Prinsip Kontrol Anak yang Efektif
-
Menggunakan perintah dengan tegas, namun tidak dengan marah, karena emosi marah dari orang tua dapat berdampak negatif.
-
Konstansi dan konsistensi. Orang dewasa harus sepakat sebelumnya untuk mengikuti arah yang sama dalam mengendalikan anak.
-
Ketegasan dan keteguhan. Ketika orang tua mengatakan “tidak”, anak mungkin menangis atau menunjukkan perilaku yang tidak pantas. Jika anak menangis keras atau berlama-lama saat keinginannya tidak terpenuhi, orang tua harus tetap teguh dan tidak ragu.
Masalah Perilaku Umum
-
Ketika anak menangis keras atau berlama-lama saat keinginannya tidak terpenuhi (Temper Tantrum), jika pada anak usia 1-2 tahun, alihkan perhatian sebagai metode, namun jika pada anak yang lebih besar, atau ketika anak sudah bisa mengingat apa yang diinginkan dan masih menangis, abaikan. Mengabaikan dapat dilakukan selama anak masih menangis. Perilaku ini tidak berbahaya, dan waktu menangisnya akan semakin singkat dan berhenti dalam waktu dekat.
-
Memberikan dorongan untuk perilaku baik dengan hadiah dan pujian sebagai motivasi.
-
Saat anak menunjukkan perilaku agresif, kontrol dapat dilakukan dengan metode Time Out, yaitu ketika anak bersikap tidak pantas, jelaskan alasan singkat, lalu biarkan anak dibatasi di suatu area untuk waktu yang singkat. Prinsip pentingnya adalah:
-
Selama waktu Time Out, orang tua harus mengawasi dan tidak berinteraksi dengan anak, atau mengajarkan apapun selama waktu yang ditentukan. Ruangan harus tenang, tanpa suara atau gangguan dari orang lain.
-
Jangan tergoda untuk membiarkan anak keluar sebelum waktu yang ditentukan. Usahakan agar tidak ada yang mengganggu waktu Time Out.
-
Setelah keluar dari pojok ruangan, kemudian ajari dan jelaskan alasannya kepada anak.
-
Jika orang tua tidak dapat memberi perintah dan anak tidak patuh, jika mengajak ke pojok atau duduk di kursi anak tidak dilakukan, konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan perilaku yang sesuai. Dalam mengontrol anak, orang tua dan pengasuh harus menyadari bahwa ini adalah tugas penting lainnya, yaitu mengontrol aturan disiplin yang baik diberikan kepada anak. Kontrol harus tidak terlalu ketat dan tidak terlalu mengikuti kemauan anak. Terkadang kontrol anak bergantung pada kepribadian dan emosi orang tua. Sebagian orang tua mungkin tidak bisa mengontrol anak, merasa kasihan pada mereka, atau tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri. Mereka mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter atau mencari orang lain untuk mengontrol. Anak yang mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan kehangatan bersamaan dengan kontrol aturan disiplin yang sesuai, dilatih untuk mandiri sesuai perkembangan, akan memiliki kontrol emosional yang baik, memahami aturan, dan beradaptasi lebih mudah dengan lingkungan sosial dan orang lain. Mereka akan memiliki hubungan sosial yang baik, berani berpikir dan mengekspresikan diri. Ketika mereka dewasa, mereka bisa bekerja sama dengan orang lain dengan baik, memiliki tujuan hidup dan berusaha mencapainya, tidak mudah putus asa, dan tahu cara memotivasi diri sendiri, yang merupakan harapan dari semua orang tua dan pengasuh anak.
Temukan Potensi Anak Sejak Usia Dini
Seberapa indahnya? jika Anda dapat memahami dan menemukan potensi anak sejak usia dini.
Saat ini Anda dapat menemukan identitas anak dengan analisis perkembangan sejak usia 1 bulan hingga 5 tahun, yang merupakan usia krusial untuk mendukung perkembangan anak, mengembangkan keunggulan, menemukan apa yang anak kuasai, dan menemukan area untuk potensial dikembangkan sepenuhnya dengan spesialis pediatrik di bidang perkembangan dan perilaku anak bersama orang tua dalam evaluasi menggunakan alat standar, meliputi:
-
Program skrining perkembangan anak awal untuk mengetahui apakah perkembangannya normal atau tertunda.
-
Program pengukuran tingkat perkembangan anak di setiap usia untuk menemukan keunggulan di setiap area.
-
Program pengukuran tingkat perkembangan anak di setiap usia, keterampilan manajemen, keterampilan sebelum masuk sekolah, dan keterampilan belajar anak untuk menemukan keunggulan dan mempersiapkan kesiapan sebelum ke sekolah (Pre-Academic Skills).



