Pankreas adalah organ penting dalam pencernaan dan pengaturan kadar gula, sehingga tidak boleh mengabaikan penyakit terkait pankreas. Karena kadang-kadang gejalanya mungkin tidak jelas, dan saat disadari mungkin sudah parah dan sulit diobati. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu waspada dan mengamati diri sendiri agar bisa segera menemui dokter.
Pentingnya Pankreas
Pankreas (Pancreas) adalah organ yang sering kali disalahartikan dan dibingungkan dengan hati (Liver). Meskipun kedua organ ini sangat berbeda dan berada di lokasi yang berbeda dalam rongga perut, karena saat sakit, bisa memiliki beberapa gejala yang mirip.
Pankreas adalah salah satu organ di rongga perut, terletak di bagian atas dan membentang dari kanan ke kiri. Posisinya sedikit ke belakang dibandingkan organ lainnya dan dekat dengan beberapa organ penting.
Fungsi Pankreas
Pankreas memiliki fungsi penting, yaitu:
- Memproduksi enzim (Enzyme) jenis tertentu untuk membantu pencernaan makanan, termasuk karbohidrat, lemak, dan protein. Enzim yang penting seperti amilase (Amylase) dan lipase (Lipase).
- Memproduksi hormon (Hormones) yang penting, terutama hormon yang berhubungan dengan pengaturan kadar gula darah, seperti insulin (Insulin) dan glukagon (Glucagon).
Karena itu, jika terjadi penyakit yang membuat pankreas kehilangan fungsinya, tubuh tidak dapat mencerna makanan dan mengatur kadar gula dengan baik.
Penyakit Pankreas
Pankreas, seperti organ lainnya, dapat mengalami berbagai penyakit. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering ditemukan, yaitu peradangan pankreas dan kanker pankreas.
1) Pankreatitis Akut
Pankreatitis Akut (Acute Pancreatitis) adalah penyakit yang disebabkan oleh peradangan pankreas yang tiba-tiba. Tingkat keparahan peradangan dapat bervariasi dari ringan hingga sangat parah, yang mempengaruhi gejala yang ditunjukkan oleh pasien.
Penyebab: Peradangan pankreas akut umumnya disebabkan oleh dua penyebab utama: konsumsi alkohol, di mana risiko penyakit berbanding lurus dengan jumlah dan durasi penggunaan. Merokok dapat meningkatkan risiko pankreatitis akibat alkohol. Satu lagi penyebab adalah komplikasi dari batu empedu, di mana pasien mungkin tidak menyadarinya atau tidak memiliki gejala yang menunjukkan adanya batu empedu sebelumnya.
Gejala: Gejala utama pankreatitis adalah sakit perut, sering sakit di bagian atas perut, yaitu ulu hati dan di bawah tulang rusuk kanan. Sakit bisa menjalar hingga punggung, dan pasien sulit menemukan posisi yang nyaman. Pada awalnya mungkin tanpa demam, tetapi jika peradangan semakin parah, bisa disertai demam. Beberapa kasus bisa menunjukkan gejala kulit kuning atau ikterus (Jaundice).
Keparahan: Gejala yang dialami pasien tergantung pada tingkat peradangan. Beberapa pasien dengan pankreatitis ringan (Mild Pancreatitis) hanya merasakan nyeri perut ringan dan membaik dalam 1 hingga 3 hari. Sedangkan pasien dengan pankreatitis parah (Severe Pancreatitis) mengalami sakit perut hebat dan dapat memicu peradangan pada organ lain di seluruh tubuh (Systemic Inflammatory Response). Jika sangat parah, dapat menyebabkan nekrosis pankreas (Necrotizing Pancreatitis) dan bisa menyebabkan kematian.
2) Pankreatitis Kronis
Pankreatitis Kronis (Chronic Pancreatitis) adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pankreas berulang-ulang dalam jangka waktu lama, sehingga menyebabkan perubahan pada pankreas seperti terbentuknya jaringan parut, adanya kalsium pada pankreas, dan mungkin ditemukan batu di saluran pankreas.
Penyebab: Pankreatitis kronis saat ini sebagian besar disebabkan oleh konsumsi alkohol dalam jangka waktu lama. Namun, beberapa pasien yang tidak pernah mengonsumsi alkohol pun dapat mengalaminya, mungkin karena kelainan genetik.
Gejala: Pankreatitis kronis memiliki berbagai gejala dan komplikasi yang beragam, beberapa diantaranya bisa mengancam nyawa jika tidak diobati. Gejala utama adalah nyeri perut bagian atas kronis, kadang-kadang bisa muncul nyeri perut akut yang parah. Nyeri perut merupakan gejala yang memengaruhi kualitas hidup pasien dan kerap kali membuat tidak bisa bekerja.
Keparahan: Pankreatitis kronis bisa menyebabkan komplikasi lain, seperti kehilangan fungsi pankreas yang menyebabkan pencernaan tidak sempurna atau sulit mengontrol kadar gula. Jika pankreas meradang sampai mengalami jaringan parut, bisa menekan saluran empedu bagian ujung, menimbulkan gejala kulit dan mata kuning atau bisa menekan usus kecil bagian awal, menyebabkan obstruksi usus. Pasien tidak bisa makan. Selain itu, pasien pankreatitis kronis juga berisiko mengalami kanker pankreas.

