Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Mengidentifikasi bakteri di lambung melalui tes napas

    2 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Package Image
    Dr. Jaturong Amornrattanakosol

    Bangkok Hospital Headquarter

    Diperbarui pada: 17 Jan 2026
    Dr. Jaturong Amornrattanakosol
    Dr. Jaturong Amornrattanakosol
    Bangkok Hospital Headquarter
    Mengidentifikasi bakteri di lambung melalui tes napas
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 17 Jan 2026

    Bakteri di perut Helicobacter Pylori (H. Pylori) sangat berbahaya bagi perut, karena merupakan penyebab utama gastritis, tukak lambung, hingga kanker lambung. Pemeriksaan untuk mendeteksi bakteri H. Pylori di perut melalui pernapasan (C-13 UBT) adalah salah satu pemeriksaan penting, karena membantu mendiagnosis penyakit dengan tepat dan jelas.

    Mengenal Deteksi H. Pylori

    Pemeriksaan deteksi Helicobacter Pylori (H. Pylori) memiliki beberapa metode, seperti pemeriksaan melalui nafas, pemeriksaan Urease Test dari jaringan Biopsy yang diperoleh melalui endoskopi saluran pencernaan bagian atas (Gastroscopy) atau pemeriksaan Histology yang membutuhkan pewarnaan khusus, dan lain-lain.


    Deteksi H. Pylori melalui Pernapasan

    Pemeriksaan untuk mendeteksi bakteri Helicobacter Pylori (H. Pylori) di perut melalui pernapasan atau The Carbon-13 Urea Breath Test (C-13 UBT) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi bakteri H. Pylori yang merupakan penyebab utama patologi di perut dan usus dua belas jari. Bakteri H. Pylori adalah faktor risiko gastritis, tukak lambung, dan kanker lambung. Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur jumlah karbon dioksida (13 CO2) yang dihasilkan dari reaksi bakteri H. pylori yang memiliki enzim Urease masuk ke dalam aliran darah, diekskresikan ke paru-paru, dan dikeluarkan ke luar melalui pernapasan.


    ตรวจหาเชื้อแบคทีเรียในกระเพาะอาหารผ่านลมหายใจ

    Tahapan Pemeriksaan C-13 UBT

    1. Meniup udara ke dalam kantong sampel
    2. Menelan tablet dengan air
    3. Setelah menelan tablet, berbaring miring ke kiri
    4. Berubah menjadi posisi duduk selama 15 menit
    5. Meniup udara ke dalam kantong sampel kedua hingga penuh
    6. Setelah selesai, serahkan kepada petugas untuk analisis hasil pemeriksaan

    Keunggulan Pemeriksaan C-13 UBT

    • Dapat menilai perkembangan dan penyebaran bakteri di perut
    • Memantau hasil pengobatan dengan akurat
    • Tidak sakit dan tidak menggunakan bahan radioaktif
    • Aman untuk anak-anak dan wanita hamil

    Persiapan Sebelum Pemeriksaan C-13 UBT

    1. Puasa air dan makanan apapun minimal 6 – 8 jam sebelum pemeriksaan atau setelah tengah malam, untuk memastikan perut kosong
    2. Hindari makanan yang mengandung urease, seperti tebu, nanas, jagung, atau makanan yang mengandung tepung maizena dan semua jenis minuman beralkohol 12 jam
    3. Hentikan antibiotik (Antibiotic), obat kelompok bismut (Bismuth) minimal 4 minggu dan inhibitor pompa proton PPI (Proton Pump Inhibitors) minimal 14 hari seperti obat Nexium, Pariet, Controloc, Prevacid, Miracid dan sebagainya
    4. Harap tiba di rumah sakit 30 menit sebelum waktu yang dijadwalkan
    5. Setelah selesai pemeriksaan menemukan bakteri dari pernapasan di perut (C-13 Urea Breath Test), pasien dapat makan dan minum obat seperti biasa dan dapat mendengarkan hasil pemeriksaan segera
    6. Jika mengalami gejala abnormal seperti ruam, kembung, diare, tidak nyaman di daerah ulu hati, atau mual, segera temui dokter


    Tukak lambung akibat bakteri H.Pylori dapat disembuhkan dan memiliki potensi untuk sembuh total, sehingga tidak boleh diabaikan. Semakin lama dibiarkan, semakin meningkatkan risiko terkena kanker lambung.

    Informasi oleh

    Doctor Image

    Dr. Jaturong Amornrattanakosol

    Internal Medicine

    Dr. Jaturong Amornrattanakosol

    Internal Medicine

    Doctor profileDoctor profile

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Mengapa perlu melakukan tes ERCP di Rumah Sakit Bangkok Image
    AI
    Mengapa perlu melakukan tes ERCP di Rumah Sakit Bangkok
    Berbaring miring ke kiri dapat mengurangi rasa panas akibat refluks asam. Image
    AI
    Berbaring miring ke kiri dapat mengurangi rasa panas akibat refluks asam.
    Endoskopi Retrograd Kolangiopankreatografi (ERCP) adalah prosedur endoskopi untuk memeriksa saluran empedu dan pankreas. Image
    AI
    Endoskopi Retrograd Kolangiopankreatografi (ERCP) adalah prosedur endoskopi untuk memeriksa saluran empedu dan pankreas.
    Lihat informasi kesehatan lainnya