Salah satu cedera paling umum pada pemain sepak bola setelah cedera pergelangan kaki adalah cedera ligamen anterior cruciate pada lutut (ACL) yang dapat terjadi pada siapa saja saat berolahraga atau melakukan aktivitas dengan gerakan berputar atau perubahan arah mendadak, seperti sepak bola, bola basket, bulu tangkis, atau ski. Proses penyembuhan cedera ini membutuhkan waktu berbulan-bulan. Oleh karena itu, jika mengalami gejala aneh atau mencurigai adanya cedera ACL, segera konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan agar kualitas hidup tetap terjaga dengan baik.
Pentingnya Ligamen Anterior Cruciate
Ligamen Anterior Cruciate (ACL) adalah salah satu ligamen utama lutut yang terletak di bagian tengah lutut. Ligamen ini menjaga kestabilan lutut saat bergerak dan mencegah pergerakan rotasi berlebihan pada sendi lutut. Jika cedera ACL terjadi, akan ada suara ‘pop’ yang terdengar pada sendi, lutut akan bengkak dan terdapat darah pada area lutut. Sebaiknya segera temui ahli medis untuk pengobatan cepat. Jika diperlukan operasi, maka rehabilitasi fisioterapi selama sekitar 6 bulan juga diperlukan. Cedera ACL yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kerusakan lutut lebih awal.
Penyebab Cedera Ligamen Anterior Cruciate
- Cedera akibat benturan
Ini adalah penyebab utama cedera ACL yang sering terjadi, meliputi:- Pergantian arah mendadak atau pergeseran yang terjadi ketika ada benturan atau tabrakan
- Lompatan atau gerakan kaki yang mendadak
- Cedera non-benturan
Biasanya disebabkan oleh otot yang tegang, kurang fleksibel, atau lemah, membuat lutut rentan terhadap cedera, meskipun sering kali cedera ini tumbuh dengan perlahan dan bukan terjadi secara tiba-tiba.
Pertolongan Pertama
Jika terjadi cedera ACL, berikut cara perawatan pertolongan pertama yang dapat dilakukan:
- Jangan bergerak, tetap berada dalam posisi tenang, menunggu bantuan datang
- Segera lakukan kompres dingin
- Tunggu sejenak, kemudian coba gerakkan lutut secara perlahan, meliputi fleksi dan ekstensi sambil menyesuaikan beban berat badan
- Periksa bagian mana yang sakit, apakah bengkak atau terdengar suara ‘pop’ saat cedera terjadi
- Jika rasa sakitnya parah hingga sulit bergerak, penahan seperti kayu atau alat lain dapat digunakan dan dibalut dengan baik
- Jika bentuk lutut tampak aneh, jangan menekan, menarik, atau memperbaiki dengan sendiri. Gunakan penahan hingga mendapatkan perawatan medis
Perawatan yang Tepat
Untuk perawatan cedera ACL, dokter akan memulai dengan pemeriksaan fisik, riwayat medis, X-ray, atau MRI. Pengobatan akan tergantung pada tingkat cedera pasien. Jika pasien mengalami pembengkakan lutut segera, hal ini menunjukkan adanya robekan pada struktur di dalam lutut. Dari statistik, lebih dari 80% kasus melibatkan robekan ACL dan lebih dari 60% dari kasus ini juga mengalami robekan meniskus. Dalam kasus ini, dokter biasanya akan memasang plester lembut dan memberikan obat anti-inflamasi selama sekitar 1 minggu. Setelah pembengkakan dan peradangan akut menurun, dokter akan mempertimbangkan operasi arthroscopy untuk memperbaikinya lebih lanjut.
Operasi Arthroscopy untuk Cedera ACL
Karena ligamen ACL yang robek memiliki tegangan sendiri, ketika itulah robekan terjadi, setiap ujung ligamen akan terus berkontraksi menjauh sehingga penyembuhan diri sendiri tidak terjadi. Oleh karena itu, operasi arthroscopy untuk perbaikan ACL menjadi pilihan pengobatan yang memungkinkan pasien kembali memiliki kualitas hidup yang baik karena:
- Hasil yang baik
- Pemulihan cepat
- Dapat menekuk lutut dalam 24 jam pertama
- Pemulihan cepat dengan fisioterapi
- Penggunaan tongkat berdasarkan area cedera, bervariasi dari tidak digunakan hingga penggunaan penuh selama 4 minggu
Rehabilitasi Otot Lutut dengan Alter-G
Rehabilitasi otot lutut setelah operasi ACL sangat penting bagi pasien untuk memastikan pergerakan sendi dan otot, meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru secara optimal, serta meningkatkan kebugaran dengan menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi. Ini membantu pasien bergerak lebih cepat, memulihkan atlet atau pasien setelah operasi lutut serta pergelangan kaki, dan bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih, agar tubuh tetap sehat. Alter-G (Anti-Gravity Treadmill) treadmill dengan kondisi tanpa gravitasi adalah perangkat fisioterapi yang dirancang dengan peralatan seperti kantung udara untuk mendukung beban tubuh hingga 80% dari berat badan, sehingga saat berlari hanya 20% dari berat badan yang disalurkan ke area bermasalah, membuat tidak terasa sakit saat menanggung beban, seolah berjalan dalam balon udara.

Banyak atlet dan pasien khawatir bila mengalami cedera ACL, mereka tidak akan dapat kembali beraktivitas secara normal, terutama atlet yang mungkin perlu berhenti bermain olahraga untuk jangka waktu lama. Namun, dengan kemajuan metode pengobatan saat ini serta pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme lutut, memungkinkan perbaikan yang mendekati keadaan semula. Pencegahan tentu lebih baik daripada pengobatan, oleh karena itu, atlet harus memperhatikan beberapa faktor penting, seperti pemanasan yang baik dan memadai, kondisi lapangan, sepatu, sikap rekan bermain, serta kondisi internal lutut, seperti riwayat cedera sebelumnya, otot yang tidak cukup fleksibel atau kuat. Semua ini dapat berkontribusi untuk mencegah cedera lutut dan area tubuh lainnya secara efektif.




