Manusia mencapai perkembangan maksimal pada usia 20 – 25 tahun, setelah itu efisiensi kerja tubuh dan organ mulai menurun, yang terlihat jelas saat mencapai usia lanjut. Hal ini menyebabkan lansia memiliki masalah kesehatan baik fisik, mental, dan penyakit yang lebih sering ditemukan dibandingkan usia lainnya.
Masalah yang sering ditemukan pada lansia
1. Penurunan daya ingat
Karena jumlah sel otak berkurang dan aliran darah ke otak serta kekurangan nutrisi dan beberapa jenis vitamin, lansia mengalami penurunan daya ingat, pelupa, insomnia. Kondisi demensia dapat menyebabkan masalah lain seperti tersesat, kecelakaan, kekurangan nutrisi, infeksi, dll.
2. Depresi
Adalah kondisi yang sering ditemukan pada lansia, terutama pada mereka yang memiliki penyakit fisik kronis, kehilangan kemampuan, dan kurang perhatian dari keluarga. Gejala yang muncul antara lain gangguan tidur, kehilangan minat, perasaan bersalah, kurang konsentrasi, kurangnya nafsu makan. Jika gejalanya parah, dapat menimbulkan pemikiran untuk bunuh diri.
3. Inkontinensia urin
Peradangan pada saluran kemih, vagina, atau saluran kemih yang teratrofi dan meradang serta efek samping penggunaan obat-obatan dan perawatan berbagai penyakit seperti obat penenang, antidepresan, atau obat penurun tekanan darah tertentu, diuretik, dapat menyebabkan produksi urin yang banyak, demikian juga inkontinensi urin kronis akibat kelainan saluran kemih.
4. Jatuh
Terutama pada wanita, tingkat jatuh mencapai 30% setiap tahun dan proporsinya meningkat seiring usia. Kehilangan keseimbangan menyebabkan lansia mudah terjatuh. Penyebab jatuh termasuk aliran darah ke otak yang berkurang, kelumpuhan, pneumonia, iskemia jantung, perubahan lingkungan seperti lantai licin, obat-obatan, dan alkohol adalah penyebab yang sering ditemukan. Insomnia, inkontinensia urin, dan pembengkakan juga menjadi masalah.
Penyebab terpenting adalah kehilangan keseimbangan dan ketakutan akan jatuh. Keseimbangan yang abnormal dapat disebabkan oleh penurunan fungsi akibat usia, penyakit sistem saraf seperti kelumpuhan, sistem saraf otonom dan periferal yang menurun, diabetes, alkohol, kekurangan gizi, dan penyakit otak yang mengatur keseimbangan. Hipotensi postural akibat penggunaan obat-obatan tertentu atau setelah tidur yang terlalu lama serta kondisi psikis seperti stres atau depresi juga dapat berperan.
Jatuh adalah penyebab penting dari disabilitas pada lansia dan dapat menyebabkan komplikasi yang berujung pada kematian. Pencegahan jatuh dengan mengatur lingkungan dalam rumah, menggunakan alat bantu gerak yang sesuai, merawat tulang dan sendi serta merawat penyakit fisik yang mungkin menjadi penyebab lansia terjatuh adalah hal yang penting. Setiap lansia harus dievaluasi risiko jatuh secara teratur dan diberi pelatihan menggunakan alat bantu berjalan jika perlu.
5. Kesulitan mobilitas
Karena nyeri, kelemahan, hilangnya keseimbangan, dan masalah mental, lansia cenderung terus berbaring. Kekurangan gizi, gangguan keseimbangan cairan atau mineral, anemia, gangguan saraf atau otot juga dapat disebabkan oleh penyakit sendi seperti rheumatoid, encok, penyakit Parkinson, dan penggunaan obat psikotropika. Rasa sakit dari berbagai penyebab dapat membuat lansia tidak ingin bergerak.
6. Efek samping obat-obatan
Karena berbagai alasan, lansia memiliki risiko efek samping obat-obatan 2-3 kali lebih besar dari rata-rata. Eliminasi racun dalam tubuh lebih lambat karena fungsi ginjal dan hati menurun. Respons terhadap obat berbeda dibandingkan dengan orang-orang lainnya, seperti sensitivitas terhadap opiat dan antikoagulan. Lansia mungkin memiliki gangguan yang membuat mereka mendapatkan berbagai obat, baik yang diresepkan maupun yang dibeli sendiri, sehingga meningkatkan risiko efek samping. Oleh karena itu, penggunaan obat yang perlu dan tepat sangat penting untuk menghindari efek samping tersebut.
Penyakit yang sering ditemukan pada lansia
- Obesitas
- Diabetes mellitus
- Hipertensi
- Hiperlipidemia
- Osteoartritis
- Penyakit jantung koroner
- Demensia
- Gangguan depresi
- Kecemasan dan insomnia
- Gangguan saluran pencernaan, perut kembung, konstipasi
Terlihat bahwa lansia memiliki masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian. Oleh karena itu, lansia harus mendapatkan penilaian kondisi fisik yang menyeluruh (Penilaian Geriatrik) dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ketika ditemukan penyakit atau kelainan, harus segera dilakukan pemeriksaan, perawatan dan pemantauan terus menerus agar memiliki kesehatan yang sesuai dengan usia mereka.



