Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Mencintai secara berlebihan dapat menyakiti anak tanpa disadari

    7 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Package Image
    Dr. Jitarin Jaidee

    Bangkok Hospital Headquarter

    Diperbarui pada: 10 ธ.ค. 2025
    Dr. Jitarin Jaidee
    Dr. Jitarin Jaidee
    Bangkok Hospital Headquarter
    Mencintai secara berlebihan dapat menyakiti anak tanpa disadari
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 10 ธ.ค. 2025

    Agama Buddha mengajarkan untuk berjalan di jalan tengah dalam menjalani hidup, apapun permasalahannya. Tidak berlebihan, tidak kurang, tidak tegang, tidak terlalu longgar. Hal ini berlaku juga dalam cinta. Orang tua yang terlalu mencintai anaknya akan melindungi mereka dari segala masalah secara berlebihan. Beberapa anak yang lahir dalam keluarga yang sempurna justru mengalami masalah dalam berinteraksi dengan orang lain, tidak bisa melakukan apa-apa, egois, tidak peduli dengan orang lain, tidak bisa berpikir sendiri, selalu mementingkan diri sendiri, dan bahkan ada yang terlibat dalam narkoba. Ini adalah keadaan yang disebut sebagai ‘overdosis cinta.’ Orang tua yang memanjakan anaknya secara berlebihan dapat dianggap membahayakan anak tersebut tanpa disadari, ini masuk kategori ‘orang tua menyakiti saya.’

    2​
    Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk menjalani hidup mereka sendiri. Jangan memotong sayap anak hanya karena di luar ada badai. Biarkan mereka terbang menuju pusat badai dengan hati petualang. Sementara Anda, jangan lupa bahwa Anda juga harus terbang. Anak Anda juga. Anda dan kita semua memiliki hidup sendiri.

    Banggalah pada orang tua Anda yang membesarkan anak dengan berbelas kasih, lembut, tidak egois, mandiri, dan mau berbagi dengan orang lain. Tidak peduli apakah anak Anda pintar atau tidak, kaya atau miskin, terkenal atau biasa saja, hal-hal ini tidak akan menambah atau mengurangi nilai sebagai orang tua.

    3​
    Menanamkan Kebiasaan Baik pada Anak

    Mendidik anak untuk tumbuh menjadi orang baik bukanlah hal yang mudah. Orang tua harus menjaga sejak anak masih kecil, baik secara fisik maupun mental, agar tumbuh menjadi dewasa yang baik di masa depan, bertanggung jawab, mandiri, dan dapat bersosialisasi dengan baik. Menanamkan kebiasaan baik pada anak adalah bagian penting yang akan membawa keberhasilan pada anak Anda.

    Secara alami, anak-anak cenderung meniru orang dewasa. Orang tua harus selalu menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Misalnya, jika ingin anak menyukai sayuran, kita harus makan sayuran sebagai contoh. Jika ingin anak berolahraga, kita harus berolahraga sebagai contoh bagi anak. Atau, jika ingin anak suka membaca buku, kita harus membaca buku sebagai contoh. Anak-anak belajar dengan baik dari meniru dan harus dimulai dengan menanamkan kebiasaan baik ketika anak Anda masih muda. Yang penting, jangan menggunakan metode negosiasi dengan makanan dan mainan, karena itu akan menciptakan kebiasaan buruk bagi anak Anda. Sebaiknya luangkan waktu untuk berbicara dan membangun hubungan emosional dengan anak, beri penghargaan kepada anak. Memberi penghargaan kepada anak akan mendorong perkembangan positif, tetapi daripada memberikan penghargaan berupa permainan atau mengizinkan menonton TV, sebaiknya gunakan waktu luang bersama yang berharga dan akan dikenang sepanjang hidup anak, seperti berolahraga bersama, bepergian bersama, biarkan anak merencanakan kegiatan yang menyenangkan sepanjang hari, atau berupa benda yang diinginkan anak, membuat anak berpikir kreatif dalam melakukan kegiatan baik bersama keluarga.

