Banyak pasangan yang mencoba memiliki anak mungkin tidak seperti yang diharapkan. Salah satu cara yang dapat membantu mereka yang ingin memiliki anak adalah IUI (Intra – Uterine Insemination) yaitu penyuntikan sperma ke dalam rahim, yang merupakan metode populer sebagai langkah awal dalam mengatasi masalah kesuburan. Metode ini mendekati cara kehamilan alami dan memberikan hasil yang cukup memuaskan.
Mengenal IUI
IUI (Intra – Uterine Insemination) ataupenyuntikan sperma langsung ke dalam rahim adalah proses penyuntikan sperma yang sudah diseleksi ke dalam rahim, menggunakan kateter plastik kecil yang dimasukkan melalui leher rahim kemudian sperma disuntikkan ke dalam rahim saat masa ovulasi atau mendekati waktu ovulasi. Sperma akan bergerak kesaluran telur untuk bertemu dengan sel telur. Dalam melakukan IUI, pihak pria sebaiknya memiliki minimal 1 juta sperma yang kuat setelah diseleksi. Jika kurang dari itu, peluang kehamilan akan sangat menurun.
Persiapan sebelum penyuntikan sperma
- Dokter akan menjadwalkan pengambilan sampel sperma dari pihak pria pada hari yang sama dengan penyuntikan ke dalam rahim, persiapan ini harus menghindari hubungan seksual atau ejakulasi minimal 3 – 7 hari sebelumnya.
- Dokter akan menjadwalkan pihak wanita untuk melakukan penyuntikan sperma agar sesuai dengan hari ovulasi alami atau dibawah pengaruh stimulasi obat sesuai instruksi dokter, biasanya dengan melakukan ultrasound untuk memantau pertumbuhan sel telur. Jika sel telur sudah matang, dokter akan menjadwalkan penyuntikan sperma.
Tahapan penyuntikan sperma
- Pihak pria mengumpulkan sampel sperma.
- Sperma dikondisikan melalui proses seleksi untuk memilih sperma yang kuat (memakan waktu sekitar 2 jam).
- Pihak wanita berbaring di ranjang pemeriksaan ginekologi.
- Dokter menggunakan alat untuk membuka vagina agar leher rahim terlihat jelas, lalu menghubungkan kateter plastik yang dirancang untuk menyuntikkan sperma ke jarum suntik.
- Sperma diambil ke dalam jarum suntik(biasanya sekitar 0.3 mililiter), kemudian ujung kateter plastik dimasukkan melalui leher rahim dan sperma disuntikkan ke dalam rahim secara perlahan.
- Semua peralatan dilepas dan pihak wanita disarankan beristirahat di ranjang selama sekitar 20 – 30 menit.
- Tes kehamilan dilakukan sekitar 2 minggu setelah penyuntikan.
Hal-hal yang perlu dilakukan setelah penyuntikan
- Menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.
- Dapat melakukan hubungan seksual seperti biasa.
- Mungkin mengalami sakit perut atau sedikit pendarahan, dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit. Jika gejala tidak membaik atau disertai demam, disarankan segera menemui dokter.
- Dalam beberapa kasus, mungkin adahormon yang diresepkan dokter untuk dikonsumsi atau ditempelkan pada vagina untuk membantu implantasi embrio. Penting untuk mengikuti instruksi dokter dengan ketat.
Penyuntikan sperma langsung ke dalam rahim (IUI) adalah metodeawal yang populer untuk orang yang sulit hamil karena memilikikomplikasi rendah dan tingkat keberhasilannyabaik, dengan biaya yang tidak terlalu tinggi. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan, seperti usia pihak wanita, kesehatan sel telur, kekuatan sperma, serta ketebalan endometrium saat hari penyuntikan. Karenanya, mendapatkan perawatan dari dokter yang berpengalaman dan tim multi-disiplin di rumah sakit berstandar internasional tentu akan membantu meningkatkan peluang memiliki anak yang terbaik.



