Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang limbah dan menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Saat ini, semakin banyak orang Thailand yang menderita penyakit ginjal, terutama penyakit ginjal kronis, yang sebagian besar disebabkan oleh diabetes dan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, merawat kesehatan ginjal agar terhindar dari kerusakan adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan.
Mengenal Ginjal
Dalam tubuh manusia terdapat 2 ginjal yang berbentuk seperti kacang, berfungsi menyaring air, elektrolit, bahan kimia, dan limbah yang tidak dibutuhkan tubuh, lalu dikeluarkan melalui urin.
Fungsi Ginjal
- Membuang limbah
- Menyerap dan menyimpan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh
- Menjaga keseimbangan air dalam tubuh, mengeluarkan kelebihan air dari tubuh, dan menyerap kembali saat kekurangan air
- Mempertahankan keseimbangan elektrolit, asam, dan basa dalam tubuh
- Mengendalikan tekanan darah, karena penyakit ginjal dapat menyebabkan tekanan darah tinggi
- Menghasilkan dan mengatur kerja hormon, termasuk
- Hormon yang berhubungan dengan pembentukan sel darah merah (Erythropoietin)
- Hormon yang berhubungan dengan pengendalian tekanan darah (Renin-Angiotensin-Aldosterone System)
- Hormon yang berhubungan dengan keseimbangan kalsium (Vitamin D dan Parathyroid Hormone)
Faktor Risiko Penyakit Ginjal
- Diabetes, 1 dari 3 orang yang menderita diabetes sering kali juga mengalami penyakit ginjal, yang mungkin ditemukan melalui protein dalam urin dan penurunan fungsi ginjal
- Tekanan darah tinggi, 1 dari 5 orang dewasa mengalami masalah tekanan darah tinggi, dan kebanyakan orang tidak menyadarinya. Ginjal yang penuh dengan pembuluh darah akan terpengaruh oleh tekanan darah tinggi
- Kegemukan atau obesitas
- Penyakit pembuluh darah, baik jantung maupun otak
- Orang yang berusia lebih dari 60 tahun, fungsi ginjal menurun
- Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal yang dapat diturunkan secara genetik, seperti kista ginjal
- Pasien yang sering memiliki penyakit ginjal bersamaan, seperti pasien lupus, vaskulitis, atau kelainan jaringan ikat lainnya
- Pasien dengan riwayat penggunaan obat atau zat berbahaya bagi ginjal
Jenis Penyakit Ginjal
Penyakit ginjal dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
- Gagal Ginjal Akut (Acute Kidney Injury, AKI)
Kondisi di mana fungsi ginjal menurun dengan cepat, nilai ginjal abnormal dalam waktu singkat, dalam hitungan jam atau beberapa hari, sehingga ginjal tidak dapat membuang limbah dan kehilangan fungsi keseimbangan air, elektrolit, asam, dan basa dalam darah, yang bisa membaik dalam waktu tidak lama jika ditangani dengan cepat - Gagal Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease, CKD)
Kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara perlahan, merusak jaringan ginjal secara bertahap selama lebih dari 3 bulan, dibagi menjadi tahapan dan tingkat keparahan penyakit ginjal kronis menjadi 5 tahapan berdasarkan laju filtrasi glomerulus estimasi (Estimated Glomerular Filtration Rate, eGFR), yaitu jumlah darah yang mengalir melalui filter ginjal dalam satu menit (ml/menit/1,73 m²)- Ginjal kronis tahap 1, laju filtrasi ginjal (eGFR) lebih dari 90 ml/menit/1,73 m²
- Ginjal kronis tahap 2, laju filtrasi ginjal (eGFR) 60 – 89 ml/menit/1,73 m²
- Ginjal kronis tahap 3, laju filtrasi ginjal (eGFR) 30 – 59 ml/menit/1,73 m²
- Ginjal kronis tahap 4, laju filtrasi ginjal (eGFR) 15 – 29 ml/menit/1,73 m²
- Ginjal kronis tahap 5, laju filtrasi ginjal (eGFR) kurang dari 15 ml/menit/1,73 m²

Penyebab Penyakit Ginjal
- Penyakit yang mengurangi pasokan darah ke ginjal, seperti kehilangan banyak darah, pembuluh darah yang menyuplai ginjal menyempit
- Penyakit yang secara langsung mempengaruhi ginjal, seperti:
- Radang akibat infeksi
- Radang akibat non-infeksi
- Mendapatkan zat beracun yang berbahaya bagi ginjal seperti toksin atau obat
- Radang pembuluh darah di ginjal
- Penyakit ginjal yang berhubungan dengan saluran kemih, seperti kelainan ureter, batu, atau tumor kandung kemih
Gejala Penyakit Ginjal
- Gejala yang muncul akibat penumpukan limbah, seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, gatal pada kulit
- Frekuensi buang air kecil sedikit atau terlalu sering, karena kemampuan mengeluarkan air tidak normal
- Karakteristik urin tidak normal, misalnya warna tidak normal, berdarah, berbusa karena kebocoran protein, atau batu bercampur
- Bengkak pada mata atau kaki, bisa disebabkan oleh kelebihan air atau kehilangan protein sehingga menyebabkan kadar protein dalam darah rendah
- Mudah lelah akibat kelebihan air
- Tekanan darah tinggi
- Kram, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kalsium darah rendah, anemia, dll.