    Orang tua harus mengajarkan anak konsisten. Saat ibu mengajarkan, ayah harus tidak memanjakan atau melarang, yang dapat membuat anak bingung siapa yang harus dipercaya. Oleh karena itu, orang tua harus membagi peran. Hal kecil sehari-hari adalah tanggung jawab ibu, sedangkan keputusan besar diurus ayah. Orang tua yang emosinya stabil cenderung berhasil dalam mendidik anak.

    Menyanjung usaha, pujian adalah motivasi. Jika ingin memotivasi anak, mulai dengan menaruh perhatian pada usaha mereka. Sebagian besar orang tua lebih sering memuji hasil daripada usaha anak. Misalnya, ketika anak menggambar, jangan hanya berkata “bagus sekali,” tetapi juga puji usahanya dalam menggambar, karena pujian yang spesifik akan membangun semangat lebih dari hasilnya. Jangan membandingkan karya anak dengan orang lain.

    Jangan menggunakan emosi kepada anak. Jika ingin memberi tahu anak untuk melakukan sesuatu atau menghukum anak agar tenang, anak akan belajar mengelola emosi dengan mengamati kita. Oleh karena itu, harus memberi contoh dan melakukannya secara konsisten. Jika merasa emosional, jangan mengajar saat itu. Anak akan takut dan patuh karena takut, bukan karena memahami apa yang diajarkan. Saat anak takut, cenderung lebih sering berbohong.

    Masih banyak teknik lain dalam menanamkan kebiasaan baik pada anak. Anak yang baik akan dihargai oleh orang lain. Kebiasaan baik harus tertanam dalam diri anak sepanjang hidup. Harus menanamkan hal baik sejak kecil agar anak terbawa dalam masa depan.

    4​

    Mendidik Anak Supaya Menyenangkan bagi Orang Lain Juga

    Jangan mendidik anak dengan kasih sayang yang berlebihan. Jika terlalu banyak, anak mungkin tidak menghargai atau overdosis cinta dan menjadi anak yang tidak menyenangkan bagi siapa pun. Ketika mereka dewasa, orang lain mungkin tidak ingin berurusan dengan mereka. Pada saat itu, kita mungkin menyesal karena terlambat untuk memperbaikinya. Didik anak dengan jalan tengah, baik dalam cinta dan sebagai niat yang baik. Jika salah, beri hukuman yang sesuai. Memukul sebentar-sebentar bukanlah hal yang aneh. Jangan takut anak sedih atau tidak mencintai Anda.

    Aturan harus jelas, dapat dipraktikkan, dan mudah dimengerti. Jika anak sudah cukup besar, beberapa hal sebaiknya melibatkan mereka dalam menetapkan aturan dalam rumah tangga. Aturan harus rasional, sesuai dengan usia anak sehingga dapat dilakukan, tidak memaksa anak mengikuti keinginan orang tua. Buat opsi agar anak memiliki kesempatan untuk memilih atau memutuskan sendiri sesuai dengan umurnya. Setelah aturan ditetapkan, harus digunakan dan dijaga dengan konsisten. Buatlah langkah hukuman ketika melanggar aturan, mulai dengan mengingatkan segera saat anak melanggar aturan, atau menentukan hukuman secara bertahap. Kesepakatan ini harus diketahui bersama antar orang tua dan anak sejak awal. Ketika anak bisa mengikuti aturan yang telah ditetapkan, orang tua harus bisa mengendalikan emosinya terlebih dahulu. Jika anak tidak patuh, ada teknik menghukum yang sesuai dengan usia anak.

    5​

    Tegur Anak Secara Efektif

    Dalam menegur atau mengkritik, harapannya adalah agar anak mengetahui dan menyadari kesalahan dari perilakunya, sehingga dapat belajar dan memperbaiki diri agar tidak mengulangi kesalahan. Namun, mengkritik anak dengan cara yang salah dapat membuat anak kehilangan rasa percaya diri dan harga dirinya, memicu perilaku memberontak, dan merusak hubungan antara orang tua dan anak.

