Masalah gerak sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari, terutama bagi pasien yang mengalami cedera akibat kecelakaan atau orang tua yang mengalami masalah degeneratif yang memerlukan operasi, seperti tulang belakang, tulang anggota tubuh, sendi bahu dan tendon, lutut dan tendon, sendi pinggul, pergelangan kaki, di mana perawatan dan rehabilitasi untuk memulihkan gerakan adalah kunci untuk kualitas hidup yang baik dalam jangka panjang.
Tujuan merawat dan merehabilitasi pasien tulang dan sendi
Tujuan penting termasuk:
- Mengurangi nyeri secara efektif
- Memastikan tulang menyatu kembali dalam bentuk yang sama atau mendekati normal
- Merawat sendi yang dioperasi untuk penggunaan sendi tiruan agar kuat dan efektif, sebanding dengan fungsi normal
- Mencegah komplikasi yang mungkin terjadi, seperti sendi keluar dari tempat, dislokasi, infeksi, dll.
- Memulihkan otot di sekitar sendi yang berfungsi menopang sendi agar kuat dan seimbang
Perawatan dan rehabilitasi segera
Inti dari perawatan dan rehabilitasi pasien tulang dan sendi adalah memastikan pengembalian fungsi normal bagian yang dioperasi secepat mungkin pasca operasi. Ini membutuhkan keahlian dokter dan tim multidisiplin, seperti ahli bedah ortopedi, dokter rehabilitasi, dokter geriatri, fisioterapis, dan terapis okupasi. Pendekatan holistik dalam perawatan dimulai dari pasca operasi hingga tulang menyatu, mendorong gerak tulang dan sendi, memperkuat otot, dan memperbaiki postur dalam bergerak. Ini melibatkan penggunaan alat fisioterapi dan olahraga pada waktu yang tepat serta pelatihan aktivitas sehari-hari untuk memungkinkan pasien kembali ke kehidupan normal secepat mungkin. Jenis rehabilitasi akan disesuaikan dengan usia, jenis operasi, dan kondisi masing-masing pasien.
Latihan gerak pasca operasi
Latihan gerak pasca operasi yang penting adalah latihan berjalan. Walaupun terkadang pasien sudah bisa kembali ke rumah, jika lingkungan rumah tidak memfasilitasi latihan berjalan, penting untuk latihan di tempat dengan dokter dan tim multidisiplin yang berpengalaman. Latihan berjalan membantu merangsang kerja tulang dan otot serta membangun kepercayaan diri, membuat pasien merasa mandiri. Penekanan pada beban pada kaki yang memiliki tulang patah atau telah mengalami penggantian adalah bagian penting dari latihan, yang harus mempertimbangkan posisi dan sifat patah tulang serta operasi secara detail. Ini meliputi berjalan tanpa membebani kaki yang dioperasi, menginjakkan sebagian berat badan, dan menginjakkan berat badan secara penuh sesuai kemampuan pasien. Selain itu, diperlukan penilaian dan pelatihan untuk aspek lain yang mendukung gerakan, seperti latihan keseimbangan agar bisa bergerak dengan stabil, mencegah jatuh, dan penggunaan alat bantu jalan yang tepat.
Latihan difokuskan pada gerakan yang menyerupai aktivitas sehari-hari pasien, seperti latihan berjalan di permukaan datar, naik turun tangga, dan menggunakan kamar mandi, serta rehabilitasi mental melalui aktivitas yang menenangkan, mengurangi kecemasan, dan mencegah stres. Pada tahap rehabilitasi pasien tulang, tenaga profesional yang berpengalaman dan peralatan yang lengkap berperan penting dalam pemulihan gerakan.
Rumah Sakit Chiva Transitional Care siap memberikan perawatan rehabilitasi untuk kehidupan berkualitas dengan tim multidisiplin yang memberikan perawatan holistik, terdiri dari dokter spesialis di bidang rehabilitasi, dokter spesialis geriatri, perawat, fisioterapis, dan terapis okupasi, lengkap dengan program rehabilitasi fisik dan mental yang intensif dan sesuai, serta edukasi pasien dan keluarga untuk mempersiapkan kembalinya ke kehidupan di rumah dengan bahagia.






