Pada saat ini, tidak ada yang tidak khawatir dengan virus corona, karena itu pemahaman yang benar tentang virus corona akan membantu merawat kesehatan diri sendiri dan mencegahnya dengan cara yang tepat.
1) Bagaimana kita tahu jika telah terpapar virus corona karena tidak dapat mengetahui siapa yang sedang sakit?
Indonesia memiliki jumlah pasien yang terinfeksi virus corona baru 2019 yang tidak banyak, sehingga peluang untuk terpapar dengan pasien yang terinfeksi virus ini cukup sulit, karena Indonesia adalah negara tujuan akhir dan memiliki sistem penyaringan pasien sejak kedatangan di negara. Gejala infeksi dapat bervariasi dari ringan hingga parah, mulai dari gejala flu biasa hingga pneumonia dan kematian. Saat ini, ada pemisahan untuk pasien yang sesuai dengan kriteria kecurigaan, yaitu memiliki riwayat perjalanan ke area berisiko atau kontak dengan pasien yang terinfeksi dan memiliki gejala untuk masuk ke ruang isolasi dengan tekanan negatif atau Negative Pressure Room dengan dokter yang mengenakan perlengkapan pelindung melakukan pemeriksaan.
2) Gejala apa yang menunjukkan bahwa itu benar-benar corona?
Biasanya, dokter memisahkan kasus yang sesuai dengan kriteria kecurigaan, yang terdiri dari 2 poin, yaitu memiliki riwayat perjalanan ke kota Wuhan (dan kota lain yang ditentukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit) dalam 14 hari atau memiliki riwayat kontak dengan pasien yang terinfeksi virus corona baru 2019 dan memiliki gejala dengan atau tanpa demam atau gejala flu, pilek, batuk, bersin, sesak napas. Saat tiba di rumah sakit, akan dipisahkan untuk diperiksa apakah terinfeksi virus corona baru 2019 atau tidak. Jika tidak memiliki riwayat ini, tidak dianggap sebagai pasien yang dicurigai dan tidak akan dipisahkan untuk diperiksa.
3) Apakah memakai masker dapat mencegah virus corona 100%?
Virus corona adalah kelompok virus flu jenis baru yang sulit diprediksi, sehingga meningkatkan tingkat kematian. Namun, penularannya mirip dengan flu biasa, yaitu melalui aerosol pernapasan atau kontak dengan sekresi. Masker direkomendasikan untuk dipakai oleh pasien. Tujuan penggunaan masker pada pasien adalah untuk mencegah penyebaran kuman dari pasien. Jika pasien batuk atau bersin, partikel akan tertahan di masker, membantu mencegah penyebaran penyakit. Penggunaan masker pada orang normal hanya dapat mencegah sebagian, sebaiknya digunakan bersama metode lain. Yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran agar orang sakit memakai masker.
4) Apakah virus corona dapat disembuhkan?
Infeksi virus corona dapat sembuh dengan sendirinya. Obat yang digunakan saat ini belum ada bukti yang jelas. Perawatan dilakukan untuk meredakan gejala, yang bisa berbeda-beda. Beberapa orang tidak terlalu parah mirip dengan flu biasa, sementara pada beberapa orang bisa lebih parah hingga menyebabkan pneumonia. Perlu pengawasan ketat bersamaan dengan perawatan untuk meredakan gejala sampai melewati fase tersebut. Saat ini, belum ada obat yang memiliki bukti jelas untuk mengobati virus corona secara langsung. Penanganan masih dalam tahap percobaan dengan menggunakan obat yang digunakan untuk virus lain seperti AIDS, flu, dan lainnya.
5) Apakah vaksin flu dapat mencegah virus corona?
Pemberian vaksin flu tidak dapat mencegah virus corona. Vaksin flu bertujuan untuk pencegahan flu. Disarankan untuk diberikan sesuai panduan pemberian vaksin dari Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.
6) Apakah orang yang pernah mendapatkan vaksin pneumokokus yang terinfeksi virus corona akan menyebabkan pneumonia, dan apakah hanya lansia yang perlu divaksinasi?
Vaksin pneumokokus adalah vaksin untuk mencegah infeksi bakteri kelompok Pneumococcus, bukan virus, sehingga tidak dapat mencegah virus corona. Secara umum, dokter menganjurkan orang tua atau orang dengan imunitas rendah untuk divaksinasi untuk mencegah pneumonia. Orang biasa tidak memerlukan vaksin ini.
7) Apakah metode pengobatan untuk virus corona sama dengan pengobatan flu?
Meskipun virus corona jenis baru 2019 merupakan kelompok virus flu, ini bukan flu biasa karena merupakan jenis baru dan dapat menyebabkan gejala yang lebih serius daripada flu biasa, seperti pneumonia, terutama pada kelompok risiko seperti lanjut usia dan orang dengan kondisi kesehatan mendasar. Mereka mungkin mengalami gejala serius atau bahkan mengalami kematian, berbeda dengan flu biasa. Karena itu, perlu ada penyaringan dan pemeriksaan virus corona untuk mencegah kontak dengan orang lain, mencegah penyebaran infeksi dan melakukan perawatan yang sesuai dengan gejala.
8) Bagaimana cara mencegah virus corona yang benar?
Cuci tangan dengan sabun atau alkohol sampai bersih, hindari menyentuh wajah karena dapat menyebabkan infeksi masuk ke dalam sistem pernapasan, dan hindari berdekatan dengan pasien.
9) Bagaimana cara membuang masker yang benar?
Cara membuang masker yang benar adalah setelah melepaskan masker, gulung bagian dalam masker kemudian buang ke tempat sampah khusus limbah infeksi.
10) Apakah penggunaan hand sanitizer sama efektifnya dengan mencuci tangan dengan sabun?
Sama efektifnya, dengan rekomendasi alkohol yang mengandung 60-70% ke atas, dapat memperhatikan kadar alkohol dari label produk.
Jika ada gejala yang tidak biasa dan dicurigai sebagai tanda infeksi virus corona jenis baru 2019, segera periksakan diri ke rumah sakit yang memenuhi standar secepatnya. Deteksi dini dan pengobatan cepat akan meningkatkan peluang pemulihan dari penyakit dan mengurangi penyebaran infeksi. Beberapa mungkin takut berkunjung ke rumah sakit karena takut tertular kembali. Di rumah sakit Bangkok, tersedia area khusus untuk tes dan diagnosis agar tidak terjadi penularan ke masyarakat umum serta melayani pemeriksaan dan pengobatan dengan cepat untuk mengembalikan kualitas hidup.