Pemeriksaan Penyakit Ginjal
Dalam memeriksa penyakit ginjal, dokter akan mencari penyebab untuk menilai tingkat keparahan, termasuk:
- Uji darah untuk memeriksa kadar limbah dalam darah, keseimbangan darah, asam, basa, laju filtrasi ginjal, dll.
- Uji urin untuk analisis urin (Urinalysis), mengukur kadar protein dalam urin (Urine Microalbumin to Creatinine Ratio)
- Uji pencitraan, termasuk sinar-X, ultrasonografi (Ultrasound), CT Scan, MRI Scan
- Biopsi jaringan ginjal (Kidney Biopsy)
- Tes khusus sesuai dengan penyakit (Special Tests)
Mengurus Ginjal
Walaupun tidak menderita penyakit ginjal, sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan kesehatan umum termasuk fungsi ginjal secara teratur dan menghindari risiko terkena penyakit ginjal. Namun, jika didiagnosis menderita penyakit ginjal, perawatan dan pengelolaan ginjal dapat dilakukan dengan
1) Menyembuhkan berdasarkan akar penyebab Jika dokter menilai bisa diobati, akan dipilih metode pengelolaan berdasarkan kekuatan ginjal
2) Memperlambat kerusakan ginjal, termasuk:
- Mengontrol tekanan darah, dokter akan menyesuaikan obat untuk menjaga tekanan darah dalam rentang yang sesuai, yang berbeda untuk setiap individu
- Mengontrol kadar gula darah (gula darah <120 mg/dl atau kadar gula rata-rata terkumpul (HbA1c <7%)
- Mengontrol asupan makanan dengan ketat, terutama protein, tergantung pada tingkat kerusakan ginjal, jika ginjal sangat rusak harus dibatasi lebih banyak, dengan makanan pasien penyakit ginjal dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
- Kelompok pasien penyakit ginjal kronis yang belum menjalani dialisis atau cuci perut Dokter biasanya menyarankan untuk membatasi protein, mengonsumsi cukup sesuai kebutuhan tubuh tanpa berlebihan. Pada beberapa kasus dengan kadar limbah darah tinggi, mungkin disarankan untuk membatasi protein sambil mengonsumsi suplemen protein untuk pasien penyakit ginjal
- Kelompok pasien penyakit ginjal yang menjalani dialisis atau cuci perut Kelompok ini membutuhkan lebih banyak protein dari biasanya, karena kehilangan banyak protein saat dialisis dan mencuci perut
- Prinsip makan pasien penyakit ginjal adalah membatasi protein sesuai dengan stadium penyakit untuk memperlambat kerusakan ginjal, menghindari makanan yang dapat memicu ketidakseimbangan elektrolit, seperti sayuran dan buah-buahan tinggi kalium. Pasien harus mendapatkan saran makanan yang sesuai dari dokter atau ahli gizi
- Menghindari makanan tinggi sodium, seperti saus-sausan, karena pedas umumnya disertai asin. Produk dengan rendah sodium perlu dibaca dengan hati-hati, karena pengganti sodium biasanya kalium, yang pada pasien penyakit ginjal tidak bisa mengeluarkan kalium secara efisien. Kadar kalium abnormal dapat langsung mempengaruhi fungsi otot, terutama otot jantung, yang dapat mengakibatkan kematian akibat aritmia. Produk dengan label menggantikan garam dengan kalium tidak cocok untuk pasien penyakit ginjal
- Berhenti merokok sangat penting, karena rokok adalah faktor risiko yang signifikan dalam meningkatkan angka kematian, penyakit jantung, dan penyakit ginjal
- Menghindari penggunaan obat yang tidak diperlukan, seperti obat penghilang rasa sakit, jamu, dan obat herbal yang belum bersertifikat
