Penyakit diabetes adalah penyakit yang ditemukan di seluruh dunia dan tingkat pasien meningkat setiap tahun. Ketika seseorang menderita diabetes untuk jangka waktu tertentu, komplikasi lain akan mulai muncul, seperti penyakit saraf, penyakit mata, penyakit jantung, dan penyakit ginjal, yang akan memperburuk kualitas hidup. Pencegahan diabetes dengan mendeteksi keadaan Pra Diabetes merupakan jalan yang lebih baik untuk mengurangi terjadinya diabetes dan komplikasi ketimbang pengobatan. Orang yang berisiko terkena diabetes juga memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.
Tanda Peringatan Risiko Diabetes
- Gula darah puasa (FPG) antara 100 – 125 mg/dl
- Kadar gula darah setelah konsumsi 75 gram glukosa pada 2 jam (OGTT) antara 140 – 199 mg/dl
- Kadar rata-rata hemoglobin terglikasi (HbA1C) antara 6.4 – 7 %
Mengapa Harus Mencegah Diabetes
-
Tidak menderita diabetes dapat mengurangi beban bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan negara
-
Orang dengan gula darah antara 100 – 125 mg/dl memiliki peluang tinggi terkena diabetes
-
Deteksi keadaan Pra Diabetes membantu mengindikasikan kemungkinan diabetes di masa depan, yang mudah dan tidak mahal, termasuk tes gula darah, tes rata-rata gula darah, dan tes toleransi glukosa oral (Oral Glucose Tolerance Test)
-
Menjaga kesehatan untuk mencegah diabetes dengan efektif, misalnya tidak berpuasa berlebihan, makan tiga kali sehari dan memastikan lima kelompok makanan terpenuhi, berolahraga secara konsisten selama 20 – 30 menit 5 hari/minggu. Jika merawat diri dengan baik, risiko terkena diabetes dapat dikurangi hingga 58% (Referensi Program Pencegahan Pra Diabetes 2002)
Siapa yang Berisiko Diabetes
-
Usia di atas 45 tahun
-
Usia di bawah 45 tahun
-
Orang yang memiliki keluarga langsung dengan diabetes
-
Tekanan darah tinggi
-
Mengalami diabetes saat kehamilan
-
Tidak berolahraga
-
Makan tidak teratur, konsumsi makanan manis, atau makanan cepat saji
-
Kadar lemak dalam darah tinggi
-
Obesitas atau memiliki BMI ≥ 25 Kg/m2



