Ada banyak hal tentang hati yang perlu diketahui dan dipahami dengan benar agar dapat merawat hati dengan cara yang tepat. Jika hati mengalami masalah, dapat diobati tepat waktu dan kembali menjalani hidup dengan kualitas yang baik.
1) Penyakit hati apa yang berisiko menyebabkan kematian
Penyakit hati yang berisiko menyebabkan kematian teratas meliputi cirosis stadium akhir gagal hati akut berat dan kanker hati
Penyebabnya termasuk konsumsi alkohol dan infeksi virus hepatitis, karena hati akan meradang sedikit demi sedikit dalam jangka waktu lama, berkembang menjadi sirosis, dan fungsi sel hati menurun
Gagal hati akut parah dipicu oleh berbagai penyebab, seperti konsumsi tumbuhan herbal sendiri yang mungkin mengandung racun bagi hati yang cukup serius termasuk infeksi virus hepatitis A dan B pada orang dewasa dan kanker hati yang disebabkan oleh berbagai faktor, semuanya memiliki risiko kematian yang tinggi jika tidak ditangani tepat waktu.
2) Bagaimana gejala kulit dan mata kuning mengindikasikan masalah hati?
Gejala kulit dan mata kuning mengindikasikan masalah pada hati 2 kondisi yaitu
- Penyakit akibat hati yang menurunkan pengeluaran empedu seperti pada pasien sirosis tahap akhir di mana fungsi hati menurun menyebabkan gejala kulit dan mata kuning, asites, atau infeksi berat dalam aliran darah serta pasien yang menerima nutrisi melalui infus dalam jangka waktu lama sehingga fungsi hati berkurang
- Penyakit akibat penyumbatan saluran empedu hingga memerlukan operasi seperti batu empedu, kanker saluran empedu, kanker pankreas bagian awal, termasuk kondisi saluran empedu bengkak sejak lahir juga dapat menyebabkan gejala kulit dan mata kuning. Oleh karena itu, penyebab kulit dan mata kuning ada banyak dan harus segera dikonsultasikan dengan dokter untuk menemukan penyebabnya dan mempertimbangkan apakah perlu penanganan operasi atau pengobatan medis. Baca lebih lanjut di https://www.bangkokhospital.com/th/bangkok/content/obstructive-jaundice
3) Apa perbedaan antara batu empedu dan polip di kantong empedu?
Batu empedu dan polip di kantong empedu berbeda, di mana batu empedu terbentuk dari endapan kalsium atau kolesterol di empedu. Jika bergejala, perlu segera ditangani untuk mencegah komplikasi. Sedangkan polip di kantong empedu, sebagian besar jinak sehingga tidak perlu penanganan. Dokter akan mulai intervensi saat polip berukuran lebih dari 1 sentimeter karena ada risiko berkembang menjadi kanker atau mengandung sel kanker tersembunyi. Pengobatan terbaik untuk batu empedu dan polip di kantong empedu adalah dengan operasi pengangkatan kantong empedu yang tidak perlu dikhawatirkan, karena meski kantong empedu diangkat, kehidupan normal tetap dapat dijalani sebab organ yang memproduksi empedu adalah hati dan kantong empedu hanya sebagai tempat penyimpanan empedu
4) Seberapa serius lemak hati?
Lemak hati adalah kondisi yang menunjukkan tubuh memiliki lemak berlebihan yang dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, seperti mengatur pola makan, berolahraga pada intensitas yang bisa berbicara dalam kalimat selama 30 – 45 menit minimal 2 – 3 hari per minggu dan rutin memeriksakan kesehatan hati setiap tahun. Lemak di hati adalah perkara penting yang tak boleh dianggap remeh karena jika tubuh memiliki lemak hati berlebihan dapat menyebabkan kanker hati. Baca lebih lanjut di https://www.bangkokhospital.com/th/bangkok/content/fatty-liver
5) Seberapa berbahaya bercak di hati?
Bercak di hati umumnya adalah jaringan sejati yang tidak memerlukan pengobatan, namun sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut menggunakan CT scan atau MRI yang pemeriksaannya cukup jelas dan jika bercak yang ditemukan kecil disarankan untuk dipantau setiap 4 – 6 bulan selama 2 tahun. Jika tidak ada perubahan ukuranmaka dapat memeriksakan kesehatan hati setahun sekali seperti biasa
6) Bisakah tanda merah di hati menjadi kanker hati?
Sebagian besar tanda merah di hati yang ditemukan adalah jaringan jinak dengan kemungkinan berkembang menjadi kanker hati yang sangat kecil dan risiko pecah yang sangat rendah, sehingga hampir tidak perlu perawatan. Namun jika tanda merah di hati menekan organ yang berdekatan, perlu segera mendapatkan perawatan, maka disarankan untuk rutin memeriksakan kesehatan hati ke dokter spesialis setiap tahun
7) Pasien yang dapat menjalani operasi hati
- Pasien yang hanya memiliki satu massa dan hati dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan tubuh. Jika fungsi hati tidak baik atau jaringan hati yang tersisa terlalu sedikit, operasi hati dapat menyebabkan kematian pasca operasi
- Pasien dengan jumlah massa tidak banyak yaitu (kurang dari 3 massa) setelah dilakukan operasi pengangkatan massa, masih tersisa jaringan hati yang dapat berfungsi dengan baik
- Pasien kanker yang belum mengalami penyebaran ke organ lain, karena jika sudah menyebar, operasi tidak akan memperpanjang umur pasien

8) Apakah kanker hati bisa sembuh total?
