Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Bagaimana anak-anak prasekolah belajar dengan bahagia

    5 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Package Image
    Dr. Mantana Chalanun

    Bangkok Hospital Headquarter

    Diperbarui pada: 06 ม.ค. 2026
    Dr. Mantana Chalanun
    Dr. Mantana Chalanun
    Bangkok Hospital Headquarter
    Bagaimana anak-anak prasekolah belajar dengan bahagia
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 06 يناير 2026

    Ketika si kecil harus mulai masuk pendidikan taman kanak-kanak, orang tua pasti merasa khawatir karena ingin agar anak mendapatkan pengalaman yang baik, bisa beradaptasi, dan belajar dengan bahagia. Oleh karena itu, pemahaman dan perhatian yang dekat adalah kunci penting yang membantu si kecil belajar dengan bahagia dan menyenangkan di taman kanak-kanak.

     

    Si Kecil dengan Pendidikan Taman Kanak-kanak

    Secara umum, anak-anak dapat memasuki taman kanak-kanak sejak usia 2 tahun ke atas. Pada usia 2 – 3 tahun adalah usia persiapan masuk taman kanak-kanak, dan usia 3 – 5 tahun adalah usia taman kanak-kanak. Keuntungan dari pendidikan taman kanak-kanak adalah terjadinya peningkatan pembelajaran. Selama di rumah, pembelajaran terjadi dari interaksi antara anak dan orang tua. Namun, ketika pergi ke sekolah, anak akan berinteraksi dengan guru dan teman, sehingga mendapatkan pengalaman yang lebih luas dan pembelajaran yang lebih beragam. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dapat beradaptasi dan memiliki kesehatan mental yang baik saat masuk taman kanak-kanak akan lebih sukses dalam belajar dibandingkan anak-anak yang tidak dapat beradaptasi di usia tersebut ketika berada di sekolah.


    Mengatasi Si Kecil yang Cemas Ketika Berpisah dengan Orang Tua

    Kebanyakan anak kecil akan cemas ketika harus berpisah dengan orang tua, yang dikenal dengan istilah kecemasan perpisahan (Separation Anxiety). Ini merupakan perkembangan normal sesuai usia, karena sedikit tekanan ini membantu anak tumbuh dan belajar mengelola perasaannya sendiri. Cara orang tua dapat membantu si kecil agar tidak terlalu cemas meliputi:

    1. Kenali Guru Sebelum Mulai Belajar Karena ketika orang tua atau wali memiliki hubungan yang baik dengan guru, hal ini dapat mengurangi rasa takut berpisah. Anak akan belajar bagaimana orang tua berinteraksi dengan guru dan merasakan hubungan yang aman. Jika anak memiliki teman yang berada di kelas yang sama, masuk kelas bersama dapat mengurangi kekhawatiran berpisah.
    2. Perpanjang Waktu Secara Bertahap Seperti pada hari pertama pergi sekolah, anak bisa belajar selama setengah jam, hari kedua belajar selama 1 jam, dan secara bertahap menambah waktu, untuk membantu anak merasa nyaman saat berada di sekolah tanpa orang tua hingga si kecil bisa berada di sana seharian tanpa rasa cemas.
    3. Berikan Sesuatu yang Mewakili Orang Tua Memberikan sesuatu yang menjadi simbol kedekatan seperti objek transisi yang bisa menjadi teman yang dicintai dapat membuat si kecil merasa memiliki teman yang mewakili orang tua di sekolah, membantu meredakan stres, dan memberikan kenyamanan, seperti selimut, boneka, atau mainan.
    4. Program dan Kurikulum yang Jelas Mengikutsertakan si kecil dalam sekolah dengan struktur kurikulum dan jadwal kegiatan yang jelas dapat memudahkan anak beradaptasi. Jika si kecil memiliki masalah perkembangan dan perilaku, bisa bergabung dengan program Hospital Kindergarten Group yang dikelola oleh dokter spesialis untuk memudahkan anak menjalani kehidupan sosial normal dan mengembangkan potensinya secara maksimal.


