Saat ini, masalah infertilitas merupakan masalah umum yang dihadapi oleh pasangan suami istri modern. Hal ini disebabkan oleh pernikahan yang lebih lambat, usia yang lebih tua, serta perubahan tubuh yang berdampak pada penurunan kesuburan. Pertanyaan yang sering kali muncul adalah, hingga usia berapa wanita bisa hamil? Mengapa kesempatan hamil menurun seiring bertambahnya usia? Karena itu, memahami dan merencanakan kehamilan sangat penting agar dapat mengelola dengan baik dan tidak menyesali ketika sudah terlambat untuk hamil.
Usia Wanita dan Kesempatan untuk Hamil
Faktor yang membuat wanita semakin sulit hamil seiring bertambahnya usia, termasuk kesempatan untuk hamil hingga melahirkan yang menurun, meliputi:
■ Kelainan Kromosom
Sel tubuh terdiri dari 46 kromosom atau 23 pasang. Bayi memulai hidupnya dari sel gamet orang tuanya, yang membawa materi genetik untuk membentuk kehidupan baru. Setiap pihak harus mengirimkan 23 kromosom agar total menjadi 46, jumlah normal pada sel manusia.
Mekanisme pembagian kromosom dari 46 pada sel tubuh menjadi 23 pada sel telur tidak selalu sempurna, yang berarti bahwa beberapa telur dapat memiliki 23 kromosom, lebih dari 24, atau kurang 22 kromosom. Akibatnya, meskipun sel telur abnormal tersebut bertemu dengan sperma normal, embrio bisa memiliki kromosom abnormal, lebih atau kurang dari 46, membuat embrio mengalami berbagai kelainan seperti berhenti membelah, tidak bisa menempel, atau mengalami keguguran pada masa kemudian. Error kromosom di sel telur meningkat dengan bertambahnya usia wanita membuat mereka lebih sulit hamil dan meningkatkan risiko keguguran.
■ Energi dalam Sel Telur
Seiring bertambahnya usia wanita, energi dalam sel telur berkurang, menyebabkan pembelahan sel embrio lebih lambat dan kurang efisien. Hal ini dapat mencegah pertumbuhan embrio dan menurunkan kesempatan untuk kehamilan.
Pertambahan usia wanita mengurangi tingkat kehamilan bulanan, meningkatkan tingkat keguguran per kehamilan, serta meningkatkan risiko melahirkan anak dengan sindrom down. Angka kehamilan berkurang dan kehamilan menjadi lebih sulit dari yang dibayangkan.

Pertanyaan di Awal Hidup Bersama
✓ Apa kebahagiaan dalam hidup bersama?
✓ Apakah ingin hanya berdua dalam hidup bersama?
✓ Berapa banyak keinginan untuk memiliki anak?
✓ Jika ingin memiliki anak, pada usia berapa kira-kira siap untuk hamil dan apa saja tantangannya?
✓ Jika ingin memiliki lebih dari satu anak, mulai hamil pada usia lebih tua, misalnya 39 tahun, apa saja tantangan yang ada?
Kini tersedia cara untuk membantu mewujudkan kehamilan seperti Inseminasi Intrauterin (IUI), memilih sperma terbaik untuk disemprotkan di cervix atau rahim pada masa ovulasi, serta fertilisasi in vitro (IVF) di mana telur diambil, dibuahi di laboratorium, dan kemudian embrio ditanam kembali ke rahim untuk berkembang. Pusat layanan infertilitas di Rumah Sakit Bangkok siap mendukung dengan dokter ahli dan tim interdisipliner berpengalaman serta laboratorium embrio modern untuk hasil kehamilan terbaik.



