1) Menurunkan berat badan harus berpuasa
Fakta: Jika ingin menurunkan berat badan, kita harus memastikan tubuh mengeluarkan energi atau membakar energi lebih dari energi yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Jadi, menurunkan berat badan atau obesitas harus dilakukan dengan mengatur kalori dari makanan, bukan dengan berpuasa. Rata-rata wanita memerlukan sekitar 2.000 kilokalori dan pria memerlukan sekitar 2.500 kilokalori untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan menjaga berat badan tetap stabil. Jika ingin menurunkan berat badan, disarankan untuk mengurangi kalori dari makanan yang dikonsumsi sebanyak 500 kilokalori sehari, atau menambah kegiatan harian dan aktivitas yang meningkatkan pembakaran kalori sebesar 500 kilokalori juga bisa menjadi cara untuk membantu menurunkan berat badan atau obesitas. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan energi dalam tubuh setiap orang berbeda-beda tergantung jenis kelamin, usia, kebiasaan sehari-hari, dll. Jika tidak yakin berapa banyak makanan yang harus dikonsumsi untuk menurunkan berat badan dengan cara yang sehat, konsultasi dengan ahli mungkin menjadi pilihan yang baik untuk mencapai tujuan lebih baik.
2) Selama menurunkan berat badan, makan hanya ketika merasa lapar
Fakta: Makan tidak pada waktu tertentu atau membiarkan tubuh berpuasa terlalu lama sampai merasa lapar akan merangsang hormon stres yang disebut Kortisol yang akan meningkatkan keinginan makan, terutama makanan yang tinggi gula dan lemak. Makan banyak makanan jenis ini adalah salah satu penyebab mendapatkan energi lebih dari yang dibutuhkan dan bisa menyebabkan obesitas. Oleh karena itu, lebih baik makan sesuai jadwal 3 kali sehari daripada makan ketika lapar.
3) Makan daging tidak membuat gemuk
Fakta: Dalam kondisi normal ketika tubuh tidak dalam kondisi berpuasa atau kekurangan makanan yang parah, tubuh tidak akan mengubah protein menjadi energi atau menggunakan protein sebagai sumber energi karena tubuh sudah mendapatkan energi yang cukup dari karbohidrat dan lemak. Sehingga, makan protein dari daging bukanlah penyebab kegemukan. Namun, karena daging memiliki lemak yang tersembunyi, makan daging yang berlemak atau mengandung banyak lemak bisa menjadi penyebab kelebihan kalori dan menyebabkan kegemukan. Oleh karena itu, jika ingin menurunkan atau mengendalikan berat badan, disarankan untuk mengonsumsi daging yang rendah lemak, seperti dada ayam, tenderloin babi, atau putih telur rebus.
4) Selama menurunkan berat badan, harus makan hanya sayur dan buah
Fakta: Salah satu kunci menurunkan berat badan adalah mengontrol kalori dari makanan yang dikonsumsi agar tidak lebih dari yang digunakan setiap hari. Yang penting adalah mengontrol kalori agar tidak kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Makan hanya sayur dan buah mungkin cukup energi, tapi akan menyebabkan kekurangan nutrisi penting lainnya. Oleh karena itu, tidak disarankan hanya makan sayur dan buah untuk menurunkan berat badan. Selain itu, menambahkan sayur dalam makanan atau mengganti camilan manis dengan buah bisa menjadi pilihan yang lebih baik karena sayur dan buah memiliki serat yang membantu merasa kenyang lebih cepat dan membantu pencernaan. Tapi, tetap perlu berhati-hati untuk tidak memilih buah yang terlalu manis.
5) Selama menurunkan berat badan, harus menghindari karbohidrat
Fakta: Karbohidrat masih merupakan nutrisi utama yang memberikan energi dan penting bagi tubuh. Makan karbohidrat dalam jumlah yang tepat tidak menyebabkan kegemukan. Karena sekarang makanan yang kita konsumsi banyak yang mengandung karbohidrat, ada rekomendasi untuk mengurangi atau menghindari karbohidrat. Namun, karbohidrat bukan satu-satunya penyebab kegemukan. Rekomendasi dasar untuk memilih sumber karbohidrat adalah, bisa makan karbohidrat untuk sarapan dan makan siang tetapi sebaiknya hindari atau batasi pada waktu malam. Jenis karbohidrat sebaiknya pilih karbohidrat kompleks seperti beras merah, oat, atau roti gandum utuh karena akan meningkatkan kadar gula darah perlahan dan membuat kenyang lebih lama, mengurangi nafsu makan dan rasa lapar. Untuk malam hari, disarankan fokus pada makanan berprotein dan sayuran hijau sebagai pengganti kelompok makanan berkarbohidrat untuk membantu menurunkan berat badan.
