Ketika mengalami suara serak, batuk, dan sakit tenggorokan, hal ini mungkin merupakan tanda adanya masalah pada pita suara, yang sering kali diabaikan oleh banyak orang dengan harapan akan sembuh sendiri. Namun kenyataannya, radang pita suara dapat menjadi kronis jika tidak segera diobati secara tuntas. Oleh karena itu, memiliki pengetahuan yang tepat tentang penyakit ini sangat penting bagi setiap orang.
Mengenal Pita Suara
Pita suara terletak di bagian depan leher, setelah faring dan terhubung dengan bagian awal dari trakea. Lokasinya berhubungan dengan lubang masuk esofagus. Saat bernapas, udara masuk melalui kedua lubang hidung ke belakang rongga hidung dan berputar ke bawah melalui faring menuju pita suara dan trakea hingga ke paru-paru. Begitu pula ketika menghembuskan napas, udara dari paru-paru mengalir melalui trakea, pita suara, faring, dan keluar lewat hidung. Dengan demikian, pita suara memiliki peran penting dalam proses pernapasan manusia.
Radang Pita Suara
Radang pita suara (Laringitis) dapat disebabkan oleh infeksi, seperti virus, bakteri, tuberkulosis, dan lain-lain, serta penggunaan suara yang berlebihan, seperti berteriak, berteriak-teriak, berbicara sepanjang hari, bernyanyi dalam waktu lama. Gejalanya akan semakin parah jika tidak segera diobati dengan benar. Penggunaan suara yang berlebihan secara berkelanjutan dan terpapar pemicu seperti asap rokok, polusi udara, bau bahan kimia, dapat memperburuk kondisi tersebut. Jika radang pita suara berasal dari infeksi, infeksinya dapat menyebar ke saluran pernapasan lainnya dan dalam kasus parah, dapat menyebabkan kondisi seperti kelumpuhan pita suara, radang trakea, atau pneumonia. Oleh karena itu, segera mencari perawatan untuk pemulihan penuh sangatlah penting.
Gejala Radang Pita Suara
Radang pita suara bisa akut yang sembuh dalam 3 minggu, dan kronis dengan suara serak yang berlangsung lama. Gejala yang sering ditemukan meliputi:
- Suara serak, kehilangan suara
- Sakit tenggorokan, nyeri saat berbicara
- Bicara tidak jelas
- Rasa gatal di tenggorokan
- Batuk atau berdahak
- Mungkin demam ringan
Pemeriksaan Diagnosis
Ada tiga metode pemeriksaan pita suara saat ini:
1) Pemeriksaan dengan Cermin Pasien duduk dengan posisi memajukan wajah sedikit ke depan dan membungkuk ke depan, kemudian membuka mulut dan menjulurkan lidah. Dokter akan menarik lidah pasien dan menggunakan cermin kecil khusus untuk memeriksa pita suara, memasukkannya melalui mulut pasien ke daerah faring dan uvula, sehingga mencerminkan gambar organ dalam pita suara. Pemeriksaan ini tidak memerlukan anestesi.
2) Pemeriksaan dengan Endoskopi Akan menggunakan anestesi lokal yang disemprotkan ke tenggorokan. Setelah menunggu sekitar 1 – 2 menit hingga pasien mati rasa, dokter akan menggunakan alat untuk memeriksa. Metode ini tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat menampilkan gambar dengan jelas di layar televisi. Ada dua jenis endoskopi yang digunakan untuk pemeriksaan pita suara:
- Endoskopi Kaku (Rigid Endoscope) Alat berbentuk batang logam lurus. Pasien duduk sedikit membungkuk ke depan, membuka mulut, dan menjulurkan lidah untuk memudahkan pemeriksaan di faring. Endoskopi akan dimasukkan melalui mulut menuju uvula di faring, lalu memproyeksikan gambar pita suara yang berada di bawah faring ke layar televisi.
- Endoskopi Lentur (Fiber Optic Laryngoscope) Kamera terbuat dari serat khusus yang disebut Fiber Optic, yang dapat ditekuk. Pasien duduk tegak, sedikit membungkuk ke depan tanpa perlu membuka mulut atau menjulurkan lidah. Kamera disisipkan melalui lubang hidung, melewati rongga hidung ke dalam faring untuk mengambil gambar pita suara yang berada di dalam faring, sehingga juga dapat mengambil gambar organ dalam rongga hidung.
3) Pemeriksaan Pita Suara dengan Peralatan Khusus yang disebut Stroboskop adalah alat yang digunakan bersamaan dengan endoskopi untuk memeriksa pita suara pasien. Kamera dihubungkan ke Stroboskop, dan saat gambar dalam pita suara diambil, gambar tersebut diproses dalam perangkat Stroboskop untuk ditampilkan di layar televisi. Gambar dapat ditampilkan dalam gerakan normal maupun gerakan lambat (slow motion), sehingga memudahkan dokter untuk memeriksa berbagai kondisi seperti radang, tumor, kista, kanker, luka, fungsi pita suara, kelumpuhan pita suara, refluks asam, perdarahan atau pembengkakan pita suara, atrofi otot pita suara, dan lain-lain. Selain itu, gambar dapat dibandingkan sebelum dan setelah perawatan, misalnya sebelum dan setelah operasi. Pemeriksaan dengan Stroboskop memerlukan penggunaan suara, sehingga tidak dapat dilakukan jika pasien tidak dapat mengeluarkan suara, seperti pada kondisi sesak napas atau tidak sadar.
Pengobatan Radang Pita Suara
Pengobatan radang pita suara melibatkan penggunaan obat antiinflamasi sesuai anjuran dokter dan perubahan perilaku secara bersamaan. Pengobatan akan memakan waktu sekitar 2 minggu (minimal) hingga sembuh dari penyakit. Perilaku yang disarankan meliputi istirahat suara, berbicara secukupnya, tidak berteriak, berada di tempat yang bersih, menghindari asap dan polusi, menghindari makanan pedas, minuman beralkohol, berhenti merokok, dan minum air hangat. Paparan faktor pemicu yang mempengaruhi pita suara dapat memperlambat penyembuhan penyakit ini. Penting juga untuk diketahui bahwa radang pita suara yang dibiarkan dapat menyebabkan kondisi kronis dan berbagai penyakit lain seperti tumor pita suara, yang mungkin memerlukan operasi apabila parah.
Pencegahan Radang Pita Suara
- Istirahat yang cukup selama 6 – 8 jam malam hari
- Minum 8 gelas air per hari (sekitar 2 liter) untuk mencegah dehidrasi; sebaiknya minum air pada suhu ruangan
- Menghindari minuman berkafein dan alkohol
- Berhenti merokok
- Menghindari polusi udara, seperti debu, asap, dan zat beracun
- Menghindari kontak dengan pasien yang mengalami infeksi saluran pernapasan
- Latihan berbicara atau bernyanyi dengan benar dan menghindari berteriak untuk memperkuat otot pita suara
- Menghindari membuang dahak berlebihan, karena dapat mengganggu pita suara, menyebabkan pembengkakan dan peradangan
- Segera mengobati penyakit dengan benar tanpa menunggu sembuh sendiri, karena flu yang berlangsung lama dapat memperparah suara serak
- Jangan terlalu banyak menggunakan suara saat sedang serak, terutama jika saluran pernapasan sedang meradang dan terinfeksi, serta mengalami radang pita suara
Radang pita suara harus segera diperiksakan ke spesialis yang berpengalaman agar dapat diobati dengan benar segera setelah diagnosis ditegakkan, karena jika dibiarkan, dapat mengakibatkan komplikasi penyakit lainnya.






