Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang tidak diinginkan oleh siapapun. Banyak orang sudah mengetahui cara mencegah penyakit jantung, seperti mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, tidur cukup, berolahraga, dan memeriksa kesehatan jantung secara rutin, dsb. Namun, tahukah Anda bahwa selain faktor risiko lainnya, ‘bocornya katup jantung’ adalah salah satu penyebab penyakit jantung. Katup jantung terkait langsung dengan jantung, jika terjadi kebocoran atau malfungsi, jantung tidak dapat bekerja secara maksimal atau bahkan bisa menyebabkan gagal jantung.
Bagaimana cara kerja katup jantung?
Katup jantung adalah jaringan yang memisahkan keempat ruang jantung. Fungsi utamanya adalah mengontrol aliran darah agar mengalir ke arah yang benar, menjaga agar sistem sirkulasi darah tetap normal. Katup jantung sangat penting karena jika aliran darah berhenti, dapat mengakibatkan kematian.

Seperti apa gejala bocornya katup jantung?
Sebagian besar masalah pada katup jantung terjadi pada Katup Mitral/Aorta (sebelah kiri jantung) karena sisi kiri bertugas memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tekanannya lebih tinggi. Ketika sisi ini berkontraksi kuat, darah memaksa katup jantung mengalami kerusakan yang parah. Sebagian besar kasus bicornya katup jantung ditemukan pada lanjut usia, meskipun beberapa kasus ditemukan pada anak-anak. Gejala yang muncul termasuk sesak napas, lelah, pusing, dan sering pingsan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kelainan pada katup jantung, akibat penurunan kondisi pembuluh darah dan katup jantung yang menjadi keras, kurang elastis, dan mengalami penumpukan lemak serta kalsium, yang menyebabkan katup jantung tidak dapat membuka-tutup dengan sempurna.Berapa jenis penyakit yang disebabkan oleh katup jantung?
Ada 3 jenis penyakit yang disebabkan oleh katup jantung:
-
Penyakit Jantung Rematik (Rheumatic Heart Disease) disebabkan oleh infeksi di tenggorokan atau kulit, yang memicu pembentukan antibodi yang berlanjut dengan perusakan jaringan lain termasuk katup jantung. Saat katup jantung rusak, akan terbentuk jaringan parut dan kalsium, sehingga katup jantung tidak dapat membuka-tutup dengan baik seperti biasa, membuat jantung harus bekerja lebih keras.
-
Katup Jantung Degeneratif terjadi karena katup jantung memburuk seiring bertambahnya usia, sebagian besar ditemui pada orang berusia 40 tahun ke atas. Penurunan elastisitas jaringan menyebabkan deformasi katup jantung, yang membuatnya tidak dapat membuka-tutup dengan sempurna, sehingga terjadi gejala katup jantung bocor.
-
Penyempitan pembuluh darah koroner mengakibatkan kematian otot, jantung menjadi lemah seiring berjalannya waktu, berpotensi menyebabkan katup jantung bocor, sering ditemui pada orang berusia 50-60 tahun.
Pengobatan untuk bocornya katup jantung
Saat ini pengobatan untuk bocornya katup jantung telah mengalami peningkatan efektivitas. Tidak perlu dilakukan pembedahan besar untuk membuka dada, sekarang bisa dilakukan pembedahan dengan luka kecil, sehingga tubuh dapat pulih lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi.
Ada 2 metode pengobatan, yaitu:
1. Penggantian Katup Jantung (Valve Replacement) merupakan prosedur yang tidak terlalu sulit. Ada 2 jenis penggantian katup jantung:
1.1 Katup Jantung Logam memiliki daya tahan yang baik, tetapi penggunaan katup ini memerlukan konsumsi obat pengencer darah seumur hidup untuk mencegah pembekuan darah.
1.2 Katup Jantung yang terbuat dari selaput jantung babi atau sapi memiliki risiko pembekuan darah yang sangat rendah karena bukan logam, tidak perlu mengonsumsi obat pencegah pembekuan darah seumur hidup. Namun, karena berasal dari jaringan, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang dan merusaknya, hingga mengakibatkan pembentukan jaringan parut dan endapan kalsium yang membuat katup jantung menjadi keras dan tidak berfungsi dengan baik.
Hal yang harus diperhatikan saat memutuskan untuk mengganti katup jantung adalah jika menggunakan jaringan, usia pakai katup adalah 10-15 tahun, setelah itu mungkin perlu dipertimbangkan untuk operasi penggantian katup jantung kembali. Sedangkan mengganti dengan katup logam memerlukan konsumsi obat pencegah pembekuan darah seumur hidup, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi di otak seiring waktu, seperti pendarahan di otak.
2. Perbaikan Katup Jantung (Valve Repair) dapat dilakukan dalam beberapa kasus sebagai berikut:
2.1 Untuk kasus penyakit jantung rematik (Rheumatic) yang disebabkan oleh pengendapan kalsium di katup jantung yang membentuk jaringan parut, dapat dilakukan perbaikan katup jantung dengan membersihkan endapan kalsium dan menggunakan jaringan lainnya untuk memperbaiki agar katup jantung dapat berfungsi seperti semula.
2.2 Untuk kasus degeneratif (Degenerative) seperti tendon katup jantung yang mengendur atau putus serta katup jantung yang melemah, dinyatakan bisa diperbaiki agar lebih presisi dengan kondisi semula.

Hasil operasi perbaikan katup jantung biasanya dapat memperbaiki kondisi pasien, mengurangi kelelahan, dan hasil jangka panjang dinyatakan lebih baik daripada penggantian katup jantung karena tidak perlu khawatir dengan komplikasi dari mengonsumsi obat pencegah pembekuan darah. Hal yang utama dalam perawatan, baik untuk perbaikan atau penggantian katup jantung adalah pengalaman dan keahlian dokter, agar pasien mendapatkan diagnosis dan perawatan yang efektif.
Rumah sakit yang ahli dalam perawatan katup jantung
Rumah Sakit Jantung Bangkok memiliki tim medis yang ahli khusus dalam perawatan katup jantung dan memiliki peralatan medis yang canggih dan sesuai standar. Dengan jaringan rumah sakit yang mencakup seluruh negeri, dapat memberikan konsultasi dan melakukan operasi dengan cepat, siap memberikan layanan di segala bidang penyakit jantung.



