Masalah “kram” adalah masalah umum yang diyakini bahwa setiap orang dan keluarga pernah mengalaminya. Tidak perlu terjadi hanya pada atlet atau saat berolahraga, tetapi bisa terjadi pada orang biasa.
Kram Otot
Terjadinya “kram” pada otot berarti otot tersebut berkontraksi dengan sendirinya. Misalnya, ketika mencoba menurunkan ujung kaki (agar ujung kaki lebih jauh dari tubuh kita), perlu menggunakan kerja otot betis (Gastro – Soleus Muscles) untuk berkontraksi, sehingga menarik tumit mendekati tubuh. Hal yang terjadi ini terjadi akibat otak kita memerintahkan otot untuk bekerja dengan berkontraksi. Untuk kram pada betis adalah kontraksi dari kelompok otot yang disebutkan di atas.
“Kram” atau “Cramp” atau “Muscle Cramp” artinya Kontraksi Involunter yang Berkepanjangan (Spasme) dari Otot, yaitu saat otot berkontraksi dan membentuk benjolan yang menyebabkan rasa sakit. Penyebabnya bisa karena kelelahan otot dari bekerja atau cedera akibat benturan, yang menyebabkan memar pada otot tersebut.
Otot yang Sering Mengalami Kram
Otot yang sering mengalami kram antara lain:- Otot betis (Calf Muscles atau Gastro – Soleus Muscles)
- Otot paha depan dan belakang (Quadriceps dan Hamstring Muscles)
- Otot di area punggung (Back Muscles)
Pencegahan Kram
Kebanyakan orang yang memiliki masalah kram biasanya tidak tahu penyebabnya, meskipun telah berkonsultasi dengan dokter. Dokter tidak bisa memberi tahu penyebab pastinya, hanya bisa memberikan saran bagaimana mencegah agar kram tidak terjadi lagi, antara lain:
-
Usahakan untuk berolahraga dan berlatih secara rutin
Untuk meningkatkan kebugaran fisik secara keseluruhan dan berusaha memperkuat otot, terutama otot yang pernah mengalami kram agar memiliki kebugaran otot yang baik. Dengan otot yang lebih kuat, kelelahan (Fatigue) muncul lebih lambat dan kemungkinan kram menjadi lebih kecil. -
Pemanasan
Pemanasan termasuk peregangan otot (Muscle Stretching) dapat membantu mencegah cedera otot, yang otot yang cedera akan lebih mudah tegang dan kram. Oleh karena itu, sebelum olahraga atau beraktivitas, berikan waktu yang cukup untuk pemanasan serta peregangan otot. -
Hidrasi
Memastikan tubuh terhidrasi dengan mengonsumsi cukup air, menjaga tubuh agar tidak mengalami dehidrasi. Khususnya bagi yang berolahraga, harus siap dengan memeriksa warna urine; jika warna urine agak kuning berarti kandungan air tubuh kurang. Mengonsumsi air sekitar 1 jam sebelum berolahraga, setidaknya 100 cc dengan meneguk secara perlahan dapat membantu menjaga hidrasi tubuh, dan saat berkeringat banyak disertai olahraga diperlukan penggantian cairan agar tidak mengalami “Heat Cramp”. -
Pakaian
Orang yang pernah mengalami kram otot terutama pada betis harus menghindari penggunaan kaos kaki yang terlalu tinggi hingga bawah lutut, terutama yang ketat karena dapat mengganggu aliran darah ke otot betis sehingga memperbesar risiko kram.
Pengobatan Awal
Otot yang mengalami kram akan berkontraksi, sehingga perlu dilakukan peregangan otot secara perlahan agar kembali ke panjang normalnya, dan peregangan ini perlu ditahan hingga nyeri hilang. Ini bisa memakan waktu sekitar 1 – 2 menit, kemudian lepas dan lihat apakah masih berkontraksi. Jika terjadi lagi, ulangi sampai kram hilang.
Contohnya, jika otot betis mengalami kram, duduklah dan luruskan lutut sejauh mungkin dan minta orang di dekat anda membantu menahan pergelangan kaki agar mencapai titik maksimum. Jika tidak ada orang, anda bisa menunduk dan menarik ujung kaki mendekati tubuh.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Sering kita melihat orang yang mengalami kram dan dipijat, namun terkadang ini bisa memperburuk kram. Ada pula yang membantu mengangkat pergelangan kaki tapi tidak menahannya, hanya mengangkat dan menurunkan secara sporadis. Hal ini tidak baik. Ingatlah, angkat pergelangan kaki ke atas dan tahan selama 1 – 2 menit hingga kram dan nyeri hilang. Jika memilih untuk memijat setelah nyeri hilang, lakukanlah dengan memijat dari tendon Achilles ke betis hingga ke lekukan lutut dalam satu arah, untuk mendukung aliran darah kembali ke jantung yang dapat meningkatkan sirkulasi darah.



