Luka di kaki adalah komplikasi serius yang sering terjadi pada penderita diabetes dan dapat menyebabkan amputasi akhirnya. Karena saraf di kaki penderita diabetes sering rusak, mereka biasanya tidak merasakan sakit dari luka di kaki. Pada musim hujan, penderita diabetes mungkin mengalami luka kaki karena berjalan di air dan mengabaikan perawatan. Selain itu, kelembaban akibat infeksi jamur di kaki dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut, yang dapat dicegah dengan perawatan kaki dan kuku yang baik dengan mengenakan sepatu yang sesuai, tidak terlalu ketat atau menekan. Ketika luka terjadi, berusahalah mengurangi tekanan pada luka. Cara paling mudah adalah beristirahat di tempat tidur. Jangan mencoba berjalan jika tidak diperlukan. Kontrol gula darah agar tetap normal dan hindari merokok, karena rokok dapat mempengaruhi penyembuhan luka.
Faktor Penyebab Amputasi pada Penderita Diabetes
- Kurangnya aliran darah ke kaki
- Gangguan saraf perifer ke area kaki
- Infeksi di kaki
- Penyembuhan luka yang abnormal
- Kecelakaan yang menyebabkan luka di kaki dan tidak dirawat oleh pasien
6 Teknik Perawatan Kaki pada Penderita Diabetes
Panduan perawatan kaki pada penderita diabetes dapat dilakukan dengan mudah menggunakan 6 teknik berikut:
1) Mengontrol kadar gula darah
Mengontrol kadar gula darah agar tetap dalam batas baik atau normal dapat mengurangi komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes, seperti penyakit ginjal, kerusakan saraf mata, dan kerusakan saraf sensorik. Olahraga rutin minimal 3-4 kali per minggu selama sekitar 1 jam. Selain itu, hindari merokok karena dapat merusak pembuluh darah.
2) Memilih Sepatu yang Tepat
Pilih sepatu yang memiliki bentuk yang sesuai dengan kaki. Sepatu harus lembut, bagian atasnya terbuat dari kulit, tidak terlalu ketat atau longgar sehingga tidak menyebabkan gesekan yang dapat menjadi luka atau menghambat sirkulasi darah. Sepatu yang dikenakan sebaiknya membantu mendistribusikan berat badan secara merata di seluruh kaki, bukan hanya pada satu titik.
3) Merawat Kaki dengan Baik Setiap Hari
Periksa kaki setiap hari apakah ada rasa sakit, bengkak, luka, memar, perubahan warna kulit atau lepuhan dengan memeriksa seluruh telapak kaki dan tumit. Jika menemukan abnormalitas, konsultasikan dengan dokter segera. Periksa juga apakah ada retakan atau kerutan. Jika ada, mungkin kaki selalu basah. Jika kulit kering, mungkin menyebabkan gatal, menggaruk, dan mudah terinfeksi. Oleskan krim tipis untuk meningkatkan kelembapan tetapi hindari celah jari kaki untuk mencegah pertumbuhan jamur. Jangan berjalan tanpa alas kaki karena bisa menginjak benda tajam yang menyebabkan luka di kaki.
4) Infeksi Jamur pada Kuku
Penderita diabetes lebih mudah mengalami infeksi jamur pada kuku. Oleh karena itu, periksa kondisi kuku secara teratur. Jika terjadi infeksi jamur, segeralah menemui dokter atau lakukan perawatan.
5) Mencuci Kaki
Cucilah kaki dengan sabun lembut lalu gunakan kain untuk mengeringkan kaki dan celah jari kaki. Perhatikan juga kondisi kaki dan telapak kaki untuk memastikan tidak ada yang tidak normal.
6) Memotong Kuku
Potong kuku kaki secara rutin dan secara lurus pendek, tidak memotong sudut kuku. Jika ada masalah pada kuku, konsultasikan dengan dokter.
Diabetes dapat menyebabkan saraf yang menerima sensasi dari kaki menjadi kurang sensitif. Saat luka terjadi, biasanya tidak merasakan sakit. Jika gula darah tidak dikontrol dengan baik, luka akan semakin lama sembuh, dan mungkin memerlukan pembedahan untuk menghilangkan bagian yang terinfeksi atau jaringan mati. Pada beberapa kasus, mungkin perlu amputasi jari kaki atau bagian dari kaki. Oleh karena itu, perhatian terhadap perawatan kaki sangat penting bagi penderita diabetes dan tidak boleh diabaikan.









