Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Pasien diabetes dan vaksinasi influenza

    2 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 09 ม.ค. 2026
    Pasien diabetes dan vaksinasi influenza
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 09 Jan 2026

    Salah satu penyakit yang sering datang bersamaan dengan musim dingin adalah influenza, yang merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza (Influenza Virus) yang terdapat dalam lendir hidung, air liur, atau dahak penderita. Penyakit ini dapat menular melalui batuk, bersin, dan kontak dekat. Penderita diabetes disarankan untuk mendapatkan vaksin influenza setiap tahun untuk mengurangi komplikasi serius akibat influenza.

     

    Influenza

    Gejala influenza yang sering ditemukan adalah
    • Demam tinggi
    • Sakit kepala
    • Nyeri tubuh
    • Beberapa kasus mungkin mengalami mual dan muntah

    Pengobatan utama untuk influenza adalah pengobatan sesuai dengan gejala, seperti memberikan obat penurun demam dan istirahat yang cukup. Secara umum, penderita dengan kesehatan yang baik atau gejala yang tidak parah akan membaik dalam waktu 5 hari dan pulih dalam waktu 7-10 hari. Namun, bagi penderita yang berisiko mengalami komplikasi, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, kondisi ini dapat menjadi parah dan memerlukan perawatan yang lebih kompleks. Beberapa kasus bahkan dapat berujung pada kematian, di mana penderita diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki risiko tersebut karena terdapat kelainan pada sistem kekebalan tubuh.


    Penderita Diabetes dan Influenza

    Berdasarkan bukti ilmiah, ditemukan bahwa penderita diabetes yang terjangkit influenza berisiko mengalami komplikasi serius, perawatan di rumah sakit, dan kematian lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengidap diabetes.

    Asosiasi Diabetes Amerika (American Diabetes Association Guideline 2016) merekomendasikan agar semua penderita diabetes mendapatkan vaksin influenza setiap tahun untuk mencegah terjadinya influenza dan mengurangi risiko komplikasi serius akibat influenza tersebut. 

    Saat ini telah dikembangkan vaksin influenza jenis Quadrivalent (4 tipe) yang mencakup virus influenza tipe A, baik H1N1 maupun H3N2, dan tipe B dari dua kelompok yakni Victoria dan Yamagata. Berdasarkan data penggunaan vaksin influenza Quadrivalent di Amerika Serikat selama tahun 2001-2008, vaksin ini membantu mengurangi tingkat kejadian influenza, rawat inap di rumah sakit, dan kematian.

    Dalam studi klinis mengenai penggunaan vaksin influenza pada penderita diabetes, ditemukan bahwa penderita diabetes yang mendapatkan vaksin influenza mengalami penurunan tingkat rawat inap dari segala penyebab, serta tingkat rawat inap akibat influenza dan pneumonia secara signifikan dibandingkan dengan penderita yang tidak mendapatkan vaksin influenza.

    Jika mempertimbangkan kelompok penderita diabetes yang berusia 65 tahun ke atas, ditemukan bahwa mereka yang mendapatkan vaksin influenza terlindungi dari semua penyebab rawat inap, termasuk rawat inap akibat influenza dan pneumonia, serta tingkat kematian dari segala penyebab secara signifikan dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan vaksin.

    Oleh karena itu, bagi orang yang mengidap diabetes atau memiliki anggota keluarga dengan diabetes, disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza sejak awal musim sebagai tindakan pencegahan.

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Gendut karena hormon, bagaimana pun menurunkan berat badan tetap tidak kurus. Image
    AI
    Gendut karena hormon, bagaimana pun menurunkan berat badan tetap tidak kurus.
    Pra-diabetes bisa terjadi tanpa disadari Image
    AI
    Pra-diabetes bisa terjadi tanpa disadari
    Penghancuran nodul tiroid menggunakan panas tanpa pembedahan (RFA) Tanpa luka, pemulihan cepat, hidup dengan percaya diri Image
    AI
    Penghancuran nodul tiroid menggunakan panas tanpa pembedahan (RFA) Tanpa luka, pemulihan cepat, hidup dengan percaya diri
    Lihat informasi kesehatan lainnya