Hanya ada 1 dari 3 pasien kanker hati yang ditemukan pada tahap yang dapat dioperasi dan meskipun sudah dioperasi sampai sembuh, kanker hati dapat kambuh kembali dan sebagian besar kanker hati ditemukan lebih banyak pada pria daripada wanita. Pengobatan kanker hati dengan operasi hati adalah satu-satunya metode yang dapat diharapkan untuk kesembuhan total dan meningkatkan kemampuan bertahan hidup jangka panjang
9) Batasan operasi pengobatan kanker hati dengan transplantasi hati
Jika operasi pengobatan kanker hati berhasil, pasien berkesempatan untuk bertahan hidup sekitar 10 tahun atau lebih. Namun terdapat batasan yaitu pasien harus menunggu donor hati yang cocok, yang terkadang memakan waktu lama. Selain itu, pasien yang bisa mendapatkan transplantasi adalah pasien yang memenuhi persyaratan. Artinya, hanya ada 1 massa dengan ukuran tidak lebih dari 5 sentimeter. Jika ada beberapa massa, tidak boleh melebihi 3 massa, dan masing-masing massa tidak boleh lebih dari 3 sentimeter. Tidak ada penyebaran kanker ke area lain, sehingga operasi sangat kompleks dan memiliki risiko tinggi. Setelah operasi, pasien harus terus menerus mengonsumsi obat penekan sistem imun seumur hidup
10) Mengapa kanker hati dianggap fatal dalam waktu singkat?
Sebagian besar pasien kanker hati tidak menunjukkan gejala. Pasien yang menunjukkan gejala biasanya sudah berada pada tahap di mana kanker sudah menyebar, sehingga tidak dapat menjalani operasi. Tingkat kelangsungan hidup hanya 3 – 6 bulan. Jika pasien mengalami kanker hati bersama dengan sirosis, tingkat kelangsungan hidup hanya 1 – 3 bulan. Oleh karena itu, pemeriksaan skrining bagi individu yang berisiko kanker sangat penting, karena jika terdeteksi pada tahap awal, ada harapan untuk kesembuhan total
11) Apakah hati benar-benar bisa tumbuh kembali?
Ada kesalahpahaman bahwa hati bisa tumbuh kembali sepenuhnya seperti semula. Namun kenyataannya, meskipun hati adalah satu-satunya organ dalam tubuh yang sel-selnya bisa tumbuh kembali, ketika tumbuh kembali, hati tidak akan sama seperti sebelumnya. Hanya saja ukurannya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
12) Apakah daun sambung nyawa berpengaruh pada hati?
Semua jenis obat, baik tradisional maupun modern, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan pasti berdampak buruk pada hati. Maka dari itu, mengonsumsi obat harus di bawah pengawasan dokter untuk mengontrol jenis dan dosis yang tepat. Untuk daun sambung nyawa, jika dikonsumsi secara langsung dalam bentuk segar tanpa ditakar, dapat menyebabkan peradangan hati yang serus. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
13) Apakah anggur memiliki dampak pada hati?
Banyak orang salah paham bahwa anggur sedikit berdampak pada hati atau tidak, seperti halnya bir dan arak, namun kenyataannya semua minuman beralkohol dapat meningkatkan nilai peradangan hati, yang tergantung pada tubuh masing-masing individu. Misalnya, jika Anda minum kaleng bir setiap hari selama 10 tahun, ada kemungkinan terkena sirosis.
14) Siapa atau usia berapa yang harus memeriksakan kesehatan hati?
Direkomendasikan bagi pria berusia lebih dari 40 tahun dan wanita berusia lebih dari 50 tahun, individu dengan sirosis, pasien hepatitis B, pasien hepatitis C, untuk memeriksakan kesehatan hati secara rutin setiap tahun. Selain itu, bagi mereka yang memiliki riwayat kanker hati dalam keluarga atau yang berisiko kanker hati harus menjalani skrining kanker hati juga. Pemeriksaan kesehatan hati bertujuan untuk memeriksa fungsi hati, yaitu mengecek nilai peradangan hati sebagai dasarnya, termasuk memeriksa jaringan parut di hati yang dapat menyebabkan sirosis
15) Program pemulihan cepat pasca operasi ERAS mengapa bagus?
Program ERAS: Enhanced Recovery After Surgery Program bermanfaat bagi pasien yang harus menjalani pembedahan hati, karena dapat merencanakan perawatan sebelum, selama, dan setelah operasi. Melibatkan dokter spesialis, perawat, dan tim multidisiplin yang berpengalaman untuk mengurangi risiko komplikasi selama operasi, memberikan hasil operasi yang memuaskan, mempercepat pemulihan pasien, dan membuat pasien kembali menjalani kehidupan normal yang berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut, klik https://www.bangkokhospital.com/th/bangkok/page/be-stong-for-surgery



