Setelah mengalami serangan jantung atau infark miokard akut, pemompaan darah ke tubuh menjadi tidak mencukupi. Jika mendapatkan perawatan dalam 1 jam pertama, bahaya atau risiko terhadap nyawa dapat berkurang dan dapat kembali bekerja atau menjalani kehidupan normal. Namun, terjadinya infark miokard akut adalah peringatan untuk berhati-hati dan mengubah perilaku karena infark miokard akut bisa terjadi lagi. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup penderita penyakit jantung, serta mengurangi tingkat rawat inap di rumah sakit. Namun, bagaimana berolahraga agar tidak menimbulkan risiko yang berdampak pada stres jantung?
Persiapan berolahraga setelah pernah infark miokard akut
Persiapan berolahraga bagi pasien yang pernah mengalami infark miokard akut harus dilakukan sebagai berikut:
- Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program latihan Setelah mengalami infark miokard akut, otot mengalami kekurangan oksigen untuk memasok jantung sehingga membutuhkan waktu beberapa minggu untuk pemulihan sebelum tubuh dapat bekerja normal kembali. Dokter mungkin akan menyarankan tes stress sebelum memulai program latihan untuk mengevaluasi kemampuan aktivitas. Dokter mungkin merekomendasikan latihan yang sesuai tergantung pada kesehatan setiap individu.
- Berolahraga secara bertahap Sebaiknya lakukan latihan aerobik seperti jalan kaki, berlari, bersepeda, hindari latihan anaerobik seperti angkat beban, push-up. Prinsip latihan harus dilakukan secara bertahap. Dalam 2-4 minggu pertama, sebaiknya berjalan di dataran datar, mulai dari 15-30 menit dan kemudian secara bertahap meningkatkan durasi hingga tidak lebih dari 1 jam per hari.
- Olahraga dapat dipertimbangkan setelah 4 minggu dan sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan jenis olahraga yang cocok. Hindari olahraga di lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin karena akan membuat jantung bekerja lebih keras.
- Perhatikan diri sendiri sebelum dan setelah berolahraga Jika terjadi gejala yang tidak normal, seperti nyeri dada, mual, pusing, sesak napas, sebaiknya segera hentikan olahraga. Jika gejala tidak hilang setelah berhenti beristirahat, segera temui dokter atau hubungi ambulans.