3) Kanker Kepala Pankreas
Kanker Kepala Pankreas (CA Head of Pancreas) adalah lokasi kanker yang paling umum dibandingkan bagian lain dari pankreas. Saat ini penyebab pasti belum diketahui, tetapi beberapa kondisi merupakan faktor risiko, seperti merokok, pankreatitis kronis, dan tumor tertentu pada saluran pankreas (IPMN).
Penyebab: Kanker kepala pankreas sulit didiagnosis pada tahap awal. Tidak ada metode yang dapat mendeteksi penyakit pada tahap dini dengan jelas, baik itu melalui tes darah atau pencitraan. Kebanyakan pasien datang dengan gejala yang sudah parah.
Gejala: Sebagian besar pasien datang dengan gejala kulit dan mata kuning karena tumor menyebabkan saluran empedu tersumbat. Pada pasien dengan kuning yang tidak terlalu mencolok, bisa terlihat bahwa warna urin menggelap. Beberapa orang mungkin mengalami diabetes yang sebelumnya tidak ada atau diabetes yang sudah ada menjadi sulit dikontrol walau sebelumnya terkontrol dengan baik.
Keparahan: Jika tumor kanker membesar, dapat menyebabkan obstruksi usus kecil bagian awal. Pasien mungkin mengalami kurang nafsu makan dan penurunan berat badan yang cepat. Rasa sakit timbul di bagian atas perut atau di bawah tulang rusuk kanan dan menjalar ke punggung karena kanker menyebar ke saraf belakang. Pada pasien dengan kanker yang menyebar ke seluruh rongga perut, terdapat gejala asites karena cairan perut yang banyak
4) Kanker Ekor Pankreas
Kanker Ekor Pankreas (CA Tail of Pancreas) memiliki karakteristik penyakit yang mirip dengan kanker kepala pankreas, tetapi karena letaknya di sebelah kiri perut dan tidak dekat dengan saluran empedu, pasien datang dengan gejala nyeri perut di bagian atas kiri atau di bawah tulang rusuk kiri tanpa adanya gejala kulit dan mata kuning.
Pemeriksaan Diagnostik Penyakit Pankreas
Diagnosis penyakit pankreas tidak mudah, perlu keahlian dokter dalam mengumpulkan informasi pasien dari riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, untuk kemudian memilih tes darah atau pemeriksaan tambahan lainnya yang tepat, yang mengarah kepada diagnosis dan perencanaan perawatan untuk tiap pasien.
Teknik pemeriksaan diagnostik penyakit pankreas seperti:
- Pemeriksaan darah untuk enzim pankreas seperti amilase (Amylase), lipase (Lipase). Dokter mengirim sampel darah untuk pemeriksaan jika diduga mengalami pankreatitis akut. Nilai ini bisa meningkat karena kondisi lain, jadi perlu keahlian dalam menafsirkannya.
- Pemeriksaan darah untuk penanda tumor (Tumor Marker) untuk kanker pankreas adalah nilai CA19-9, yang mungkin meningkat pada pasien kanker pankreas. Namun, tidak disarankan menggunakan nilai ini untuk mendiagnosis kanker pankreas karena sensitivitas dan spesifisitas rendah. Artinya, nilai normal tidak menandakan tidak ada kanker pankreas, dan pasien kanker pankreas bisa memiliki nilai ini dalam batas normal.
- Pemeriksaan CT Scan Pankreas (CT Pancreas) dan Pencitraan MRI/MRCP adalah pemeriksaan penting untuk perencanaan perawatan. Pemeriksaan ini memberi tahu apakah massa yang ditemukan kemungkinan besar merupakan kanker atau tidak, apakah menyebar ke posisi lain, atau jika massa menempel pada pembuluh darah penting.
- Pemeriksaan Endoskopi dan Ultrasound Endoskopi (Endoscopic Ultrasound) adalah salah satu metode penting dalam diagnosis penyakit pankreas karena dokter bisa melakukan biopsi untuk membantu konfirmasi diagnosis.
Pengobatan Penyakit Pankreas
Pengobatan penyakit pankreas tergantung pada jenis penyakitnya. Untuk peradangan pankreas, umumnya tidak perlu operasi, tetapi jika terdapat massa atau kanker, operasi adalah perawatan utama. Operasi pankreas dianggap operasi yang sangat kompleks, tetapi jika dilakukan oleh ahli, komplikasi akan sangat rendah. Saat ini operasi kompleks seperti menyambung pembuluh darah dalam kasus kanker tumbuh menekan pembuluh darah bisa dilakukan untuk menghilangkan kanker sepenuhnya. Dapat juga dilakukan operasi pankreas dengan teknik laparoskopi untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat pemulihan.
Penyakit pankreas bukanlah penyakit yang jauh dari kita. Oleh karena itu, selain menjaga kesehatan dengan baik, termasuk mengonsumsi makanan yang bermanfaat, berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup, kita harus memantau setiap kelainan yang terjadi pada tubuh. Pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahun juga penting.