    Memilih Sekolah Taman Kanak-kanak yang Tepat untuk Anak

    Pemilihan sekolah untuk anak usia taman kanak-kanak tergantung pada harapan orang tua dan lokasi. Usia taman kanak-kanak sebaiknya memilih sekolah yang dekat dengan rumah. Memilih yang terbaik mungkin tidak selalu cocok untuk anak, karena yang paling sesuai bergantung pada keputusan orang tua. Kriteria untuk memilih sekolah berkualitas antara lain:

    1. Rasio Guru terhadap Anak Pada usia taman kanak-kanak, jika anak berusia 2 – 3 tahun, rasio anak adalah 5 anak untuk 1 guru. Ukuran kelas idealnya tidak lebih dari 2 kali jumlah guru. Misalnya, dalam satu kelas ada 1 guru untuk 5 anak, maka jumlah anak dalam kelas sekitar 10 anak. Ketika mencapai usia 3 – 4 tahun, rasio menjadi 1 guru untuk 6 anak, dan pada usia 4 – 5 tahun, rasio menjadi 1 guru untuk 7 anak. Pembelajaran taman kanak-kanak sebaiknya tidak lebih dari 15 anak per kelas.
    2. Tingkat Pendidikan Guru Pengasuh yang memiliki tingkat pendidikan tinggi berkaitan dengan peningkatan IQ atau perilaku anak yang lebih baik. Oleh karena itu, sekolah yang merekrut guru dengan tingkat pendidikan tinggi akan memiliki kualitas guru yang lebih baik.
    3. Struktur Kurikulum yang Jelas Memiliki jadwal pengajaran yang jelas, dengan pilihan kurikulum yang beragam untuk anak-anak di taman kanak-kanak saat ini.

    Melatih Anak Sebelum Pergi ke Sekolah

    Mempersiapkan si kecil untuk masuk taman kanak-kanak sebaiknya mencakup persiapan dari 4 aspek, yaitu:

    1. Bahasa Anak sebaiknya dapat berkomunikasi dengan orang lain, mengungkapkan keinginannya sendiri, dan mampu merespon seperti mengungkapkan keinginan dan alasannya.
    2. Otot Anak di taman kanak-kanak sebaiknya dapat bergerak dengan lincah dan berolahraga setiap hari.
    3. Sosial Jika usianya di bawah 3 tahun, anak mungkin hanya melihat atau meniru teman, namun belum bermain bersama. Namun, pada usia 3 – 5 tahun, anak sudah seharusnya dapat bermain dengan teman seusianya.
    4. Melatih Kemandirian Seperti Makan, pergi ke toilet, dan tidur. Latihan ini sebaiknya dimulai dari rumah agar anak bisa merawat diri sendiri di sekolah dengan lebih mudah.

    Hal yang Harus Didapat Anak Ketika Belajar di Taman Kanak-kanak

    Orang tua dapat berharap hasil dari pembelajaran di taman kanak-kanak mengikuti perkembangan anak. Pada usia 2 – 3 tahun, si kecil seharusnya menjadi lebih mandiri, dapat mengungkapkan keinginan, mengendalikan diri, dan bisa mengucapkan terima kasih serta meminta bantuan dalam hal-hal kecil. Sedangkan pada usia 3 – 5 tahun, si kecil diharapkan lebih percaya diri dan memahami kelebihan yang dimilikinya. Belajar di taman kanak-kanak sebaiknya membuat anak dapat berpisah dari orang tua agar belajar mengelola emosi sendiri dan beradaptasi dengan orang lain dalam lingkup sosial.

    Mengantar anak ke taman kanak-kanak dengan bahagia adalah membuka wawasan mereka dan menjadi awal kesuksesan pendidikan di masa depan, karena anak yang bahagia di sekolah akan menjadi awal pendidikan yang baik. Namun jika anak tidak bisa beradaptasi, tidak ingin pergi ke sekolah, kehilangan perilaku yang sudah dipelajari, tidak berbicara, tidak melakukan kontak mata, atau tidak merespon dengan teman, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.


     

    Informasi oleh

    Doctor Image

    Dr. Mantana Chalanun

    Pediatrics

    Developmental and Behavioral Pediatrics

    Dr. Mantana Chalanun

    Pediatrics

    Developmental and Behavioral Pediatrics
    Doctor profileDoctor profile

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Grup Taman Kanak-Kanak Rumah Sakit Persiapan Sebelum Masuk Prasekolah Untuk anak-anak yang memerlukan perawatan khusus Image
    AI
    Grup Taman Kanak-Kanak Rumah Sakit Persiapan Sebelum Masuk Prasekolah Untuk anak-anak yang memerlukan perawatan khusus
    Membangun identitas sejak usia prasekolah dengan memperkuat perbedaan dan menciptakan keunggulan. Image
    AI
    Membangun identitas sejak usia prasekolah dengan memperkuat perbedaan dan menciptakan keunggulan.
    Mendeteksi potensi anak, mengembangkan kecerdasan menuju kesuksesan Image
    AI
    Mendeteksi potensi anak, mengembangkan kecerdasan menuju kesuksesan
    Lihat informasi kesehatan lainnya