Atlet atau orang yang berolahraga, serta orang yang banyak berolahraga mungkin pernah mengalami cedera otot. Setelah berolahraga, mungkin ada rasa sakit, nyeri, tegang, atau pegal di salah satu atau seluruh otot tubuh, yang sering disebabkan oleh aktivitas otot yang berlebihan atau postur tubuh yang salah saat berolahraga, seperti berlari, mengangkat beban, atau lainnya.
Nyeri otot ini bisa sembuh dengan sendirinya jika tubuh diberi waktu istirahat. Jika tidak, bisa berkembang menjadi nyeri otot kronis yang disebut Myofascial Pain Syndrome, yang disebabkan oleh beberapa serat otot yang kaku, berkontraksi, dan menolak untuk rileks, dikenal sebagai Trigger Point (TrPs). Penyakit ini dapat diobati dengan beberapa metode, termasuk fisioterapi, penggunaan panas dalam seperti ultrasound, peregangan otot, dan terapi pijat.
Jika gejalanya tidak membaik, terapi penggunaan jarum untuk melepaskan Trigger Point juga terbukti efektif. Umumnya disebut sebagai akupunktur, tetapi penggunaan jarum untuk mengatasi nyeri otot ini dibagi menjadi 2 jenis:
-
Kedokteran Konvensional
-
Pelepasan titik nyeri di otot dengan jarum kosong disebut Dry Needling atau penjaruman kering, yang mengatasi nyeri akibat otot yang berkontraksi kaku dikenal sebagai Myofascial Trigger Point dengan cara menusukkan jarum untuk melepaskan Trigger Point sehingga rasa nyeri bisa hilang.
-
Pelepasan titik nyeri di otot dengan injeksi anestesi disebut Trigger Point Injection with Lidocaine, yaitu menyuntikkan anestesi ke dalam Trigger Point dan menggunakan jarum suntik untuk melepaskan Trigger Point sehingga rasa nyeri bisa hilang.
-
-
Akupunktur Tradisional Cina (Acupuncture)
Akupunktur untuk menyeimbangkan tubuh berdasarkan diagnosis tradisional Cina, di mana jarum ditusukkan pada titik akupunktur di meridian tubuh untuk merangsang aliran energi dan membantu tubuh menyembuhkan diri sendiri.
Pengobatan nyeri otot kronis Myofascial Pain Syndrome dengan jarum ini adalah gabungan dari kedua metode akupunktur tersebut oleh dokter kedokteran fisik dan rehabilitasi, yang dikombinasikan dengan fisioterapi dan latihan untuk pemulihan lebih lanjut untuk hasil yang lebih baik.
Persiapan untuk Akupunktur
-
Makanlah dengan normal sebelum menjalani akupunktur karena perut kosong dapat meningkatkan risiko pingsan.
-
Istirahat yang cukup dan jangan merasa lelah.
-
Pakailah pakaian yang nyaman dan celana longgar.
-
Selama akupunktur, jika ada gejala yang tidak normal, seperti makin nyeri atau pusing seperti mau pingsan, segera beri tahu dokter.
Efek Samping dari Akupunktur yang Mungkin Terjadi
-
Pingsan, yang disebabkan oleh kegelisahan, ketakutan terhadap jarum, tubuh yang lelah, perut kosong, lapar, atau rangsangan jarum yang berlebihan.
-
Jarum terjebak, jarum bengkok, atau jarum patah, yang terjadi jika pasien bergerak saat jarum ditusukkan, sehingga pasien harus berusaha untuk tidak bergerak.
-
Perdarahan, yang disebabkan oleh jarum yang menusuk pembuluh darah di bawah kulit atau otot, tetapi dokter berusaha menghindarinya. Saat mencabut jarum, tekan segera untuk menghentikan pendarahan.
-
Emboli udara di rongga pleura, komplikasi ini cukup serius dan dokter harus berhati-hati untuk tidak menusukkan jarum di area yang dapat menembus paru-paru. Pasien harus tetap diam saat menjalani akupunktur.





