Jenis Pengukuran Gula Darah untuk Diabetes
Pengukuran gula darah untuk diabetes terdapat 2 jenis
Harus diperiksa di rumah sakit saja, penting untuk membantu menilai hasil pengobatan dan mencegah komplikasi jangka panjang dari diabetes seperti kerusakan ginjal, kerusakan mata, sistem kardiovaskular, dan kerusakan saraf perifer
Orang yang pertama kali diperiksa HbA1c untuk skrining diabetes
Nilai normal, orang yang tidak diabetik = kurang dari 5.7 mg%
Orang yang berisiko diabetes = 5.7 – 6.4 mg%
Orang yang diabetes = lebih dari atau sama dengan 6.5 mg%
Untuk orang yang diabetes, target pengendalian diabetes yang baik adalah HbA1c kurang dari 7 mg%
2) Pengukuran Gula Darah Mandiri SMBG (Self Monitoring of Blood Glucose)
Adalah pengukuran gula darah pada saat pemeriksaan, yang dapat dilakukan secara rutin sendiri. Manfaatnya adalah memungkinkan pasien diabetes untuk segera menyesuaikan perawatan diri, misalnya ketika pasien diabetes mengalami hipoglikemia (pusing, gemetar, berkeringat, lapar), mereka dapat menggunakan alat pengukur gula darah untuk memeriksa tingkat gula darah mereka sendiri, dan hasil pengukuran bisa digunakan sebagai referensi dalam mengatasi hipoglikemia. Selain itu, pengukuran gula darah mandiri juga dapat membantu dalam pengendalian gula darah yang tepat.
Target Pengendalian Diabetes Melalui SMBG yang Baik
Pasien diabetes, gula darah sebelum makan = 80 – 130 mg/dL
Gula darah 2 jam setelah makan kurang dari 180 mg/dL
Orang yang tidak diabetik gula darah sebelum makan = 70 – 99 mg/dL
Gula darah 2 jam setelah makan kurang dari 140 mg/dL
Keuntungan Pengukuran Gula Darah
-
Digunakan untuk skrining dan diagnosis pada orang yang menunjukkan gejala atau memiliki faktor risiko diabetes
-
Digunakan untuk memantau kadar gula darah
-
Digunakan untuk menilai hasil pengobatan dan risiko terjadinya komplikasi dari diabetes
-
Digunakan untuk mencegah dan memperbaiki bahaya yang mungkin terjadi segera ketika kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah pada pasien diabetes



