmia, dan obesitas.
Mudah didiagnosis hanya dengan tidur di rumah sakit selama 1 malam
Jika Anda mengamati gejala tersebut, Anda dapat membawa pasangan atau orang yang melihat gejala tersebut untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis tidur untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan hanya tidur di kamar pribadi di Pusat Kualitas Tidur selama satu malam, data pernapasan dan fungsi tubuh Anda akan direkam saat Anda tidur. Data ini diproses oleh petugas pemeriksa tidur dan dilaporkan oleh dokter spesialis untuk mendiagnosis gangguan tidur (Polysomnogram, PS) dan menilai tingkat keparahan sleep apnea Anda dengan akurasi tinggi.
Mempersiapkan tas dan kesiapan
- Siapkan piyama favorit, bantal, bantal peluk, selimut, atau peralatan tidur pribadi Anda.
- Cucilah rambut dengan bersih, hindari menggunakan kondisioner dan minyak rambut pada hari pemeriksaan.
- Bawa obat-obatan yang perlu Anda konsumsi secara rutin, kecuali dokter meminta Anda menghentikan jenis tertentu.
- Hindari tidur siang pada hari pemeriksaan tidur dijadwalkan.
- Hindari minuman beralkohol dan kafein (kopi, teh, dan cola).
Ketika sleep apnea ditemukan
Dokter spesialis tidur akan memilih perawatan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan dan karakteristik masing-masing pasien, tergantung pada pola gelombang otak, gerakan mata, gerakan otot, detak jantung, pola pernapasan, dan jumlah oksigen dalam darah pasien.
1.Perubahan perilaku berisiko sendiri
– Menurunkan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa menurunkan berat badan hanya 10% dapat mengurangi frekuensi sleep apnea.
– Hindari minuman beralkohol dan obat tidur sebelum tidur karena dapat memudahkan obstruksi saluran napas saat tidur dan memperpanjang durasi apnea.
– Cobalah tidur dengan posisi miring untuk mengurangi keparahannya pada beberapa kasus.
– Pasien dengan obstruksi saluran napas akibat masalah sinus atau hidung tersumbat, penggunaan semprotan hidung atau dekongestan dapat membantu memperlancar pernapasan saat tidur.
– Hindari begadang.
2. Penggunaan mesin Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) adalah metode paling efektif untuk mengobati sleep apnea. Pasien harus menggunakan masker yang menutupi hidung atau mulut, dan mesin akan menyesuaikan tekanan untuk mempertahankan aliran udara agar tidak menyempit selama tidur.
3. Penggunaan alat gigi/rahang (Mandibular advancement devices, MAD) untuk pasien dengan sleep apnea ringan.
4. Pengobatan dengan pembedahan Dokter akan mempertimbangkan pembedahan, yang memiliki berbagai metode tergantung pada tingkat keparahan dan bagian tubuh yang menyebabkan obstruksi tidur.
Setelah menjalani perawatan, sebagian besar pasien akan memiliki tidur yang lebih berkualitas, yang secara berkelanjutan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dengan hormat dari
Pusat Penyakit Neurologi dan Otak
Tel 052 089 888 atau Tel 1719


