Penyakit diabetes tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup tetapi bisa lebih parah jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, pencegahan sebelum diabetes terjadi adalah hal penting, terutama dalam keluarga. Jika setiap orang memiliki pemahaman yang benar, merawat satu sama lain dengan cara yang benar, dan mengubah perilaku bersama, itu akan membantu setiap orang terhindar dari diabetes.
Karena anggota keluarga memiliki rentang usia yang beragam, dalam setiap usia, cara merawat untuk menjauhkan diri dari diabetes akan berbeda karena penerimaan dan perilaku gaya hidupnya berbeda-beda. Berikut adalah 4 tahapan usia:
1) Usia anak hingga sekolah dasar
- Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak, makan makanan sehat yang seimbang dalam jumlah yang sesuai.
- Perhatikan gula, tepung, dan lemak.
- Fokuskan anak untuk minum air putih dan susu tanpa rasa sebagai pengganti minuman manis dan bersoda.
- Ajar anak untuk rutin berolahraga, berolahraga bersama anak setelah pulang sekolah.
- Anak usia di atas 10 tahun yang mengalami obesitas harus menjalani pemeriksaan kadar gula dan diagnosis diabetes.
2) Usia remaja
- Menanamkan perilaku makan yang baik, fokus pada protein, sayuran dan buah-buahan, mengurangi tepung, gula, dan lemak.
- Perhatikan agar berat badan tidak melebihi batas.
- Tekankan pada olahraga secara teratur, dukung pada olahraga yang disukai anak.
- Jika anak kecanduan game, media sosial, atau suka menonton TV, arahkan untuk melakukan aktivitas yang tepat dan mengatur waktu dengan bijak.
3) Usia dewasa
- Kendalikan pola makan, perhatikan agar berat badan tidak melebihi batas.
- Perhatikan jumlah tepung dan gula setiap hari.
- Jangan abaikan olahraga, lakukan setidaknya 5 hari seminggu, masing-masing lebih dari 30 menit.
- Pemeriksaan kesehatan dan cek diabetes secara reguler.
- Jika berencana memiliki anak, konsultasikan secara mendetail dengan dokter ahli, karena wanita memiliki risiko diabetes selama kehamilan. Selain itu, wanita yang pernah mengalami diabetes selama kehamilan berisiko lebih besar terkena diabetes di kemudian hari dan perlu diberi perhatian lebih dibandingkan wanita umumnya.
- Jika memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, risiko meningkat hingga 50%.
- Seiring bertambahnya usia, risiko terkena diabetes meningkat karena penurunan fungsi tubuh seiring waktu.
4) Usia lanjut
- Perhatikan konsumsi tepung dan gula, kontrol ketat asupan gula setiap hari.
- Konsentrasi pada sayuran dan buah yang tinggi serat karena membantu mengendalikan kadar gula dan lemak darah.
- Latihan fisik rutin, pilih olahraga yang memperkuat otot seperti angkat beban, yoga, dll.
- Atur berat badan agar tetap pada rentang yang sehat.
- Pemeriksaan diabetes secara rutin setiap tahun.
- Jika menderita diabetes, perhatikan perawatan diri dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.
Teknik sederhana mencegah diabetes
- Konsumsi gula tidak lebih dari 6 sendok teh atau 24 gram per hari.
- Pilih buah dengan kandungan gula rendah seperti jambu, pepaya, jeruk, mangga muda, jeruk bali, apel hijau, dll.
- Kurangi atau hindari teh, kopi, minuman bersoda, makanan manis, konsumsi seminggu sekali.
- Pilih karbohidrat utuh dengan serat tinggi seperti beras coklat, kacang-kacangan kering, dll.
- Baca label makanan untuk menentukan jumlah gula sebelum membeli.
- Menyikat gigi atau berkumur setelah makan dapat mengurangi keinginan untuk makanan manis setelah makan.
- Lakukan olahraga sebagai kebiasaan pada setiap tahap usia.
- Awas terhadap perubahan abnormal dalam tubuh dan rutin mengecek diabetes.
Sehubungan dengan Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day) Tahun 2020 yang jatuh pada 14 November, Dr. Rungthip Dansirikul, spesialis endokrinologi dan metabolisme dari Rumah Sakit Bangkok ingin menyampaikan kepada semua keluarga “Untuk keluarga yang memiliki anggota dengan diabetes, saya harap semua anggota keluarga memberikan dorongan dan hati-hati mengatur pola makan untuk penderita diabetes, mengurangi gula, mengurangi tepung, dan tahan diri agar kesehatan tetap baik. Untuk anggota keluarga yang belum terkena diabetes, sebaiknya saling peduli satu sama lain dan menjadi satu tim dalam keluarga, perhatikan jumlah gula dalam makanan dan ajak berolahraga bersama. Yang terpenting, periksa diabetes pada usia yang sesuai atau sesuai saran dokter ahli.”










