Banyak orang mungkin tidak tahu bahwa hernia adalah penyakit yang dapat kambuh kembali. Hernia bisa muncul kembali di tempat yang sama atau di tempat baru, yang bisa terjadi akibat tekanan di dalam perut meningkat setelah operasi karena pasien sering mengejan saat buang air besar, mengangkat beban berat, dan merokok secara rutin. Selain itu, orang lanjut usia dengan jaringan yang lemah dan orang gemuk juga memiliki kemungkinan untuk mengalami hernia kembali.
Hernia Kambuhan
Hernia dapat terjadi pada pria dan wanita dengan benjolan hernia yang menonjol keluar. Hernia memiliki berbagai jenis yang dibagi berdasarkan organ yang bergerak, termasuk hernia inguinalis, hernia umbilikalis, hernia diafragma, hernia dalam rongga panggul, dan hernia akibat bekas operasi. Jika hernia tidak dapat didorong kembali ke tempat aslinya, bisa berbahaya menjadi hernia yang terperangkap dan akhirnya menyebabkan obstruksi usus. Pengobatan hernia hanya bisa dilakukan melalui operasi, baik operasi terbuka maupun operasi laparoskopi dengan luka kecil. Namun, setelah operasi, pasien tidak boleh mengabaikan perawatan diri, karena hernia bisa kambuh jika tidak dirawat dengan baik. Peningkatan tekanan dalam perut akibat perilaku yang ceroboh dan kegemukan juga dapat menyebabkan hernia kambuh.
Obesitas Berisiko Hernia Kambuhan
Untuk orang yang obesitas, mereka memiliki risiko hernia kambuh dan mungkin di tempat yang sama atau tempat lainnya. Karena orang gemuk akan memiliki perut buncit, yang menyebabkan jaringan dinding perut lebih lemah dibandingkan dengan orang yang tidak gemuk. Oleh karena itu, setelah operasi hernia, jika tidak merawat diri dengan baik, membiarkan berat badan melebihi batas, dan melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan dalam perut, hernia bisa kembali muncul. Khususnya, hernia umbilikalis sering ditemukan pada orang gemuk buncit, baik pria maupun wanita.
Pembedahan Hernia Kambuhan
Pembedahan hernia kambuhan dapat dilakukan dengan:
- Operasi hernia terbuka untuk menempatkan jaring di luar perut. Keunggulannya adalah dapat dilakukan dengan anestesi lokal, sangat cocok untuk pasien yang memiliki penyakit bawaan dan tidak dapat menggunakan obat bius atau anestesi spinal.
- Operasi hernia laparoskopi (Minimally Invasive Surgery: MIS) Dokter akan membuat 3 lubang kecil di dinding perut untuk mengembalikan usus ke posisi semula dan memperkuat otot yang merupakan titik lemah penyebab hernia bergerak keluar dengan Mesh Repair, sebuah jaring sintetis dengan ukuran sekitar 10 x 15 sentimeter (ukuran besar) yang membantu mengurangi nyeri dan kemungkinan hernia kambuh. Operasi biasanya memakan waktu sekitar 45 – 60 menit, bekas luka berukuran kecil 5 – 10 milimeter, nyeri setelah operasi minimal, risiko infeksi berkurang, dan pemulihan cepat.
Tidak ada yang ingin mengalami hernia, terlebih hernia kambuhan yang bisa muncul kembali di tempat yang sama atau wilayah baru. Oleh karena itu, rutin memeriksa kesehatan setiap tahun, berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh, menjaga berat badan agar tetap dalam batas, mengonsumsi makanan tinggi serat, menghindari mengangkat beban berat, berhenti merokok, dan segera menemui dokter jika batuk berlangsung tidak normal dalam waktu lama, tentu akan membantu mencegah kambuhnya hernia.
.jpeg)






