Tahukah Anda bahwa biasanya dalam urine kita terdapat sel darah merah!
Secara fisiologis, tubuh kita biasanya mengeluarkan sel darah merah dalam urine sekitar 1.000.000 sel per hari. Ketika urine diputar di laboratorium dan dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran sedang (HPF), akan ditemukan sekitar 1-3 sel darah merah. Oleh karena itu, jika jumlah sel darah merah melebihi 3 sel, akan dianggap tidak normal. Namun, nilai-nilai ini dapat diandalkan jika urine dikumpulkan dengan cara yang benar juga.
Persiapan Lansia untuk Pemeriksaan Kesehatan Tahunan
Saat orang lanjut usia melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan, hal yang perlu dipersiapkan adalah:
- Mandi dan membersihkan area kelamin sebelum mengumpulkan urine. Hindari penggunaan bedak di area kelamin karena dapat menyebabkan hasil pemeriksaan urine menjadi salah.
- Jika sedang menstruasi, mengalami pendarahan dari vagina karena alasan apapun, atau mengalami infeksi peradangan di saluran ginekologi, sebaiknya menunda pemeriksaan. Karena darah dari vagina dapat terkontaminasi dalam urine yang dikumpulkan, membuat hasil sulit diinterpretasikan.
- Buang urine pada awalnya, lalu ambil wadah untuk menangkap urine pertengahan volume sekitar 10-15 mililiter. Buang urine akhir ke toilet.
- Tutup rapat wadah urine dan kirimkan untuk pemeriksaan dalam waktu 1 jam. Jika tidak bisa, simpan urine pada suhu 2-8 derajat Celsius tetapi harus dikirim ke laboratorium dalam waktu tidak lebih dari 24 jam.
Hematuria
Hematuria merupakan kondisi terdapatnya sel darah merah dalam urine lebih dari atau sama dengan 3 sel ketika dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran sedang (HPF). Untuk diagnosis yang benar, kondisi ini harus ditemukan setidaknya 2 dari 3 kali pengumpulan urine yang dikirim untuk pemeriksaan. Urine harus dikumpulkan dengan cara yang tepat seperti yang disebutkan di atas.
Bisa dilihat bahwa jika pada pemeriksaan pertama hasilnya tidak normal, pasien tidak perlu cemas terlebih dahulu. Karena jika ada infeksi, demam, kecelakaan, atau setelah berolahraga intens, dapat menyebabkan lebih banyak sel darah merah keluar dalam urine daripada kondisi normal. Ketika faktor-faktor tersebut hilang, pemeriksaan urine ulang akan kembali normal. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ulang 2 kali sesuai jadwal dokter untuk mendapatkan diagnosis yang benar.
***Jumlah sel darah merah yang keluar dalam urine, jika tidak banyak mungkin tidak terlihat urin merah. Namun, jika dalam jumlah banyak, urine dapat terlihat merah atau coklat. Diperkirakan bahwa hanya 1 cc darah yang keluar dalam urine dapat menyebabkan urine terlihat merah.
Gangguan Saluran Kemih
Jika ditemukan sel darah merah terkontaminasi dalam urine dalam jumlah yang melebihi batas normal, dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mendiagnosis penyakit. Umumnya, pasien mungkin memiliki gejala yang menunjukkan gangguan di berbagai bagian saluran kemih seperti: - Demam
- Sakit perut bagian bawah
- Sakit pinggang
- Kencing terasa perih
- Ada endapan atau busa
- Teraba massa di perut
- Bengkak
- Tekanan darah tinggi
- Dan lain-lain
Oleh karena itu, sebaiknya selalu perhatikan karakteristik urine dan gejala pada saluran kemih yang mungkin berhubungan. Jika ada kelainan, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur setiap tahun. Jika ada kelainan, dapat ditangani sejak dini.



