1) Menyusui Bayi Sesegera Mungkin Setelah Melahirkan
Ibu harus mulai menyusui bayi secepat mungkin setelah melahirkan atau dalam setengah jam pertama setelah melahirkan yang akan membantu menciptakan ikatan cinta, kedekatan, dan kehangatan yang langsung dirasakan oleh bayi. Bayi akan terbiasa menyusu dan ibu akan memahami serta mempelajari kebutuhan bayi.
2) Ibu Harus Tahu Cara Menyusui yang Benar
Cara menyusui yang benar adalah ibu harus memposisikan bayi menghadap ibu dan mendekapkannya erat-erat di dada, dengan kepala dan tubuh bayi pada garis yang sama, kemudian menopang kepala bayi agar dapat menghisap puting dan areola secara dalam. Saat gusi bayi menekan pada areola yang terdapat kantung susu di dalamnya, lidah akan berada di bawah areola dan menekan susu keluar tanpa memuncungkan bibir. Saat menyusu akan ada ketukan dan suara lembut ketika menelan susu. Dalam menjaga kelancaran produksi susu, meskipun ibu dan bayi harus berpisah, sebaiknya ibu berada dalam lingkungan yang mendukung untuk memerah susu dan merangsang penyimpanan susu dengan frekuensi yang sesuai, minimal 8 kali sehari, dan dengan jumlah susu yang jelas. Selama 2 minggu pertama, seharusnya mendapatkan lebih dari 500 mililiter per hari. Selain itu, harus ada pencatatan jumlah susu selama 14 hari pertama untuk menilai kecukupan susu.
3) Bayi Harus Hanya Mengonsumsi ASI Saja
Bayi harus hanya mendapatkan ASI saja selama 6 bulan, tanpa diberikan air, makanan, atau minuman lain kecuali ada indikasi medis karena otak si kecil berkembang dengan cepat sementara lambungnya berukuran kecil. Jika diberikan air atau makanan lain, bayi akan menyusu ASI lebih sedikit. Menyusui ASI saja dianggap sudah cukup karena terdiri dari air sebagai komponen utama dan berisi semua nutrisi yang diperlukan.

4) Ibu dan Bayi Harus Bersama Selama 24 Jam Sejak Lahir
Setelah melahirkan, ibu dan bayi harus selalu bersama selama 24 jam dengan ibu sebaiknya mendekap bayi di dadanya karena si kecil sedang terbangun dengan lingkungan sekitarnya. Jika bayi mendapatkan kehangatan, akan membantu bayi menyusu sejak jam pertama. Selain membiasakan, ini juga membantu melindungi puting ibu dan mendukung menyusui dalam jangka panjang.
5) Biarkan Bayi Menyusu ASI Sesering yang Diinginkan
Bayi sebaiknya diberi kesempatan untuk menyusu ASI sesering yang diinginkannya karena akan mendapatkan nutrisi yang lengkap, meningkatkan keahlian menyusu, mencegah pembengkakan payudara ibu, dan merangsang tubuh ibu untuk memproduksi susu dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih cepat juga. Setelah melahirkan, bayi harus berada dalam satu ruangan dengan ibu untuk mendapatkan cukup susu, dengan jeda menyusui tidak lebih dari 3 jam. Jika ibu lelah, bisa berbaring menyamping dan perawat bisa membantu menempelkan bayi ke payudara dengan cara yang benar agar bisa beristirahat.

6) Jangan Biarkan Bayi Menyusu dari Dot atau Nipple Palsu
Memberikan bayi menyusu dari dot atau nipple palsu dapat menimbulkan kebingungan antara menyusu dari ASI dan menyusu dari dot atau nipple palsu karena cara menyusu yang berbeda. Menyusu dari ASI, bayi harus menggunakan lidah dan rahang untuk menekan susu dari kantung susu, tetapi menyusu dari dot bayi tidak perlu mengeluarkan usaha karena susu mengalir langsung melalui dot, yang dapat menyebabkan bayi tidak terbiasa dengan menyusu dari ASI dan akhirnya menolak menyusu dari payudara ibu.
7) Pelatihan Menyusui dengan Cara yang Benar
Menyusui dengan cara yang benar sangat penting karena itu persiapan sebelum melahirkan sangat diperlukan, pilihlah rumah sakit yang berstandar dan di bawah pengawasan klinik ASI yang menyediakan pendidikan dan pelatihan menyusui yang benar. Mulai dari menyusui, memerah, memompa, menyimpan susu, serta perawatan sebelum, saat, dan setelah melahirkan. Adanya perawat ASI bekerja sama dengan tim ginekologi, pediatri, subspesialisasi neonatologi dan perinatal (NICU), ahli gizi, dan fisioterapis akan membantu ibu dalam menyusui bayi berhasil dan efektif. https://www.bangkokhospital.com/th/bangkok/center-clinic/mother-child/bangkok-womens-health-center/breast-feeding

8) Ibu Bekerja Harus Merencanakan Menyusui Bayi
Saat ibu harus kembali bekerja, perencanaan yang baik untuk menyusui bayi menjadi penting. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan 6 bulan pertama sebaiknya hanya menyusui ASI, lalu dilanjutkan dengan pemberian ASI bersamaan dengan makanan pendamping selama 2 tahun atau lebih. Ibu harus mengerti tentang cara memompa dan menyimpan susu dengan benar. Selama jam kerja, saat istirahat, bisa memompa susu untuk disimpan. Pelajari cara dan siapkan alat-alat dengan baik. Yang terpenting adalah memberi bayi menyusu langsung dari payudara sebelum pergi kerja, setelah pulang bekerja, malam hari, dan saat hari libur. Karena menyusui langsung dari payudara menghasilkan susu lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan pompa. Dengan demikian, bayi dapat menyusu ASI selama mungkin.