6) Makan cepat atau lambat tidak mempengaruhi penurunan berat badan
Fakta: Memperlambat waktu makan dan mengunyah makanan lebih banyak dapat membantu menurunkan atau mengendalikan berat badan dengan lebih baik. Mengunyah makanan lebih baik dan makan perlahan akan merangsang dan mengirimkan sinyal ke otak bagian tengah yang bertanggung jawab mengatur rasa lapar dan kenyang, membuat kenyang lebih cepat. Selain itu, mengunyah makanan lebih baik juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih efisien.
7) Makanan dengan label rendah atau bebas lemak berarti tidak memiliki kalori
Fakta: Ketika membaca label nutrisi, perlu memperhatikan detail atau komposisi makanan, termasuk jumlah protein, mineral, dan aditif lainnya, bukan hanya melihat jumlah kalori total atau lemak saja. Makan makanan rendah lemak atau bebas lemak mungkin membantu mengurangi kalori lebih dari makanan biasa, tapi beberapa makanan rendah lemak mungkin memiliki kandungan nutrisi yang lebih rendah dari makanan biasa. Selain itu, mungkin memerlukan penambahan tepung, garam, atau gula untuk meningkatkan rasa setelah lemak dihilangkan. Jadi, memilih makanan dengan hanya mempertimbangkan jumlah lemak mungkin bukan cara yang terbaik.
8) Latihan angkat beban membuat tubuh kekar dan tidak membantu menurunkan berat badan
Fakta: Berat badan di timbangan menunjukkan berat lemak, otot, dan tulang. Penurunan berat badan yang benar adalah mengurangi porsi lemak dalam tubuh. Pada pria, sebaiknya tidak lebih dari 28% dan wanita tidak lebih dari 32%. Oleh karena itu, latihan angkat beban akan meningkatkan massa otot dan mengurangi persentase lemak. Otot akan membantu meningkatkan pembakaran energi dalam tubuh dengan meningkatkan BMR atau Basal Metabolism, yang berarti tingkat kebutuhan pembakaran energi tubuh sehari-hari atau jumlah kalori minimum yang diperlukan setiap hari. Ini berdampak positif pada kesehatan. Olahraga untuk memperkuat otot, seperti angkat beban dan push-up, membantu membangun massa dan kekuatan otot. Memiliki massa otot dari olahraga yang tepat sangat membantu dalam mengurangi dan mengendalikan berat badan. Jika berolahraga dengan baik, otot tidak akan menjadi terlalu besar dan mengubah proporsi tubuh seperti yang dikhawatirkan.
9) Makanan vegetarian membantu menurunkan berat badan
Fakta: Makanan vegetarian bukanlah makanan untuk menurunkan berat badan. Makanan untuk menurunkan berat badan adalah mengonsumsi proporsi protein, lemak, dan karbohidrat yang sesuai dengan kebutuhan energi. Beberapa makanan vegetarian memiliki karbohidrat dan lemak tinggi yang juga bisa menyebabkan kegemukan.
10) Suplemen diet efektif menurunkan berat badan dengan cepat
Fakta: Menurunkan berat badan yang baik dan cepat harus dilakukan dengan berolahraga secara teratur, cukup istirahat, dan mengonsumsi makanan yang tepat. Suplemen yang memiliki penelitian mendukung peningkatan pembakaran lemak, seperti L-Carnitine, Irvingia Gabonensis, atau Yerba Mate. Mengonsumsi suplemen yang tepat secara individual bisa membantu menurunkan berat badan lebih baik dibandingkan dengan hanya mengatur pola makan dan olahraga saja. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen untuk membantu menurunkan atau mengendalikan berat badan. Saat ini, belum ada penelitian atau bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa hanya menggunakan suplemen bisa menurunkan berat badan dengan sendirinya. Biasanya, orang yang mengonsumsi suplemen untuk penurunan berat badan juga menjaga pola makan atau berolahraga sehingga melihat hasil penurunan berat badan dari keseluruhan usaha. Menggunakan suplemen yang sesuai individu dapat membantu lebih dari sekadar mengatur pola makan dan olahraga.



