Minum air sangat penting untuk kehidupan karena air adalah komponen penting dalam tubuh. Ia membantu mengeluarkan limbah melalui urin, menyeimbangkan fungsi tubuh, dan merupakan komponen dalam darah yang membawa komponen darah dan nutrisi ke berbagai bagian tubuh. Air juga membantu mencegah batu ginjal, membuat kulit kencang, dan mendukung sistem pencernaan.
Inilah 5 tips minum air yang membantu menjaga ginjal dan tubuh tetap sehat
- Minum air baik untuk tubuh
Sebagian besar saran merekomendasikan untuk minum 8 gelas air per hari, tetapi tidak demikian untuk semua orang. Studi dari The United States Academies of Sciences, Engineering and Medicine menyebutkan rata-rata air yang harus diminum pria adalah 15,5 gelas atau sekitar 3,7 liter, sementara wanita disarankan sejumlah 11,5 gelas per hari atau 2,7 liter. Namun, kebutuhan air setiap orang berbeda, tergantung usia, olahraga, cuaca, penyakit, kehilangan cairan, kehamilan, menyusui, dan lainnya. Bisa memperhatikan rasa haus yang menandakan tubuh kekurangan air dan membutuhkan asupan air tambahan.
- Warna urin menunjukkan kebutuhan air harian
Urin yang berwarna kuning pekat menunjukkan tubuh kekurangan air, dan ketika urine menguning lebih terang, itu bisa menunjukkan bahwa asupan air sudah cukup. Namun demikian, konsumsi obat tertentu dapat mempengaruhi warna urin, seperti vitamin B kompleks atau vitamin B 2 dll.
- Berhati-hatilah dengan kondisi yang mungkin terjadi akibat minum air berlebihan
Sering ditemukan pada pasien dengan gangguan kejiwaan yang mungkin minum air dalam jumlah besar dalam waktu lama, atau pelari maraton yang ingin mengimbangi kehilangan cairan dalam jumlah besar. Meskipun fungsi ginjal normal, dapat terjadi “water intoxication” karena air mengencerkan sodium dalam tubuh hingga terjadi “hyponatremia” yang berbahaya bagi kehidupan, dan dapat menyebabkan edema otak.

- Pembatasan air mungkin diperlukan dalam kasus tertentu
Pasien dengan penyakit ginjal kronis atau mengalami edema paru akibat penyakit jantung dapat mengalami pembengkakan atau sesak napas dengan mudah karena retensi air dan garam dalam tubuh. Selain itu, kemampuan tubuh untuk mengeluarkan cairan menurun. Oleh karena itu, minum air dalam jumlah banyak mungkin tidak bermanfaat, dan pembatasan air menjadi perlu.
- Kurangi minum air pada hari-hari tertentu
Jika harus melakukan perjalanan dan tidak nyaman ke kamar mandi, karena menahan buang air kecil dapat menjadi penyebab infeksi kandung kemih. Jadi, dalam situasi tertentu, minum air dapat ditoleransi. Namun, saat mengalami infeksi saluran kemih, minum air diperlukan untuk membantu mengeluarkan bakteri melalui urin.
Karena kebiasaan minum air setiap orang berbeda, maka perlu beradaptasi sesuai dengan situasi dan penting untuk selalu memperhatikan asupan air guna menjaga keseimbangan hidup agar tetap sehat.