    Setiap kali orang tua menegur anak, seringkali merasa tidak nyaman. Tetapi, dalam mendidik anak menjadi orang baik, harus berpegang pada prinsip bahwa salah harus disalahkan, benar harus dibenarkan. Ketika anak melakukan sesuatu yang salah, baik itu sengaja atau tidak, adalah tugas orang tua untuk mengingatkan dan menunjukkan jalan yang benar dan tepat agar mereka dapat memperbaiki diri. Setelah menegur, jika ingin menghibur anak atau meminta maaf karena membentak atau bertindak lebih kasar, itu bisa dilakukan. Penting untuk memperhatikan cara menegur dan menghibur anak. Oleh karena itu, lihat cara menegur anak yang tepat agar mereka mengerti dan mengakui kesalahan.

    Psikolog menyarankan agar orang tua bersikap netral karena setiap anak mungkin berbuat salah. Pengalaman belajar anak masih terbatas, jadi tidak realistis mengharapkan mereka mengerti segalanya. Ketika kita masih muda, kita juga sering berbuat salah. Jangan dulu merasa tidak percaya atau menuduh sejak awal. Dengarkan alasan dan pandangan anak. Jangan langsung menuduh anak berbohong atau membuat alasan yang tidak jelas. Jika kita langsung menegur tanpa mendengarkan, anak akan merasa kita tidak punya alasan dan enggan menjelaskan atau menceritakan pada kesempatan lain, yang dapat memicu pemberontakan yang lebih parah. Seharusnya menegur tindakan, bukan anaknya. Misalnya, jika anak berbicara kasar di rumah, seharusnya kita menegur dengan cara “Ibu tidak suka kamu berbicara kasar seperti itu”, tidak seharusnya berkata “Kamu sangat buruk sudah berbicara seperti itu”. Karena perilaku adalah reaksi eksternal, ketika orang tua menegur tindakan anak berarti tindakan tersebut yang tidak disukai, bukan berarti orang tua tidak menyukai anaknya. Orang tua tetap mencintai anaknya sama. Namun, menegur atau mengkritik langsung kepada anak, seperti mengatakan anak buruk, tidak baik, bodoh, jelek, dll., akan membuat anak merasa dirinya juga buruk, dan ini akan mengurangi harga dirinya sehingga kehilangan kepercayaan diri, serta jangan menegur anak di depan orang lain yang dapat mempermalukan anak.

    Tanyakan pendapat anak Ketika anak berbuat salah, jangan langsung menegur atau mengkritik dengan cepat. Gunakan metode komunikasi, tanya bagaimana jika perilaku salah terjadi berulang, bagaimana cara mengingatkan atau menghukum yang tepat. Beri anak kesempatan untuk memikirkan dampak negatif, cara mengatasi, dan bertanggung jawab atas kesalahan. Setiap hukuman akan disadari dan dirasakan oleh anak jika dilakukan dengan emosi marah atau kasih sayang. Jika hukuman diberikan secara impulsif atau tidak mampu mengendalikan emosi, hal itu dapat menjadi trauma yang mendalam dan membekas dalam ingatan anak.


    Mendidik anak untuk menjadi orang baik bukanlah perkara mudah. Orang tua harus menjaga anak sejak usia dini, baik secara fisik maupun emosional, agar anak tumbuh menjadi dewasa yang baik di masa depan, bertanggung jawab, dapat mengurus diri sendiri, dan bersosialisasi dengan baik. Menanamkan kebiasaan baik adalah elemen penting yang membawa keberhasilan pada anak Anda.

    Informasi oleh

    Doctor Image

    Dr. Jitarin Jaidee

    Psychiatry

    Dr. Jitarin Jaidee

    Psychiatry

    Doctor profileDoctor profile

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Bedah tulang belakang dengan teknik Endoscopic Surgery melalui endoskopi Image
    AI
    Bedah tulang belakang dengan teknik Endoscopic Surgery melalui endoskopi
    MitraClip memperbaiki kebocoran katup jantung mitral tanpa operasi, mengurangi risiko, pemulihan cepat Image
    AI
    MitraClip memperbaiki kebocoran katup jantung mitral tanpa operasi, mengurangi risiko, pemulihan cepat
    Bahaya Tersembunyi Penyakit Ginjal: Kenali dan Cegah Sebelum Ginjal Rusak Image
    AI
    Bahaya Tersembunyi Penyakit Ginjal: Kenali dan Cegah Sebelum Ginjal Rusak
    Lihat informasi kesehatan lainnya