- Mengevaluasi asupan air sesuai dengan keadaan tubuh
- Rutin ke dokter
3) Terapi Pengganti Ginjal (Kidney Replacement Therapy; KRT) Ketika laju filtrasi ginjal kurang dari 15 ml/menit/1,73 m², sebagian besar pasien biasanya memiliki gejala akibat penumpukan air atau limbah. Dokter akan merekomendasikan terapi pengganti ginjal, yang saat ini memiliki 3 pilihan, yaitu:
- Cuci Perut (Peritoneal Dialysis) Ini adalah memberikan cairan cuci darah melalui selang silikon kecil yang diletakkan melalui dinding perut ke dalam rongga perut. Cairan dibiarkan di dalam rongga perut selama sekitar 6 – 8 jam agar terjadi pertukaran berdasarkan konsentrasi zat melalui selaput rongga perut. Limbah dan kelebihan air dikeluarkan dengan cairan yang kemudian dibuang dan digantikan dengan cairan baru yang bebas limbah pada sesi berikutnya. Pasien dapat melakukan aktivitas lain selama sesi pertukaran cairan

- Hemodialisis (Hemodialysis) Ini adalah proses untuk membersihkan darah dengan mengeluarkan limbah dan menyeimbangkan air dan elektrolit melalui mesin ginjal buatan. Saat ini telah dikembangkan hemodialisis dengan mesin ginjal buatan menjadi hemodialisis efisiensi tinggi (Online Hemodiafiltration – OL HDF) agar dapat mengeluarkan limbah lebih baik dari cara sebelumnya

- Transplantasi Ginjal (Kidney Transplantation) Ini adalah terapi pengganti ginjal untuk mengobati gagal ginjal kronis dengan mengambil ginjal yang masih bekerja dengan baik untuk ditransplantasi kepada pasien ginjal kronis tahap akhir, tanpa perlu mengeluarkan ginjal lama kecuali diperlukan. Ginjal yang ditransplantasi akan bekerja mendekati ginjal normal, meningkatkan kualitas hidup pasien

Pencegahan Penyakit Ginjal
- Mengonsumsi makanan dalam proporsi yang tepat, memenuhi asupan makanan dengan 5 kelompok makanan dalam proporsi yang tepat, menghindari makanan tinggi garam, dan bagi pasien ginjal kronis sebaiknya mengatur asupan protein sesuai dengan tahap penyakit
- Makanan tinggi garam, termasuk makanan yang diawetkan seperti sosis, dendeng babi, daging panggang, asinan, mangga acar, dll., karena makanan ini menggunakan garam untuk pengawetan, dan garam dapat memengaruhi fungsi ginjal baik secara langsung maupun tidak langsung
- Konsumsi makanan yang tinggi lemak tidak jenuh, menghindari lemak hewani, kuning telur, santan, dan minyak dengan asam lemak jenuh tinggi
- Minum air 6 – 8 gelas atau 2 liter per hari
- Mempertahankan berat badan ideal untuk menghindari obesitas
- Berolahraga setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu, seperti aerobik, berjalan cepat, bersepeda, berenang
- Berhenti merokok
- Menghindari minuman beralkohol
- Memeriksa tekanan darah secara teratur
- Menghindari stres dan bersantai
- Melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun
Pencegahan penyakit ginjal adalah yang terbaik, tetapi jika mengetahui adanya risiko, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan kesehatan dan evaluasi fungsi ginjal, dan jika ditemukan kelainan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis untuk mendapatkan nasehat dan pengobatan secepatnya, karena bila diabaikan dapat menyebabkan penyakit menjadi lebih parah dan mengakibatkan kerusakan ginjal permanen.





